
Beberapa menit kemudian, Xiao xia dan Zhao berhasil membunuh hampir semua pasukan Morgan.
Morgan yang melihat sangat marah, mata nya yang merah melotot menatap tajam kedua pasangan suami istri itu.
"Apakah kau hanya akan menjadi penonton Paman ku tersayang?" tanya Zhao.
"Baiklah, mungkin memang ini adalah waktu ku untuk melawan dan membunuh kalian." ucap Morgan.
"Percaya diri sekali kau, apakah kau yakin bisa membunuh kami?" tanya Xiao Xia kesal melihat wajah Morgan yang tidak ada tampan tampan nya menurut nya.
"Ha...Ha..Ha..tentu saja aku bisa dengan mudah membunuh kalian." ucap Morgan
"Tapi aku tidak percaya." ucap Xiao xia mengalihkan pandangan ke arah Mayleen dan Edward yang saat ini sedang bertarung sengit melawan raja Ramon dan Luis.
Morgan menjadi semakin marah mendengar Xiao Xia yang seolah olah menghina nya lemah.
"Akan ku robek mulut busuk mu itu wanita sialan." maki Morgan
"Tapi aku yakin kau tidak akan bisa merobek mulut busuk ku ini " jawab Xiao xia.
"Benarkan sayang?" tanya Xiao xia kepada Zhao.
"Tentu saja sayang. Lagian mana mungkin aku membiarkan bajingan tua itu merobek mulut manis mu. lalu aku akan ******* apa jika dia merobek nya?" ucap Zhao menyentuh bibir Xiao Xia dan mencium nya.
Morgan semakin kesal saat melihat pasangan yang tidak tahu malu itu berciuman di depan nya.
Tanpa aba aba, Morgan melesat kan elemen hitam nya kearah mereka berdua.
Wuuuus.
Duuuuar....
Dengan secepat kilat Xiao xia dan Zhao melepas ciuman nya dan menghindar.
"Kau sungguh mengganggu." ucap Xiao Xia.
"........" Morgan hanya diam dengan sorot mata tajam nya.
"Kau itulah yang tidak tahu malu Xia, bisa bisanya kalian bermesraan disaat kalian ada di peperangan." ucap Arlong
"Itu urusan ku. Karena dia lah aku dan suamiku tidak bisa istirahat di kasur empuk ku." kesal Xiao Xia.
"Haih...." desah Arlong.
Morgan tiba tiba memejamkan matanya, mulut nya komat kamit seperti membaca suatu mantra.
Muncullah mahluk mahluk hitam besar dengan wajah mengerikan, memiliki tanduk, taring dan juga sayap di punggung nya. Xiao Xia dan juga Zhao mengerutkan alis nya melihat mahluk aneh yang berjumlah lima itu.
"Kenapa dia bisa mengeluarkan mahluk jelek seperti itu? Apakah dia sebenarnya juga mahluk jelek yang menyamar jadi laki laki tampan?" tanya Xiao Xia.
"Sayang aku cemburu Lo kamu mengatakan dia tampan, bukan kah aku ini lebih tampan dari nya?" tanya Zhao cemberut.
"Ya ya, kau memang lebih tampan, udah tua masih saja gampang merajuk." gumam Xiao Xia.
"Sayang......" kata Zhao.
Arlong yang melihat wajah menyedihkan Zhao karena mendapat bentakan Xiao xia langsung terbahak bahak, tanpa sepengetahuan Zhao.
.
.
"Apakah kalian takut melihat anak buah ku?" tanya Morgan.
"Sama sekali tidak." jawab Xiao Xia.
"Ha...Ha..Ha..aku sungguh mengagumi keberanian mu wanita cantik. Lebih baik kau mengalah saja dan jadilah wanita ku untuk menghangatkan ranjang ku." ucap Morgan.
Zhao yang mendengar jelas tidak terima. Dengan cepat ia melesat menyerang Morgan, namun sebelum itu Zhao di hadang oleh lima mahluk besar.
Melihat hal itu Zhao tidak ambil pusing, ia langsung menyerang mahluk yang menghalangi nya.
Wuuuus....Syuuut ...Syuut ...
Zhao melawan satu mahluk hitam itu. Ternyata mahluk itu tidaklah lemah, Zhao pun harus mengeluarkan kekuatan nya agar bisa mengalahkan Mahluk bersayap itu.
Zhao mengeluarkan pedang nya.
Sreeet.....Sreeet....
Zhao menebas mahluk itu, mahluk itu mengelak..
Zhao mengeluarkan kekuatan nya dan di arah kan ke mahluk itu.
Syuuut.......Duuuuar.....
Ledakan itu menghantam mahluk hitam besar. Namun saat asap itu menghilang mahluk itu sama sekali tidak terluka.
Geer.....
Mahluk menyerang Zhao dengan secepat kilat.
Wuuuuuus...
Zhao
.
.
.
.
.