
Maaf beberapa hari ini autor tidak update, di karenakan istrinya adik autor baru melahirkan. Jadi tolong di maklumi🙏🙏🙏
. . . . . . . . . . . . . .
Mayleen mengeluarkan pedang nya dan menyerang Edward. Melihat Mayleen yang ingin menyerang nya, Edward melesat menjauh dari Mayleen. Namun Mayleen tidak diam saja melesat pergi mengejar Edward.
Wuuuus.....
Melihat Mayleen yang menggunakan sebuah pedang, Edward juga mengelurkan pedang nya dan.
Traaang...Traaaang...Traaang...
Wuuusss....Duuuar....
Mayleen menatap Edward dengan pandangan dingin dan melesat kembali menyerang Edward.
"Bunuh....." ucap Mayleen.
"Sayang berhenti, kenapa kamu menyerang ku." ucap Edward menangkis serangan Mayleen.
Traaang...Traaang...Traaaang....
Pedang mereka berdua saling beradu, ledakan demi ledakan terdengar di tempat itu.
"Darah...Darah..." ucap Mayleen
"Darah?, apakah dia menginginkan darah. Siapa diri mu sebenarnya?" ucap.Edward dalam hati.
"Darah...." ucap Mayleen.
Mayleen melesat ke arah Edward. Edward yang melihat hanya diam melihat Mayleen mendekat ke arahnya.
Saat Mayleen sampai di dekat tubuhnya dengan cepat Edward mencekal tangan Mayleen yang ingin mengayunkan pedang nya ke arah nya dan setelah itu membawa tubuh Mayleen dalam pelukannya.
"Hisap lah." ucap Edward memerintah agar Mayleen menghisap darah nya.
Dengan cepat Mayleen menghisap darah di leher Edward.
"Sssshht..." Edward memejamkan matanya saat merasakan darah nya di hisap Mayleen.
Perlahan Mayleen lebih tenang, dan dengan perlahan rambut mayleen berubah menjadi hitam. Sebuah tanda juga nampak di tengah tengah di alis Mayleen, sedangkan Edward juga memiliki sebuah tanda di leher nya tepat nya di samping gigitan Mayleen.
Setelah merasa cukup Mayleen melapas gigitan nya dari leher Edward. Mayleen menatap wajah Edward dengan diam.
"Apakah sudah puas." ucap Edward Mengelus kepala Mayleen.
"........" Mayleen diam, Setelah itu.
Bruuuuk...Mayleen pingsan, dan Edward menangkap tubuh Mayleen masuk dalam dekapan nya.
Edward menagnggkat tubuh Mayleen dalam gendongan nya dan pergi meninggal kan tempat itu.
Wuuuuuus.....
Edward melesat secepat kilat mencari tempat untuk mereka istirahat karena waktu pun masih menunjukkan dini hari.
Setelah beberapa detik Edward sudah sampai di sebuah bangunan kecil yang tidak berpenghuni.
Edward melangkahkan kakinya masuk kedalam melihat kamar yang sangat kotor, Edward membaca sebuah mantra dan dengan cepat tempat itu menjadi sangat indah dan juga bersih.
Melihat tempat itu sudah nyaman Edward tersenyum kecil.
"Bagini lebih baik." ucap Edward berjalan mendekati ranjang dan meletakkan tubuh Mayleen di atas ranjang yang lumayan besar.
Setelah meletakkan Mayleen di atas ranjang, Edward ikut menyusul naik dan merebahkan tubuhnya di samping Mayleen yang saat ini sedang pingsan.
Di tatap nya wajah wanita cantik yang ada di depan nya, mengelus pipi mulus yang sangat lembut itu. Dan pandangan nya beraling menatap bibir yang sangat menggoda ingin segera ia rasakan.
Gleeek.... Karena tidak tahan melihat bibir merah muda itu Edward mendekatkan wajah nya dan mencium bibir Mayleen.
Cuup....
"Manis." ucap Edward.
Karena masih ingin merasakan, Edward kembali mendekatkan wajah nya dan mencium kembali bibir ranum itu. Namun kali ini tidak hanya sebuah kecupan melainkan sebuah lum*t*n kecil, menghis*p dengan pelan.
Edward tidak terus melakukan, menghis*p bibir bawah Maylen. Lama menikmati Bibir ramun itu tanpa memperdulikan yang pemilik sedang pingsan, Edward tidak menyadari sang empu sudah membuka mata dengan mata melotot karena merasakan bibirnya sedang di his*p oleh seseorang yang sangat ia kenal yaitu Edward.