
Di ED Group.
"Apa kau ingin menjelaskan sesuatu?" ucap Edward.
"Tuan, maaf tuan. saya tidak tahu apa yang saya perbuat, Saya tidak ada niat untuk berbicara seperti itu. Entah kenapa bibir saya berbicara sendiri walaupun saya ingin menolaknya." ucap Key.
"Apakah yang kamu bicara kan benar." ucap Edward.
"Benar tuan, saya tidak berani berbohong kepada anda. Selama ini bukan kah anda lebih paham saya tuan." ucap Key.
"Hah...Sudah lah. Seperti nya ini sangat aneh, Apa kamu tahu saat aku berjabat tangan dengan taun Zhao, aku merasakan seuatu yang sangat aneh, Apalagi saat melihat matanya. Seperti ingin menelan ku hidup hidup." ucap Edward
"Benar tuan, seperti kita ada di kandang singa yanga kapan pun singa itu siap memakan kita." ucap Key.
"Em..seperti nya kita harus berhati hati dengan nya. Aku berfikir dia bukan orang sembarangan yang mudah kita singgung." ucap Edward.
"Benar tuan." ucap key.
"Hei..jangan merasa senang dulu kau. Aku belum memberi mu pelajaran karena kau twlah mempermalukan ku." ucap Edward.
"Ampun tuan ampun, ampuni saya tuan." ucap Key.
Tanpa memperdulikan Key yang memohon Edward memberikan bogem nya ke Key.
Buukk...Buukk...Buuuk...suara pukulan mendarat di tubuh Key.
"Ampun tuan." ucap Key memohon ampun.
"Kau payah sekali, begitu saja kau sudah merintih, Apa begitu sakit nya pukulan ku?." ucap Edward
"Sangat sakit bodoh, kau meninjuku seperti ingin membunuh ku, lihatlah wajah ganteng pari purna ku hancue seketika. Tuhan bagaimana kalau tidak ada cwe yang melirik ku lagi." ucap Key dalam hati.
"Tidak tuan, ini tidak sakit hanya nyeri sedikit." ucap Key.
"Cih..pintar sekali ini mulut berbicara." ucap key dalam hati.
"Pergilah ke ruangan mu, malas aku melihat wajah jelek mu itu." ucap Edward.
"Bukan kah kau yang membuat wajah tampan ku menjadi jelek, setelah menjelekkan wajah ku seperti ini kau bilang malas. Huuh rasanya aku ingin sekali menonjok muka mu juga dan aku akan berkata. AKU MALAS MELIHAT WAJAH MU SEPERTI BABI." ucap Key dalam hati.
"Apakah kau mengumpat ku Key?" ucap Edward.
"Tidak tuan, mana berani saya mengumpat anda." ucap Key.
"Bagus." ucap Edward.
Sore hari nya Edward dan Key pulang lebih dulu, ia akan pergi ke suatu tempat untuk menghadari pesta rekan bisnis nya.
Saat di jalan ia melihat Mayleen sedang berada di atas motor matic nya saat di lampu merah.
"Kamu di sini saja aku mau keluar." ucap Edward.
"Ada apa tuan?" ucap Key.
Tanpa menjawab Edward turun dari mobil nya berjalan menuju Mayleen dan langsung naik di motor Mayleen.
"Hei..." ucap Mayleen kaget.
"Apa." ucap Edward
"Kau lagi, turun kau." ucap Mayleen.
"Tidak mau." ucap Edward memeluk pinggang Mayleen.
"Lepas, apa apaan kau ini main peluk peluk. Lepas tidak." ucap Mayleen kesal.
"Tidak akan." ucap Edward.
"Dasar tidak tahu malu, mesum." ucap Mayleen sungguh kesal.
Mereka berdua ribut di atas motor, pengendara yang lain yang mendengar sangat kesal.
"Bisakah kalian diam, kenapa kalian ribut di jalanan." ucap Pengendara lain di samping Mayleen.
"Maaf nyonya, pacar saya sedang marah makanya kami ribut " ucap Edward.
"Apa?, siapa yang pacar mu." ucap Mayleen.
"Sudahlah sayang marah nya jangan di jalan malu dong ma yang lain, kita selesaikan di tempat lain ok." ucap Edward tanpa malu.
Sedang kan tak jauh dari sana sepasang mata sedang memerhatikan mereka berdua.
"Bukan kah itu Edward, sedang apa dia disana, dan dengan siapa dia?" ucap pemuda di dalam mobil.
"Cincin ini menyala, apakah pemilik tanda ada di sekitar sini." ucap nya lagi sambil melihat sekeliling.
Edward merasakan sesuatu yang tak asing.
"Sial dia juga di sini." umpat Edward dalam hati.
Melihat lampu sudah hijau. Edward memerintah Mayleen agar cepat meningalkan tempat itu. Ia tidak ingin pemuda yang ada di dalam mobil mengetahui siapa pemilik tanda bintang itu.
selamat membaca
jangan lupa like adn komen.