Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 41


Setelah Edward pulang dari kediaman nya Mayleen kembali ke kamar dan merebahkan tubuh nya di atas ranjang. Mengambil hp dan membuka pesan masuk di hp nya.


"Sayang, ayah dan bunda malam ini tidak pulang, bunda pergi menemani ayah ke luar kota untuk menghadiri acara rekan bisnis ayah. Jadi baik baik lah di rumah bersama kakek.


Pesan Xiao xia yang telah di baca Mayleen.


"Baik bunda, hati hati di jalan. Aku sayang bunda." balasan Mayleen atas pesan Xiao xia.


Xiao xia dan Zhao lupa bahwa malam ini adalah malam bulan purnama, karena kesibukan dengan urusan mereka masing masing ia melupakan jika malam ini malam yang tidak baik untuk Mayleen.


Pukul sebelas malam. Di tempat yang tidak jauh dari rumah Zhao. Beberapa orang sedang mengintai rumah itu. Sedangkan satu orang masuk ke rumah Mayleen tanpa ada nya yang mengetahui mengintai keadaan di dalam rumah Zhao.


Tuan Hao dan Mayleen sudah berada di kamar masing masing mengistirahatkan tubuh mereka. Sedangkan orang yang mengintai mereka tersenyum menyeringai dan menghilang dari tempat itu.


wuuuuuus ......orang berpakaian hitam itu menghilang dan kini ada bersama rekan rekan nya.


"Bagaimana?" tanya ketua kelompok itu.


"Aman bos, hanya ada beberapa pelayan dan gadis itu beserta pria paruh baya." ucap Berpakaian hitam yang mengintai tadi.


"Baiklah, ayo kita laksanakan tugas kita." ucap ketua kelompok, dan mereka semua menghilang tepat di kamar Mayleen.


Mereka semua saling pandang tanda untuk cepat melakukan nya. Namun seorang dari mereka yang ingin mengangkat tubuh Mayleen terpental dan tubuhnya menabrak ke tembok karena pukulan dari seseorang.


"Berani sekali kalian ingin menyentuh nya." ucap Edward dengan mata merah menatap tajam semua orang itu yang tak lain bawahan Luis.


"Pangeran Maaf kami, kami hanya menjalan kan perintah." ucap Ketua kelompok.


"Pergi, jangan sampai kalian membuat ku marah dan membunuh kalian semua." ucap Edward marah.


Bawahan Luis saling pandang mendapatkan ancaman dari Edward. Sebenarnya mereka takut dengan pangeran kedua ini, karena mereka tahu pangeran Edward itu sangat kejam jika berani mengganggu atau mengganggu miliknya, ia tidak akan segan membunuh siapa pun yang berani mengusiknya.


Tapi apa boleh buat mereka hanya sebagai bawahan yang harus mematuhi perintah tuan mereka. Dan kini mereka mau tidak mau harus menghadapi pangeran yang terbilang kejam ini, mereka pun mengangguk tanda untuk maju menyerang Edward.


Pukulan demi pukulan mereka saling layangkan, Karena tidak ingin Mayleen terusik, Edward meninggalkan Mayleen agar anak buah Luis mengikuti nya.


Wuuuuus....Melihat Edward keluar dari kamar mereka semua mengikuti dan terjadilah pertempuran antara Edward dan beberapa anak buah Luis.


Syuuut....Syuuuut....Buuuuk....Buuuk....pukulan serta tendangan Edward layangkan dan ke tubuh anak buah Luis.


"Aaaah....." jerit mereka semua karena Edward dengan mudah mengalahkan nya.


"Sial...." umpat ketua kelompok itu.


Wuuuus....ia kembali melesat menyerang Edward.


"Dasar tudak tahu diri, apa kamu pikir bisa mengalahkan ku." ucap Edward santai.


Wuuus....Edward melesat menyerah Ketua kelompok itu dan


Buuuuk....Buuuk....Edward menghajar dengan membabi buta.


"Pa...pangeran ampuni kami..." ucap Ketua kelompok.


"Cih...kalian pikir aku akan mengmpuni kalian." ucap Edward dan mengeluarkan pedang nya menebas kepala ketua itu tanpa belas kasih.


Beberapa anak buah Luis yang masih bertahan bergidik ngeri melihat kebringasan Pangeran mereka yang tanpa ampun.


Edward berjalan mendekati mereka yang masih bertahan.


Wuuuus...Craaas....Craaass...Craaas...Edward dengan brutal menebas kepala mereka hingga semua nya mati dan setelah itu tubuh mereka semua menghilang menjadi abu.


"Ciih sungguh merepotkan." ucap Edward menyimpan kembali pedang nya dan menghilang dari tempat itu menuju kamar Mayleen.


Wuuuuuus.....