
"Seperti anak kecil saja." gumam Xiao Xia di televon. Namun semua itu masih di dengar oleh Zhao dan Edward.
"Benar, seperti anak kecil saja." Edward menimpali ucapan Xiao Xia.
Xiao Xia yang mendengar langsung menoleh dengan melototi Edward. Edward yang mendapat pelototan dari Xiao Xia langsung salah tingkah.
"He...he...he..." Edward menggaruk kepala nya yang tidak gatal dan beralih melihat Mayleen.
"Kenapa dengan mu, sebenar nya apa yang terjadi. Kenapa kamu seperti kesakitan." ucap Edward dalam hati.
Zhao yang mendengar gumaman serta suara yang tidak asing baginya mendengus sebal.
"Apakah kau bersama dengan bajingan tengil itu?" tanya zhao.
"Em...." jawab Xiao Xia.
"Kenapa kau ada bersama nya, apakah kau ingin menyelingkuhi suami mu yang tampan ini dan bersaing dengan putri mu?." ucap Zhao asal tanpa tahu Xiao Xia akan marah dengan ucapan nya.
Mendengar Zhao berbicara ngawur, Xiao xia mendengus kesal dan marah.
"Seperti nya kau tambah hari tambah inginku bunuh Zhao sialan. Dan aku merasa kau sudah rindu ingin tidur di luar rumah seperti nya." ucap Xiao Xia dengan suara penuh penekanan.
Zhao yang mendengar kata 'zhao sialan' langsung menepuk jidat nya. Ia salah dalam berbicara hingga membuat Xiao xia marah. Zhao tahu jika kata itu sudah keluar dari mulut istrinya pasti dia sudah sangat marah.
Sedang kan Edward yang mendengar tertawa cekikikan Sambil menutup mulutnya.
"Sayang jangan marah nya, aku tahu aku salah. Ok..ok aku salah, maafkan aku." ucap Zhao memohon dengan suara memelas nya.
Tanpa mau mendengar lagi, Xiao xia menutup teleponnya. Dan hal itu berhasil membuat Zhao yang berada di rumah kalang kabut.
"Sial....sial....alamat tidak dapat jatah dan tidur di luar. Ya, semoga saja hanya tidur di luar." ucap Zhao lesu sambil berharap hanya di suruh istri nya tidur di luar.
Sedangkan Mayleen yang saat ini sedang dalam alam kesakitan tiba tiba dia pingsan. Edward dan Xiao Xia yang melihat langsung menghampiri nya.
Mayleen pingsan. Namun di alam bawah sadar nya ia saat ini sedang kebingungan karena berada di suatu tempat yang tidak ia ketahui.
"Dimana ini?" tanya Mayleen sendirian sambil melihat di sekitar nya.
Mayleen berkeliling di tempat itu yang hanya ada pepohonan serta danau yang sangat besar.
Wuuuus.....Angin bertiup menerpa wajah nya hingga rambut nya menutup wajah cantik ya.
"Sebenar nya dimana ini? Aku baru pertama kali melihat pemandangan indah ini." ucap Mayleen melihat sekeliling.
Mayleen menikmati pemandangan yang menyejukkan mata. Hingga mata nya menangkap sesuatu yang bergerak berada di air danau yang semula tenang.
Mayleen menyipitkan matanya hingga alis nya berkerut, mengamati air yang bergerak perlahan kini menjadi lebih besar.
Dan tiba tiba....
Byuuuuur......air danau meluap hingga sampai ke tubuh Mayleen. Kini tubuh Mayleen basah oleh air danau itu.
Mayleen mengusap wajah nya yang basah. Setelah itu ia melihat ke depan, di lihat nya sesuatu yang besar ada di depan nya hingga matanya menyusuri tubuh besar itu sampai ke atas, membuat Mayleen mendongak ingin mengetahui apa yang saat ini ada di depan nya.
Dilihat nya seekor Naga besar yang memiliki sayap di tubuhnya.
Gleeek...... Mayleen menelan ludah nya dengan kasar, melihat sesuatu yang besar di depan nya.