
Edward tetap diam menatap Luis yang sudah pasrah.
Di tempat pertempuran Mayleen.
Raja Ramon masih terus menyerang Mayleen. Ia mengeluarkan banyak kelelawar hitam yang lumayan besar. Mayleen mengangkat pedang nya dan menebas kelelawar kelelawar itu.
Lama ia menyerang kelelawar hitam, dilihat nya kelelawar itu masih banyak dan malah semakin banyak.
Karena kesal Mayleen terbang ke atas dan merentangkan tangan nya, merubah dirinya ke bentuk iblis dengan mata merah menyala.
Secepat kilat Mayleen melesat dan membakar semua kelewar kelelawar hingga hangus tanpa sisa. Sedangkan Ramon mengalihkan pandangannya ke arah dua putra nya. Dilihat nya Luis sedang terluka dan Edward memegang sebuah bola putih yang siap kapan saja di layangkan ke arah Luis.
Edward yang mengangkat tangan nya siap melepas bola putih itu ke tubuh Luis, dengan secepat kilat raja Ramon menghilang dari tempat nya menuju kedua putra nya.
Buuuuk.... ..
Raja Ramon menendang tubuh Edward hingga mundur. Sedangkan bola putih yang di pegang nya melesat ke udara dan meledak.
Duuuuuar......
Edward menatap ke arah ayah dan kakak nya dengan sorot yang sulit di jelaskan.
"Apa kau ingin membunuh kakak mu?" tanya raja Ramon.
"Buka kah kalian berniat membunuh ku?" Bukannya Edward menjawab namun dia malah memberikan pertanyaan.
Raja Ramon diam tidak menjawab pertanyaan Edward, ia membantu Luis untuk berdiri.
Sedangkan Mayleen yang sudah berhasil menghabisi seluruh kelelawar mencari keberadaan raja Ramon. Dilihat nya sekeliling, akhirnya matanya melihat raja Ramon yang sedang bersama Edward.
Mayleen terbang ke arah mereka, namun sebelum sampai ia di hadang oleh Morgan.
".........." Mayleen berhenti dan diam menatap Morgan yang ada di depan nya.
"Kita bertemu kembali gadis iblis." ucap Morgan.
"......." Mayleen diam tidak menjawab.
"Ayo kita lanjutkan permainan kita dulu." ucap Morgan secepat kilat ada di depan Mayleen dan....
Buuuk.....
Morgan menendang tubuh Mayleen hingga terpental.
Braaaak.....
Edward yang mendengar langsung menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya Mayleen yang terluka, dengan secepat kilat Edward menghampiri Mayleen dan membantu nya.
"Apakah kau tidak apa apa sayang?" tanya Edward.
"Ya, aku baik baik saja." jawab Mayleen berdiri.
"Sungguh pasangan yang serasi." ucap Morgan.
Tanpa basa-basi Morgan menyerang mereka berdua.
Buuuk...Buuk....Buuk.
Edward dan Mayleen mencoba menangkis pukulan demi pukulan yang Morgan layangkan. Berbeda dengan Xiao Xia dan Zhao yang saat ini sedang melawan mahluk hitam bersayap itu.
Telinga Xiao Xia mendengar suara ledakan dari arah lain. Saat ia mengalihkan pandangannya matanya melotot melihat Morgan menyerang putri dan calon menantu nya.
"Aku harus cepat membereskan mahluk menjijikkan ini." ucap Xiao xia mengeluarkan pedang nya dan menebas salah satu sayap mahluk hitam itu.
Craaaas.....
Sayap pun terpotong dan mahluk itu jatuh ke tanah.
Buuuuuk..
Xiao Xia melesat ke arah mahluk yang tadi terjatuh dan langsung menancapkan pedang nya di jantung mahluk hitam.
Jleeeeb....
Darah Hitam keluar dari dada mahluk hitam dan seketika ia langsung mati. Setelah itu Xiao xia mengeluarkan api nya dan membakar mahluk bersayap hingga menjadi abu.
Setelah itu mata Xiao Xia beralih ke mahluk satu nya dan secepat kilat Xiao xia menyerang.
Craaas.....Craaaas.....
Tebasan demi tebasan ia layang kan, namun tubuh mahluk itu kembali pulih saat ia terkena tebasan pedang Xiao xia.
"Seperti nya sayapnya itu yang menjadi kelemahan nya." gumam Xiao Xia.
Xiao xia mengalihkan perhatian mahluk hitam bersayap. Tebas tebas terus menebas tidak memberikan mahluk itu kesempatan untuk menyembuhkan diri, dengan cepat Xiao Xia menghilang dan kini berada di belakang mahluk hitam.
Craaas......
Kedua sayap hitam itu terpotong dan setelah nya Xiao xia menghunuskan pedang api di punggung mahluk hitam hingga tembus ke jantung.
Dua mahluk hitam bersayap yang Xiao xia hadapi telah mati. Ia beralih menatap suami dan Phoenix yang seperti nya juga berhasil membunuh mahluk hitam bersayap.
Xiao Xia dengan Jirah perang
.
.
.
.
.
.