
Hai semua nya. Autor ada novel baru, jika berkenan silahkan mampir.
Anak tak di akui &
Tahta suci.
....…...........................
Pagi hari, semua penghuni rumah sudah bangun dan kini mereka sudah ada di meja makan bersama Tuan Hao, Ayah Zhao.
"Kenapa pagi pagi kau sudah ada disini?" tanya Tuan Hao penasaran.
"Ya tuan, tadi malam saya menginap disini atas izin tuan Zhao." ucap Edward. Sedangkan zhao yang merasa tidak mengizinkan melotot dan mendengus dengan kesal.
Sungguh kekasih putri nya sangat sangat menyebalkan.
"Oh begitu." ucap Tuan Hao.
Setelah itu mereka melanjutkan sarapan pagi. Mayleen yang sudah selesai lebih dulu berpamitan kepada ayah dan bunda nya serta kakek nya.
"Aku berangkat dulu Ayah, bunda, kakek." pamit Mayleen karena sudah kesiangan untuk berangkat ke sekolah.
"Aku antar ya sayang?" ucap Edward.
"Apakah kamu tidak kekantor?" tanya Mayleen.
"Kekantor, tapi setelah mengantar kan mu." ucap Edward.
"Baiklah." ucap Mayleen.
"Kami berangkat dulu." pamit Edward dan Mayleen kepada semua nya.
"Ya, hati hati di jalan." ucap Xiao Xia.
Setelah berpamitan dengan keluarga nya, Mayleen dan Edward masuk kedalam mobil Edward yang saat ini di kemudikan oleh key yang sejak pagi tadi datang untuk mengantar kan pakaian Edward.
"Kita ke sekolahan dulu." ucap Edward.
"Baik tuan muda." ucap Key melajukan mobil nya.
Di dalam mobil Edward selalu usil kepada Mayleen selalu mengganggu Mayleen hingga Mayleen sangat kesal. Sedangkan key hanya mendengus sebal melihat keromantisan tuan nya.
"Sayang hentikan, kau membuat rambut ku berantakan." kesal Mayleen karena Edward terus menerus memainkan rambut nya dan menciumi pipi nya.
"Tidak bisa, aku selalu ingin seperti ini jika berada di dekat mu. Rasa nya ingin seperti ini terus. Sayang tidak usah sekolah ya, kita ke apartement saya." ucap Edward.
"Mau apa ke apartement?" tanya Mayleen bingung.
"Tentu saja membuat cucu Tuan Zhao." ucap Edward enteng.
Mayleen dan Key yang mendengar langsung terbatuk.
Uhuuuk....Uhuuuuk.,.
"Kau itu, tidak bisakah kalau bicara tidak ngelantur." pukul Mayleen ke bahu Edward.
"Kenapa? Aku beneran sayang. Dan untuk mu Key, kenapa kau terbatuk? Apakah kau ingin menertawakan ku?" tanya Edward.
"Tidak tuan, mana ada. Saya tadi hanya tersedak kadal buntung." ucap Key asal.
"Benarkah? Tapi mana ada kadal buntung di dalam mobil?" ucap Edward tidak mengerti.
"Ada tuan, dan itu sudah saya telan." ucap Kay
Edward sungguh bingung dengan kata key yang menurut nya sangat aneh. Berbeda dengan Mayleen yang terkekeh mendengar ucapan key.
"Sayang kenapa kau tertawa, Apakah ada yang lucu?" tanya Edward.
"Tidak ada, hanya ingin tertawa saja melihat kalian berdua." ucap Mayleen.
"Sayang ke apartement ya atau kalau tidak ke hotel saja." ucap Edward gila.
"Kau ingin mengajak ku ke hotel? Apakah kau tidak tahu aku ini masih sekolah. Dan apa kau ingin kepala mu meninggalkan leher mu jika bunda dan ayah tahu?." ucap Mayleen.
Edward yang sadar dan mengingat bagaimana hebat nya Xiao Xia langsung menelan ludah.
"Mana berani aku dengan wanita jelmaan iblis itu, bisa bisa aku menjadi santapan bahan latihan nya. Oh tidak, apalagi mengingat kata mengebiri si tua muda gila itu, bisa bisa diri ku hanya nama saja." ucap Edward dalam hati
Mayleen dan Key yang melihat wajah pucat Edward yang seperti nya sedang memikirkan kan sesuatu, menahan tawa nya agar tidak keluar.