
Bola hitam besar mengarah ke arah Zhao.
Duuuuuar....
Ledakan besar terjadi.
Xiao Xia diam melihat ke arah langit, dimana Zhao dan mahluk hitam itu sedang berkelahi.
"Seperti nya mahluk mahluk jelek ini cukup merepotkan." gumam Xiao Xia.
Saat sedang melihat pertarungan suami nya, Xiao xia tidak menyadari dua mahluk bersayap itu menyerang ke arah nya.
Duuuuuar......
Ledakan terjadi di depan nya. Xiao xia menatap tajam mahluk mahluk besar itu dengan pandangan kesal dan marah. Untung saja saat itu Phoenix tiba tiba keluar dan menghalau kekuatan itu hingga Xiao xia tidak apa apa dan hanya melihat ledakan besar di depan nya..
Xiao Xia menatap mahluk itu dengan sorot mata membunuh.
Tiba tiba atmosfir di tempat itu menjadi berubah. Edward dan yang lainnya yang sedang bertarung langsung menoleh ke arah aura mengerikan itu.
"Apakah ini aura dari bunda." batin Mayleen dan Edward
Sedangkan Luis dan Ramon beserta lain nya yang merasakan sedikit gemetar karena terlalu tertekan dengan aura yang sangat kuat dan mengerikan itu.
"Berani nya kalian menyerang ku tanpa minta izin." geram Xiao Xia.
Xiao Xia mengeluarkan kekuatan nya dan mengibaskan tangan nya.
Buuuk....
Bruuuuk.....
Satu mahluk hitam besar itu terpental jauh hingga menabrak pepohonan.
"Bunuh mereka." perintah Xiao Xia kepada Phoenix.
Dengan cepat Phoenix mengibaskan sayap nya dan melesat ke arah 2 mahluk besar itu.
Wuuuuuus.....
Api berkobar dari tubuh Phoenix, terbang menyerang dua mahluk hitam. Semburan api dari mulut nya melesat ke arah mahluk itu.
Wuuuuuus.....
Duuuuar.......
Mahluk hitam menghalau dengan kekuatan bola hitam nya dan terjadilah benturan serta ledakan besar.
Hutan yang sudah hancur kini bertambah lebih hancur.
Phoenix api terbang ke langit mengejar mahluk hitam. Mereka bertiga bertarung di atas dan hal itu membuat seluruh penduduk kota melihat nya. Banyak mata menyaksikan kobaran api di tubuh Phoenix dan suara pekikan yang terdengar di penjuru negara C. Mereka semua seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.
Menurut nya, Bagaimana bisa mahluk mitologi itu ada di jaman sekarang, banyak warga yang mengabadikan momen langka ini, mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan yang belum tentu dapat mereka lihat suatu hari nanti.
Sedangkan di tempat pertarungan.
Morgan menatap tajam Xiao Xia.
"Heh.... ternyata kau memiliki hewan itu. Siapa kau sebenarnya?" tanya Morgan penasaran.
"Kau tidak perlu tahu siapa aku." jawab Xiao Xia.
"Seperti nya akan lebih sulit berhadapan dengan wanita ini dari pada laki laki itu." gumam Morgan.
Morgan pun memerintahkan 2 mahluk ciptaan nya yang tersisa untuk melawan Xiao Xia.
Pertarungan pun terjadi, namun kali ini mau tidak mau Xiao xia harus menyelesaikan mahluk mahluk menjijikkan itu, agar dia bisa cepat melawan Morgan.
"Jangan bertindak bodoh. Dia itu bukan lah kakak kita seperti yang kau bilang." ucap Edward masih bertarung dengan Luis.
"Apakah mata mu buta? Bukan kah ayah sudah bilang kalau dia adalah anak dari ratu terdahulu." ucap Luis.
Buuuk.....Buuuk....
Mereka berdua masih terus bertarung, saling pukul, menendang dan mengeluarkan Kekuatan.
"Tapi dia memang bukan kakak kita, sadarlah kau itu hanya di percaya oleh mereka." ucap Edward
"Kaulah yang telah diperdaya oleh keluarga wanita itu." ucap Luis. "Aku tidak ingin memiliki adik yang menghianati keluarga nya hanya demi wanita iblis itu."
"Jangan menghina nya, dia adalah wanita ku." geram Edward tidak terima.
Syuuut....Syuuuut
Buuuk....Buuuk......
Wuuuus......
Duuuuuuuar ..........
Tanpa memberi jeda Edward melesat di arah asap yang masih mengepul dan.
Buuuk.....
Edward menendang tubuh Luis hingga terpental jauh, menabrak pepohonan
Uhuuuk....Uhuuuuk.....
Luis memuntahkan seteguk darah dari mulut nya.
Wuuuuuus....
Edward melesat ke arah Luis yang sedang terluka. Dan kini ada di depan nya.
Edward berdiri di depan Luis dan mengeluarkan bola putih ditangannya.
Sing...
Melihat Edward yang siap membunuh nya, Luis sudah pasrah, mungkin memang seperti inilah cara dia mati. Mati di tangan adik nya sendiri.
"Bunuh lah aku jika itu akan bisa membuat mu senang, dan akan tetap menjadi ras vampir." ucap Luis lirih sambil menahan dada nya yang terluka.
"Walaupun aku tidak berada di kastil, tapi sebenarnya aku ini tetap lah ras vampir. Hanya saja aku tidak suka hidup seperti kalian yang memiliki ambisi menguasai dunia. Apakah kau tahu? Sebenarnya aku ini sangat menyayangi mu?" ucap Edward.
Luis diam menunduk mendengar perkataan Edward. Dia berfikir mungkin dia lah kakak yang tidak baik untuk Edward hingga berniat untuk membunuhnya.
Edward dalam bentuk Vampir, memiliki sayap di punggung, dan untuk mata nya anggap saja itu merah. karena autor susah nyari nya.
Gambar hanya untuk pemanis saja ya
.
.
.
.
.
.