
Happy Reading 🌹🌹
Suasa dalam ruangan konpres semakin memanas dengan saling mendebat.
"Cek... baiklah cukup Tuan Doni dan Nyonya Intan. Silahkan rekan-rekan sekalian melihat ke arah layar." Zidan mengambil alih acara karena ini akan masuk ke inti acara.
Di dalam layar terlihat korupsi yang tengah di lakukan oleh beberapa jajaran direksi yang mendukung Intan untuk melengserkan Doni.
"Apa makhsud kalian!" Seru salah satu pemegang saham sebut saja pak klimis.
"Harap tenang Tuan Klimis, di dalam layar ada data keuangan perusahaan selama lima tahun ini, pasti rekan-rekan yang paham tentang administrasi perusahaan mengetahui kejanggalan dari dua laporan keuangan selama lima tahun ini." Ucap Zidan dengan tenang.
"Ya, keuntungan perusahaan selama satu tahun hampir lima triliun rupiah. Tetapi terlapor dua triliun dengan mengganti angka-angka yang berada di tengah dan akhir laporan keuangan. Karena biasanya para atasan akan hanya membaca bagian awalnya saja." Jawab seorang wartawan B.
"Benar Tuan, dan ini adalah para pelaku korupsi besar-besaran tersebut." Jawab Zidan dengan menunjukkan foto dan video transaksi dan pertemuan rahasia.
Malu, takut sehingga membuat beberapa jejeran direksi wajahnya berubah pucat pasi.
Zidan menampilkan hasil DNA dari Kakek Gunawan dan juga Intan yang menyatakan bukan anak kandung, surat terakhir yang Kakek Gunawan tuliskan.
"Tidak!! Aku adalah anak Wiratama." Seru Intan dengan menatap tajam ke arah Doni.
"Doni, kamu tidak bisa berbuat seperti itu! Itu hanya rapat biasa." Jawab pak botak licin.
"Oho, benarkah... jika begitu bagaimana dengan ini." Ucap Sky dengan menjentikkan jarinya.
Terlihat Intan dan pak botak licin tengah menyusun rencana, dan bagaimana Intan bertransaksi dengan menjajakan tubuhnya.
Semuanya di beberkan oleh Sky secara gamblang tanpa di tutupi, semakin membuat heboh dan gempar.
"Wah, sungguh tidak menyangka jika kalian sangat licik. Kalian hanya orang lain tetapi ingin menikmati uang hasil kerja keras orang lain, sungguh miskin mental." Ucap Doni sinis.
"Kau! Siapa kamu memcampuri urusan keluargaku!" Seru Intan yang sudah habis muka.
"Keluargaku?" Beo Rudi.
Ketiga orang itu tertawa bahkan nyaris terjungkal dari duduknya.
"Oh, Intan. Jangan mengaku-ngaku lagi, sudah jelas kamu bukan anak kandung dari Kakek Gunawan." Jawab Rudi dengan senyum mengejek.
Intan dan antek-anteknya membelalakkan matanya lebar karena kaget. Mereka tidak menyangka justru mereka yang terjebak dengan rencana mereka.
"Lepaskan! Aku tidak pernah ikut merencanakannya, ini semua rencana Intan dan botak itu!" Seru pak Klimis.
"Doni lepaskan, ini semua rencana wanita itu. Aku yang digoda olehnya, dia mengiming-imingiku dengan tubuhnya." Ucap botak yang ingin mencuci tangan.
Intan menatap nyalang ke arah botak, dia berhasil melepaskan cekalan tangannya dan memukul botak dengan membabi buta.
"Hentikan! Kalian sama-sama bersalah, jangan pernah merasa memiliki hak untuk menikmati harta orang lain meskipun itu saudaramu." Seru Doni pada keduanya.
Segera Intan dan yang lainnya di borgol agar tidak dapat melarikan diri.
"Baiklah, acara akan saya teruskan. Saya Doni Putra Wiratama secara sadar dan tanpa paksaan akan menyerahkan jabatan CEO kepada putri kandung saya yaitu Putri Dinar Wiratama." Ucap Doni dengan bangga dan tersenyum kembut kearah gadis yang melangkah maju.
Shock, satu kata yang digambarkan seluruh orang yang berada di dalam ruangan tersebut. Karena yang mereka tahu cucu dari Gunawan Wiratama adalah Bintang.
Seluruh pemburu berita mengarahkan lensa kameranya ke arah gadis belia yang sangat cantik rupawan melintas di tengah acara.
Gadis dengan tinggi dan tubuh proporsional, mengenakan dress berwarna putih tanpa lengan, mengenakan sepatu hak yang tidak terlalu tinggi, aksesoris sederhana melekat pada tubuhnya, dan rambut hitam yang di gerai dengan indah.
Dalam pandangan Sky, seluruh pria itu memuja istrinya dengan berlebihan. Tidak akan dia biarkan, hanya Sky yang boleh memuja istrinya seperti kerang ajaibnya spongebob.
Sky mengulurkan tangannya ke arah Putri dan menciumnya, Putri menyambutnya dengan senang hati. Bahkan tangan Sky dengan posesife melingkar di pinggang ramping istrinya setelah Putri sudah naik di atas podium.
Semakin heboh berita yang baru mereka ketahui, Gabriel dan Zidan hanya memutar bola mereka malas. Sungguh kekanan-kanakan sikap Sky.
...**...
Visual Putri Dinar Wiratama
Maaf autor udah ngantuk banget gak kuat lanjutin.
Jangan lupa dukungannya ya.
Jika ada masukan untuk visual yang lainnya silahkan kometar ya, autor paling pusing masalah visual. 😌