
Setelah selesai makan kini mereka berada di ruang kelaurga.
"Apa kamu tidak ingin mengatakan sesuatu?" tanya xiao xia.
Mayleen diam bingung memulai dari mana ia menceritakannya. Mayleen menatap ayah nya, bunda dan tuan Hao.
"Hah..." Mayleen menghela nafas.
"Tadi May di bawa pergi oleh seseorang." ucap Mayleen.
"Siapa?." ucap Zhao dingin.
Mayleen yang melihat Ayah nya seperti tidak suka, ia pun menjadi ketakutan.
"May tidak tahu siapa dia ayah. Dia membawa May kerumah nya." ucap Mayleen sambil menunjukkan dua jarinya.
"Apakah kamu tidak apa apa?." ucap xiao xia.
"Ya, saya tidak apa apa bunda." ucap Mayleen.
"Baiklah, tidurlah ini sudah malam." ucap Xiao xia.
"Ya bun." ucap Mayleen pergi meninggalkan keluarganya.
"Apakah kamu mengetahui sesuatu?" tanya xiao xia.
"Em...." Zhao menganguk. " Tapi aku tidak tahu siapa dia, dia hanya mengantar putri kita di depan." ucap Zhao.
"Dia laki laki atau perempuan?" tanya xiao xia.
"Tentu saja laki laki sayang." ucap zhao.
"Kau tidak tahu wajah nya." tanya xiao xia
"Tentu saja aku tahu, jika aku melihatnya lagi pasti aku mengenalinya. Hanya saja aku belum pernah bertemu dengan nya." ucap Zhao
"Mungkinkah dia kekasih nya May?" tanya xiao xia.
"Sayang May itu masih sekolah, aku tidak ingin di aneh aneh." ucap Zhao.
"Oh benar kah? bukankah kita lebih aneh dulu." ucap xiao.
"Sayang." ucap Zhao.
"Ha...Ha..Ha...baiklah baiklah dasar pria tua." ucap Xiao xia.
"Sayang." ucap Zhao kesal karena xiao xia mengatai nya tua.
Sedangkan Tuan Hao hanya memutar bota matanya malas dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Zhao duduk sambil memeluk tubuh Xiao xia.
"Apakah kamu tidak merindukan saat saat seperti ini?" ucap Zhao.
"Tentu saja aku merindukan, Apalagi dengan ayah, mungkinkah kita bisa kembali kesana?" ucap Xiao xia.
"Entah lah." ucap Zhao mengendus leher Xiao xia.
"Sayang hentikan, kenapa kau itu masih saja nakal." ucap Xiao xia.
"Apakah aku nakal?" tanya Zhao masih sibuk menciumi leher
"Kau itu sangat nakal dari dulu sampai sekarang tetap saja." ucap Xiao xia.
"Bukankah kamu suka sayang." ucap Zhao menggigit leher.
Aauuu....teriak Xiao xia.
"Kenapa menggigit ku." ucap xiao xia.
"Gemas dan pengen." ucap Zhao.
Dan wuuuuus...mereka berdua menghilang dari tempat itu dan kini mereka berada di kamar xiao xiao xia.
Zhao meletakkan Xiao xia di atas ranjang dengan pelan, di pandanginya wajah cantik itu.
"Aku mencintai mu." ucap Zhao.
Xiao xia mengalungkan tangan nya di leher Zhao dan membisikkan sesuatu di telinganya.
Zhao mencium kening xiao xia mata, hidung dan yang terakhir bibir. Zhao melu**t bibir itu dengan pelan. Xiao xia tidak tinggal diam ia juga membalas ciuman itu. Dan kini mereka berdua saling menikmati kegiatan mereka.
Zhao menyeusuri tubuh Xiao xia dan memeberikan kecupan serta tanda di tubuh itu.
Aaah.....des*h xiao xia sambil menggigit bibir bawahnya karena merasakan kenikmatan.
"Sayang aku mencintai mu." ucap Zhao.
Zhao melepas semua pakaian mereka berdua dan kini mereka sudah tidak memakai pakaian sedikitpun.
"........." xiao xia merona melihat milik zhao yang tegak menantang.
Zhao yang melihat tersenyum kecil.
"Apa kamu suka ini sayang." ucap Zhao menarik tangan Xiao xia ke miliknya.
" ini milik mu." ucap nya lagi.
"........." pipi xiao xia memerah.
Sungguh Zhao sangat gemas jika melihat pipi xiao xia merona.
"Aku mencintai mu." ucap zhao mencium kening
Zhao kembali menyerang xiao xia, melu**t, menyes*p dan membelit lidah. Tangan zhao tidak tinggal diam merem*a benda kenyal itu dengan lembut.
Eeemhhh....
Karena melihat xiao xia sudah menginginkannya. Zhao memposisikan miliknya yang lumayan besar ke arah goa xiao xia dan.
Aaaahhh.....lenguh xiao xia.
"Nikmatnya sayang." ucao Zhao merasakan kehangatan.
Zhao mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur memompa xiao dengan senjatanya.
Aaah....yang...." des*h xiao xia merasakan kenikm*tan.
"Sayang...ini sungguh Aaah.." ucap Zhao.
Suara desah*n dan jeritan mereka berdua menggema di dalam kamar itu. keringat mmebanjiri tubuh mereka karena dahsyat nya pergulatan mereka beruda.
"Yaang....Aaah....Aaah..." des*h xiao xia.
"Kamu tetap saja nikm*t sayang, rasanya aku tidak ingin berhenti." ucap Zhao terus memompa.
Berbagai gaya mereka lakukan membut xiao xia kualahan menghadapi suami nya yang sedang gila di atas ranjang.
"Uuuh...sayang...Aaahh..." ucap xiai xia sudah akan mencapai puncaknya.
"Bentar lagi sayang." Zhao mempercepat gerakan nya dari belankang membuat xiao xia berteriak dengan suara des*han yang sangat indah di telinga Zhao...
"Aaah..." lenguh Zhao merasakan miliknya sudah muntah di goa, ia menekan dalam dalam agar xiao xia merasakan kenikmatan itu.
"Aku mencintai mu sayang." ucap zhao ambruk di samping xiao xia.
Zhao memberikan kecupan sayang di kecing dan bibir xiao xia.
"Tidurlah, aku tidak akan meminta lagi." ucap Zhao.
"Benarkah." ucao xiao xia masih mengatur nafas nya.
"Sayang, jangan menggoda ku jika tidak ingin ku hajar lagi." ucap zhao.
"Tapi aku ingin menggoda mu." ucap Xiao xia memainkan milik zhao.
"Sayang." ucao Zhao yang merasakan miliknya berdiri dan bersiap untuk bertempur kembali.
Zhao kembali menindih tubuh Xiao xia dan mengulang kembali malam panas mereka berdua.
Selamat membaca.
Jangan lupa like and komen.
Semoga suka.