Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 62


"Apa yang terjadi?" ucap Xiao Xia bertanya kepada Edward melalui telepati.


Xiao Xia berfikir pasti terjadi sesuatu, sampai sampai Edward menghubungi nya melalui telepati, ia juga merasakan resah sejak tadi.


"Bunda, bisakah anda secepat nya menemui kami. Mayleen saat ini sedang mengamuk, seperti nya dia tidak bisa mengontrol kekuatan nya." ucap Edward.


Mendengar itu, Xiao Xia langsung meninggalkan rekan rekan nya tanpa bicara dan menghilang dari rumah sakit menuju Edward dan Mayleen berada.


Beberapa detik kemudian. Xiao Xia sudah berada di samping Edward. Edward yang melihat Xiao Xia datang secara tiba tiba, membuat Edward kaget.


"Bunda." ucap Edward.


"Em..apa yang terjadi, kenapa dia sampai seperti itu?" tanya Xiao Xia.


Edward pun menjelaskan apa yang terjadi barusan, tentang musuh nya yang ingin membunuhnya serta menginginkan Mayleen.


Xiao Xia mengangguk kan kepala tanda mengerti. Ia paham karena Edward bukan orang biasa, dia juga seorang CEO pasti nya banyak musuh yang menginginkan dia mati.


Namun sungguh dia tidak paham kenapa di jaman saat ini masih ada ras seperti itu. Ras serigala dan Vampir.


"Bagaimana keadaan mu?" tanya Xiao Xia tanpa menoleh dan masih setia melihat Mayleen yang mengamuk.


"Saya tidak apa apa bunda, hanya saja saya khawatir kepada Mayleen." ucap Edward.


Bukan maksud Xiao Xia diam melihat Putri nya yang saat ini mengamuk. Ia hanya sedang melihat apa yang terjadi dan apa yang di miliki putri nya di dalam tubuh nya.


Ya, Xiao Xia bisa melihat suatu yang besar bersemayam di tubuh putri nya.


"Apa kau melihatnya?" tanya Arlong di dalam fikiran Xiao Xia.


"Ya...." ucap Xiao Xia masih menatap Mayleen.


"Ada sesuatu yang tersembunyi di dalam tubuh putri mu, dan saat ini ia sedang berontak ingin keluar, mencoba menghancurkan segel di tubuh putri mu." ucap Arlong.


"Apakah kau akan membiarkan dia membuka segel itu?." ucap nya lagi.


"Aku akan melihat nya dulu, apa sebenarnya yang ada di dalam tubuh putri ku. Dan jika dia berani macam macam dengan putri ku saat sudah terlepas, aku akan menyegel nya nanti." ucap Xiao Xia.


"Em baiklah." ucap Arlong


"Aku juga merasakan. Tapi aku tidak tahu itu aura siapa, karena aku belum pernah merasakan aura itu. Hanya saja aura itu cukup membuat ku gelisah. Semoga kedepan nya pemilik aura itu tidak membuat kekacauan." ucap Xiao Xia.


"Yah... semoga saja." ucap Arlong


"Kita lihat apakah dia berhasil membuka segel itu." ucap Xiao Xia.


"Apakah kau tidak ingin menghubungi suami mu?" tanya Arlong.


"Tidak, jika aku membutuhkan bantuan nya aku akan menghubunginya." ucap Xiao Xia.


Xiao Xia melihat Mayleen yang masih saja mengerang kesakitan dan mengamuk. Suara teriakan serta ledakan terdengar di tempat itu.


Berbeda dengan Edward yang bergantian melihat Mayleen dan Xiao Xia. Ia sungguh bingung melihat Xiao Xia yang hanya diam tanpa menghentikan Mayleen.


"Kenapa bunda diam saja?, kenapa dia tidak membantu Mayleen yang saat ini sedang kesakitan dan mengamuk?." ucap Edward dalam hati.


Xiao Xia sesekali mengernyitkan alisnya.


"Aaaahkk.....sakiiit....." teriak Mayleen.


Syuuut.. Syuuut.... Duuuuuar....... Duuuaar.


Aaaakhh..... Mayleen berteriak. sambil memegang leher nya yang terdapat tanda bintang.


"Panas.....aaakkhhh...."


Mayleen terus berteriak tanpa henti. Namun saat Edward tak tahan melihat kesakitan Mayleen dan hendak menolong, Xiao Xia mencegang dan melarangnya untuk mendekati Mayleen.


"Kenapa bunda?, aku ingin menolong Mayleen. Lihat lah dia sangat kesakitan bunda." ucap Edward.


"Biarkan saja, memang itu yang harus dia lewati." ucap Xiao Xia santai.


Edward mengernyitkan alisnya tanda ia tidak paham apa yang di katakan Xiao xia.


"Tenang lah, dia akan baik baik saja." ucap Xiao Xia menepuk pundak Edward .