
Melihat hal itu Morgan sangat marah karena kekuatan yang di lancarkan tidak melukai Mayleen.
Aku akan membunuhmu." marah Morgan dengan menguarkan kekuatan racun di seluruh tubuh nya.
Dewa Guan Yu membuka sayap nya, berdiri kembali dengan gagah di belakang Mayleen.
Mayleen yang melihat Morgan seperti itu berjalan santai, maju mendekati tanpa rasa takut.
Morgan yang melihat sebenarnya sangat gemetar merasakan aura yang sangat sangat mengerikan. Setiap Mayleen melangkah, dewa Guan Yu juga ikut melangkah sehingga tanah bergetar hebat.
Namun rasa takut Morgan ia tutup dengan rasa keras kepala nya hingga ia terus melawan melawan dan melawan. Sudah di pastikan dalam pertarungan ini akan di menangkan oleh Mayleen si putra takdir dewa Guan Yu.
Mayleen berhenti tak jauh dari Morgan yang sudah gemetar. Ia terbang ke atas, berdiri melayang, merentangkan ke dua tangan nya. Sebuah simbol bintang muncul dan bersinar di atas kepalanya. Morgan yang melihat waspada, sehingga dia harus benar benar mengeluarkan seluruh kekuatan yang ia miliki.
Mayleen mengambil pola bintang besar yang melayang di atas kepala nya dengan kedua tangan nya. Dan secepat kilat Mayleen arah kan ke Morgan dengan kekuatan serta bantuan dewa Guan yu.
Wuuuuuus........
Morgan yang melihat mengelurkan racun serta kekuatan hitam nya dan ia arah kan juga ke pola bintang yang di lempar Mayleen.
Kekuatan itu beradu dan saling tabrak. Siapa yang lebih kuat dialah pemenangnya.
Morgan dan Mayleen saling mendorong kelautan itu. Dewa Guan yu juga tidak tinggal diam, dia mengeluarkan pola 'X' di bawah kaki nya dan tiba tiba menghilang. Selang beberapa detik tanda 'X' itu muncul di atas Morgan dan turun, menekan tubuh Morgan dengan kuat sehingga ia harus menahan nya dan melepas kekuatan nya, hingga akhirnya pola bintang itu maju dan menghantam tubuh raksasa Morgan dan langsung terlempar sangat jauh.
Mayleen tak sampai di situ, ia terbang dengan di ikuti dewa Guan yu ke arah Morgan yang terlempar, dilihat nya Morgan dalam ke adaan buruk, terluka parah dan tubuh nya ada yang hilang dan hancur. Lima tangan patah, dada nya terluka cukup parah hingga mengeluarkan asap sisa hantaman kekuatan. Namun ia masih saja sadar dan bertahan.
Uhuuuuk.....Uhuuuuk......
Morgan mencoba untuk duduk dengan sisa kekuatan nya. Mayleen menatap dengan pandangan santai.
"A... apakah k...kau a...kan membunuh ku?" ucap Morgan terbata. "A..ku aku...i ak..u kal...ah" lanjutnya.
Tampa mendengar Morgan berbicara lagi, Mayleen mengangkat pedang nya dan mengarahkan ke Morgan, begitupun dewa Guan yu, pedang panjang nya terangkat ke atas siap menebas mahluk iblis di depan nya.
Syuuuuut......
Craaaaaas........
Pedang panjang itu menebas tubuh raksasa Morgan dengan sekali tebas, tubuh itu hancur dan memunceratkan darah Hitam dan hijau di tubuh nya.
Mayleen membaca sebuah mantra, dan muncullah serbuk emas dari langit membersihkan dan menyegel iblis Morgan agar tidak dapat di bangkitkan atau di reinkarnasi kan suatu saat nanti. Setelah semua nya selesai perlahan bayangan dewa Guan yu menghilang dan perlahan ke sadaran Mayleen pun juga menghilang, ia pingsan di tempat.
Beberapa menit kemudian.
Seorang laki laki muda berusaha membangunkan kekasih hatinya, menepuk nepuk pipi dengan perlahan.
Beberapa kali mencoba membangunkan, akhirnya Mayleen perlahan membuka matanya.
Eemmh......Lenguh Mayleen.
Sayang akhirnya kau bangun, aku takut sekali." ucap Edward senang dan menyandarkan tubuh Mayleen dalam dekapan nya.
"Aku kenapa?" tanya Mayleen .
"Kamu hanya kelelahan sayang." jawab Edward.
"Emm......" Mayleen sedikit ingat di kepalanya dengan musuh nya Morgan. "Bagaimana dengan iblis itu?" tanya Mayleen.
"Kamu berhasil mengalahkan dan mengakhiri semua nya. Aku bangga pada mu sayang, terimakasih karena melindungi kami semua." ucap Edward memeluk Mayleen.
"Em....." Mayleen hanya mengangguk, tubuh nya masih lemas. Sejenak ia teringat ayah dan bunda nya kenapa saat sejak membuka mata ia tidak melihat kedua orang tua nya.
"Dimana ayah dan bunda?" tanya Mayleen
"Ayah? Bunda?" ucap Edward.
"Ya, dimana ayah dan bunda kenapa dari tadi aku tidak melihat nya?" tanya Mayleen
Edward diam sambil menunduk, mengingat pesan Zhao dan Xiao Xia.
"Edward, bolehkah aku meminta sesuatu dari mu?" ucap Xiao xia.
"Jika aku bisa aku akan memberikannya bunda." ucap Edward.
"Tolong jaga putri bunda, kami tidak bisa menemaninya kembali. Bunda dan ayah hanya bisa berharap kepada mu. Aku tahu kau sangat mencintai putri ku, maka dari itu aku akan memberikan kesempatan ini pada mu.
"Kau tahu? Saat kita melakukan penggabungan ini, semua ada resiko nya yaitu tidak bisa kembali lagi ke dunia luar. Namun ayah dan bunda mencoba melawan takdir mengeluarkan mu dari sini dengan kekuatan kami agar kalian bisa bersama nanti nya, Yah...walaupun kami sendiri tidak akan bisa bersama dengan nya. Bunda dan ayah berharap kau bisa menjaga nya. Titip pesan kepada putri bunda tersayang, kami sangat mencintai nya." ucap Xiao xia dalam pelukan Zhao dan perlahan tubuh mereka menghilang setelah berusaha mengeluarkan Edward dalam penyatuan tubuh.
.
.
.
.
Selamat membaca..
Jangan lupa like and komen