Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 51


Melihat Edward yang pergi ke toilet, Xiao Xia dan Zhao saling pandang dan.


"Ha...Ha...Ha...Ha...." tawa mereka berdua kompak.


"Kenapa dengan nyonya dan tuan." ucap Bibi bingung melihat nyonya dan tuan nya tertawa.


"Ayo sayang." ucap Zhao mengajak Xiao Xia meninggalkan dapur.


"Bukan kah tadi sangat lucu. Lihat lah wajah nya yang menahan sesuatu tadi." ucap Xiao Xia masih menahan tawa.


"Kau ini dari dulu jahil sekali." ucap Zhao


"Alah, kau sendiri juga sama." ucap Xiao xia.


"Tapi dia pasti sangat malu sekali, apalagi bweeh....bau nya sangat tidak enak, aku ingin muntah mencium nya." ucap Zhao.


"Salah sendiri mencium bau nya " ucap Xiao Xia.


"Bagaimana tidak, la itu terbang kemana mana kenapa tidak sesuai dengan wajah nya " ucap Zhao.


"Maksud mu bau nya kenapa tidak ganteng begitu?" ucap Xiao Xia geleng geleng.


"Ya..." ucap Zhao.


"Jadi kalau keluar harus berbentuk wajah nya begitu dan wangi nya juga harus seperti parfum nya." ucap Xiao Xia.


"Ya, sama seperti ku. Orang ganteng seperti ku kalau lagi buang angin, angin nya berbentuk seperti wajah ku dan bau nya seperti parfum ku. kalau tidak aku takut jika itu bukan milik ku." ucap Zhao.


Xiao Xia yang mendengar ucapan aneh suami nya tidak bisa menahan tawa.


"Ha...Ha...Ha...Ha...Apakah kau ini sedang ngelawak sayang, Ha...Ha..Ha.." ucap Xiao Xia tidak henti hentinya tertawa.


"Kenapa, apakah ada yang lucu?" ucap Zhao.


Plak..Plak..Plak..


"Tentu saja. Kau ini sangat aneh sekali, baru kali ini aku mendengar nya." ucap Xiao xia sambil memukul mukul lengan Zhao.


"Sayang berhenti, kenapa tangan mu ini kumat lagi memukul." ucap Xiao Xia.


"Mana, tidak aku tidak memukul." ucap Xiao Xia mengelak.


Mereka berdua yang dari tadi menunggu Edward keluar dari toilet malah sibuk dengan obrolan mereka sendiri tanpa memperdulikan Edward yang bolak balik ke dalam kamar mandi.


Buk..Edward duduk di sofa sambil menyandarkan kepalanya.


"Huuh....kenapa dengan perut ku ini, padahal aku tidak pernah seperti ini." gumam Edward.


"Mungkin kau itu kualat karena berani berani nya menyentuh putri ku." ucap Zhao yang mendengar gumaman Edward.


Edward melirik sekilas Zhao dengan malas dan kembali memejamkan mata nya.


"Ciiih..Kau mengabaikan ku bajingan tengik." ucap Zhao kesal.


"Tidak ingin menjawab. dan tadi yang anda bilang tentang kualat, mana ada kualat bolak balik ke Toilet. Mungkin ini ada seseorang yang mengerjai ku." ucap Edward memicingkan matanya menatap Xioa Xia dan Zhao.


"Apa!!! kenapa kau melihat kami. Memang apa yang kami lakukan?" ucap Zhao.


"Mungkin pil yang anda berikan." ucap Edward santai...


"Kau menuduhku, Plaak...." tangan Xiao Xia memukul kepala Edward dengan enteng


"Aduuh .. Kenapa anda memukul kepala ku." ucap Edward .


"Itu akibat karena kau seolah menuduh ku." ucapXiao Xia melotot.


"Cih...sungguh keluarga menyebalkan, untung sayang sama anaknya " ucap Edward dalam hati


"Itu kan hanya mungkin nyonya." ucap Edward


"Sama saja. Seharusnya kau ini berterimakasih kepada ku karena aku telah memberikan mu pil itu sehingga tubuh mu kembali pulih, bukannya malah menuduh ku seperti ini." ucap Xiao Xia.


"Tapi saya tidak menuduh hanya mengatakan pasti pil itu yang membuat perut ku seperti ini." ucap Edward.


Plaak....Plaaak......Plaak....


"Aduh aduh.." ucap Edward.


"Dasar tidak tahu di untung, sudah di kasih pil masih menuduh ku yang tidak tidak, walaupun memang pil itu aku buat agar perut mu mulas." ucap Xiao Xia memukul Edward.


"Apa!!!,. Jadi anda benar benar memberikan ku pil pencuci perut." ucap Edward tidak percaya.


"Uuppps...salah ngomong." ucap Xiao Xia menutup mulut nya.


Zhao yang mendengar menepuk jidat nya, fikirnya istri nya ini tidak bisa menjaga mulut.