Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 67


Pemuda yang baru bangun dari peti itu perlahan menolehkan kepalanya kesamping. Dilihatnya banyak orang yang sedang melihat ke arah nya.


Raja Ramon yang melihat putra pertamanya bangun tersenyum senang dan menghampiri nya.


"Akhirnya kau bangun putra ku." ucap raja Ramon.


"......." pangeran pertama hanya diam tak menjawab.


Seorang kepercaaan raja Ramon berteriak.


"Beri hormat kepada pangeran pertama." ucap Orang kepercayaan raja Ramon bernama Rano.


"Hormat kepada pangeran pertama." ucap semua bawahan serempak memberi hormat dengan membungkukkan badan nya dan menaruh tangan kanan nya di dada.


"Mari putra ku, Pangeran Luis bantu ayah memapah kakak mu." perintah raja Ramon.


"Baik ayah." ucap Luis menghampiri raja Ramon serta pangeran pertama.


Dengan perlahan dan tertatih tatih pangeran pertama di bawa ke kamar tempat istirahatnya yang telah di siapkan.


Setelah sampai, pangeran Luis merebahkan tubuh pangeran perlahan dengan perlahan.


"Istirahatlah, ayah akan keluar. Ayah akan memerintah dokter memeriksa keadaan mu." ucap raja Ramon.


raja Ramon keluar memerintah pengawal untuk memanggil dokter pribadi kerajaan untuk memeriksa keadaan pangeran pertama. Sedangkan Luis masih setia menemani pengeran pertama di dalam kamar.


Pangeran pertama melihat Luis ada di samping nya sambil berdiri bertanya.


'Siapa nama mu?" tanya pangeran pertama.


"Luis pangeran pertama." ucap Luis memperkenalkan diri.


"......." Lama diam pangeran pertama bertanya kembali. " Apakah hanya kau saja yang menjadi adik ku?" tanya pangeran pertama lagi.


"Maksud mu?" tanya pangeran pertama tidak mengerti.


"Edward lebih melindungi musuh dan target dari pada menuruti perintah ayah. Ayah memerintahkan Edward untuk menangkap wanita yang memiliki tanda bintang di tubuhnya. Namun bukan nya ia menangkap wanita itu melainkan malah mencintai dan melindungi nya." ucap Luis menjelaskan.


"Tanda bintang?." gumam pangeran pertama.


Namun sebelum pangeran pertama bertanya, dokter kerajaan masuk untuk memeriksa keadaan Pangeran pertama.


"Salam pangeran pertama, Pangeran Luis." ucap Dokter.


"Em....."


"Silahkan periksa keadaan pangeran pertama." perintah Pangeran Luis.


"Baik pangeran." ucap dokter Seno.


Dokter Seno pun memeriksa keadaan pangeran pertama dan setelah selesai ia memberikan vitamin dan pil penguat tubuh. Dokter Seno pun setelah itu berpamitan dan membiarkan agar pangeran istirahat untuk memulihkan tubuh ya.


Pangeran Luis pun juga pergi meninggalkan pangeran pertama di kamar nya. Setelah semua nya pergi, pangeran pertama bangun dan bersandar di ranjang sambil tersenyum menyeringai.


"Dunia ini seperti nya sungguh menarik. Dan barusan aku merasakan aura yang tidak asing. Iblis.....Sungguh sangat sangat menarik. Apalagi tentang yang di katakan Luis, tanda bintang. Em...seperti nya aku harus lekas memulihkan kekuatan ku setelah itu bersenang senang." ucap Pangeran pertama.


Zhao yang ada di kediaman merasakan aura itu semakin jelas sekilas tadi.


"Benar dia, Aku merasakan aura itu sekilas. Semoga saja yang ku khawatirkan tidak terjadi. Aku harus segera memberitahukan ini kepada Xiao xio." ucap Zhao mulai gelisah dengan aura yang di kenal nya.


Satu Minggu berlalu. Dan saat ini Mayleen masih dalam pingsan nya. Zhao yang menyusul xiao berada dan melihat Mayleen pingsan langsung membawa mereka pergi dari hutan dan saat ini berada di sebuah vila yang jauh dari penduduk.


Edward sesekali dia menjenguk Mayleen. Namun wanita yang di cintai nya masih saja melum sadar kan diri. Edward harus bolak balik ke kota untuk mengurus perusahaan nya, karena bagaimana pun ia adalah seorang CEO, jadi ia tidak boleh meninggalkan tugas nya.


.