
Setelah beberapa menit perjalan, akhirnya mereka sampai di sekolahan Mayleen.
Edward dan Mayleen turun dari mobil.
'Belajar yang giat dan jangan nakal." ucap Edward memeringati.
"Baik, Aku tidak akan nakal." ucap Mayleen.
Sedangkan di sebuah pohon yang tak jauh dari sana sepasang mata merah menatap mereka berdua dengan senyum seringai nya.
Edward dan Mayleen yang merasa ada seseorang mengamati nya, menoleh mencari keberadaan aura dari seseorang itu.
"Apakah merasakan seseorang mengamati kita?" tanya Edward
"Ya, aku merasakan nya. Namun seperti nya dia sudah pergi." ucap Mayleen karena sudah tidak merasakan aura itu.
"Ku harap kau hati hati saat ini, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan mu. Jika ada apa apa cepat kabari aku." ucap Edward.
"Em...baiklah. Aku masuk dulu." ucap Mayleen.
"Ya..." jawab Edward mencium kening Mayleen.
Mayleen pun pergi masuk, sedangkan Edward mengamati hingga Mayleen benar benar masuk.
Edward masuk kedalam mobil dan mereka pergi menuju perusahaan nya.
.
.
.
.
.
Siang hari nya, waktu menunjukkan jam siswa untuk pulang, Mayleen sedang menunggu taksi untuk mengantarkan nya pulang.
Tak lama menunggu taksi, akhirnya taksi itu pun datang.
Supir taksi turun, Mayleen yang melihat mengernyitkan alis nya karena melihat supir taksi lain dari yang lain. Ia memiliki perawakan tinggi, tampan gagah dan berkarisma.
"Apakah anda yang bernama Nona Mayleen?" tanya Supir taksi yang tak lain bernama Morgan.
"Benar, dan apakah anda pemilik taksi ini?" tanya Mayleen sedikit tidak percaya. Karena seharusnya pemuda yang ada di hadapan nya ini lebih pantas menjadi seorang CEO dari sebuah perusahaan.
"Iya. Baiklah kalau begitu antar saya pulang." ucap Mayleen membuang pikiran buruk nya.
"Mari Nona." ucap Morgan membukakan pintu.
Mayleen masuk kedalam mobil, Setelah itu Morgan juga masuk untuk mengemudikan mobil nya menuju kediaman Zhao.
Di dalam mobil Mayleen hanya diam dan hanya memandang ke luar jendela. Sedangkan Morgan sesekali melirik sekilas.
Entah kenapa perasaan Mayleen sungguh sangat tidak enak. Tiba tiba Suara yang tidak asing masuk kedalam fikiran nya.
"Kenapa kau merasa sangat gelisah?" tanya naga milik Mayleen yang memiliki nama Huang long.
Mayleen menengok mencari asal suara. Namun ia sama sekali tak melihat ada orang lain di dalam mobil ini selain Morgan. Mayleen tahu Suara itu bukan milik Morgan lalu siapa fikirnya.
"Kau mencari siapa? Aku ini ada di fikiran mu tak usah mencari ku di sekitar mu." ucap Huang long
"Siapa kau?" tanya Mayleen dalam hati dan fikiran.
"Aku ini naga milik mu. Sungguh menyedihkan sekali nasib ku karena tuan ku melupakan ku, dan lebih parah nya lagi dia tak pernah menemui ku." ucap Huang long dengan suara menyedihkan.
"Oh... jadi kau Naga itu. He...He...He... maaf..maaf, bukan aku ingin melupakan mu hanya saja......" ucap Mayleen.
"Apa kau merasa tidak nyaman dengan orang yang ada di dekat mu itu?" tanya Huang lu.
"Ya, aku merasa tidak nyaman, entah kenapa perasan ku sangat tidak enak." ucap Mayleen.
"Aku pun juga merasakan apa yang kau rasakan. Lebih baik kau hati hati dengan pemuda itu, aku memiliki firasat jika pemuda itu berbahaya." ucap Huang long.
"Ya." jawab Mayleen.
Mayleen mencoba setenang mungkin. Semoga apa yang ia rasakan dan takutkan saat ini tidak terjadi.
.
.
.
.
.
.