
Pagi hari nya di meja makan.
"Selamat pagi pa." sapa Xiao xia.
"Selamat pagi kakek." ucap Mayleen mencium pipi Tuan Hao
mendengar sapaan kedua wanita itu, Tuan Hao mendengus sebal karena mereka jcnya jidat memanggil dirinya seperti sudah menjadi keluarga, Apa lagi Mayleen dengan berani nya ia mencium pipi Tuan Hao.
Xiao xia dan Zhao tersenyum dengan tingkah Mayleen.
Xiao xia dan Mayleen duduk di kursi.
"Mau pake lauk apa yang?." tanya Xiao xia kepada Zhao.
"Apapun yang kamu berikan akan aku makan sayang." ucap Zhao.
Mayleen tak mau kalah ia pun menawarkan kepada Tuan Hao.
"Kakek mau May ambilkan?." ucap Mayleen.
"Ambil saja sayang, Kakek mu tidak akan menolak." ucap Xiao xia.
"Baiklah." ucap Mayleen
Mayleen akhirnya mengambilkan makanan di atas piring Tuan Hao. Mau tidak mau Tuan Hao pun mengiayakan dari pada dia mengambil sendiri.
"Silahkan di makan." ucap Mayleen.
"Em..." jawab Tuan Hao hanya dengan kata keramat.
Mereka akhirnya sarapan bersama. Setelah selesai kini Zhao dan Xiao xia pergi bekerja sedangkan Mayleen sekolah dan Taun Hao tetsp di rumah Zhao.
"Kamu mau berangkat bareng ayah atau sendiri." ucap Zhao.
"May sendiri saja, nanti may akan naik motor."ucap Mayleen.
"Baiklah. Bunda dan ayah berangkat." ucap Xiao xia mencium kening Mayleen begitupun Zhao.
Zhao dan Xiao xia pergi dulu, sedangkan Mayleen masuk kedalam kamar nya mengambil tas sekolah nya.
Melihat Tuan Hao duduk santai di kursi ruang tamu, Mayleen menghampiri nya. Melihat Mayleen mendekatinya ia mendongakdan menatap Mayleen.
"Apa?" tanya Tuan Hao.
"He..He..minta uang kek." ucap Mayleen.
"Ya...Mayleen minta uang untuk jajan." ucap Mayleen tanpa malu.
"Apa kau tidak di kasih uang dari bunda mu?" tanya Tuan Hao.
"Oh..itu.." Mayleen menggaruk kepala nya yang tidak gatal mencari alasan. " Bunda udah ngasih kemaren untuk jatah jajan 2 hari, Tapi May sudah menghabiskan nya he...he...he..." ucap nya lagi cengengesan.
"Terus kau mau meminta pada ku." ucap Tuan Hao.
"Em...karena disini hanya ada kakek dan kakek adalah kakek ku maka May minta." ucap Mayleen menengadahkan tangannyaa tanda ia meminta dan harus mendapatkannya.
"Huuh..." tuan Hao membuang nafas.
" berapa?" tanya Hao.
"Em...." Mayleen berfikir. " Terserah kakek saja, berapapun akan aku terima." ucap Mayleen.
Tuan Hao menyerahkan uang 2 juta kepada Mayleen, dengan senang hati Mayleen menerima nya.
"Terserah mau kamu habiskan berapa hari." ucap Tuan Hao.
"Terimakasih kakek." ucap Mayleen mencium pipi Tuan Hao. " Kalau sudah habis uangnya, Mayleen akan minta lagi." ucap nya lagi sambil pergi keluar.
Tuan Hao yang mendengar melotot tak percaya dengan keberanian Mayleen.
Mayleen pergi ke sekolah dengan mengendarai motor Matic nya. Sesampainya di sekolah Mayleen memarkirkan morot nya dan pergi kekelas.
"Kenapa lama sekali?" tanya Nely teman Mayleen.
"Lagi minta jatah ma kakek." ucap Mayleen duduk di kursinya.
"Oh...Setelah pulang kita ke Mall yuk." ajak Nely.
"Boleh...Tapi ngapain kita ke Mall?" tanya Mayleen.
"Blo'on amat sih lo, ya tentu saja shopping." ucap Nely menonyor kening Mayleen.
"Baiklah." ucap Mayleen.
Selamat membaca
Jangan lupa like and komen.
🙏🙏🙏🙏🙏