Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Bintang dan Jackson


...Jangan lupa likenya ❤...


Happy Reading 🌹🌹


Hari telah berganti malam.


Terlihat Putri tengah sibuk memasak untuk makan malamnya dengan Sky, sebelum sampai dirumah.


Putri menyuruh Gabriel berhenti diwarung sayur kecil yang dilewati ketika menuju kerumah.


Hanya makanan sederhana yang dapat dimasak Putri, seperti tempe goreng, sayur asem, ayam goreng, dan sambal.


Ada perasaan ragu, apakah Sky akan suka dengan masakan desa seperti itu. Tetapi dia tetap memasak.


Jika Sky tidak ingin menyentuh masakannya, tidak masalah. Akan Putri simpan dan dipanaskan esok harinya.


Tangan kokoh melingkar diperut rata Putri, sehingga Putri reflek membalikkan badan dan memukulkan centong sayur yang tengah dia pegang ditubuh orang tersebut.


"Aduh... aduh... berhenti!" Seru Sky yang melindungi wajah dan kepalanya.


Seketika gerakan Putri terhenti, tangannya sudah bersiap akan memukul orang itu lagi.


"Tuan!" Putri menjatuhkan centong sayurnya kelantai dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Sky menatap nyalang kearah gadis yang berstatus istrinya itu, "Apa kau ingin membunuhku, hah!" Sentak Sky.


Putri mundur selangkah dan menunduk untuk meminta maaf kepada Sky.


"Ma... maafkan aku, aku kaget ja... jadi untuk melindungi diri." Jawab Putri dengan meremas celemek yang masih melekat ditubuhnya.


Sky mengehela nafasnya, segera dirinya pergi dari area dapur dan naik kelantai dua.


Sky pulang dengan naik taxi, dia menyimoan kunci rumah juga sehingga bebas keluar masuk rumah.


Dengan langkah yang pelan, Sky masuk kedalam rumahnya. Terdengar suara berisik dari arah dapur.


Terlihat seorang gadis memakai baju rumah, rambut digulung tinggi hingga menampakkan leher jenjangnya yang putih, bahkan sesekali gadis itu bersenandung.


Sky berfikir, ingin memberikan kejutan yang romantis seperti didrama-drama yang biasanya para wanita idam-idamkan.


Khayalan hanyalah khayalan, realitanya Sky dipukul habis-habisan oleh Putri. Sehingga membuat mood Sky menjadi ambyar.


...**...


Dikediaman Wiratama.


Bintang sudah siap untuk pergi keluar dengan teman-temannya, dengan menggunakan baju kurang bahan dan heels yang tinggi.


Suara yang ditimbulkan dari heels menyita perhatian orang rumah.


Bulan dan Doni membulatkan matanya, terlihat seorang gadis yang berpakaian tetapi serasa telanjang.


"Bintang!!!" Sentak Doni yang melihat Bintang menuruni anak tangga.


"Apa-apaan kamu! Segeea ganti bajumu, jangan seperti ja*lang!!" Lanjut Doni yang meneriaki Bintang dari lantai satu.


"Papa menyebut aku ja*lang, Bintang hanya menggunakan baju yang kekinian apa salahnya!" Seru Bintang yang marah tidak terima dengan perkataan Papanya.


"Kekinian tapi menjerumus kebodohan apa gunanya! Sekarang ganti bajumu, dan mulai hari ini kamu dilarang keluar malam semua fasilitasmu Papa cabut!" Ucap Doni yang berlalu begitu saja dari hadapan Bintang.


Bintang menghentakkan kakinya kesal, segera dirinya berjalan naik kelantai dua.


Dia harus berfikir bagaimana agar dapat mendapatkan fasilitasnya kembali.


Melemparlan tubuhnya dikasur yang empuk, Bintang menggerutu kesal. Rencananya malam ini gagal total, padahal dia sudah berjanjian dengan seorang pria berkebangsaan negara asing.


Merasa Hpnya bergetar, segera Bintang meraihnya. Terlihat dilayar Hpnya tertera nama Jackson.


Dengan senyum mengembang, Bintang kemudian merubah posisinya menjadi duduk.


"Hallo." Jawab Bintang


"Babe, aku sudah sampai." Jawab Jackson disebrang telfun.


Bintang merobohkan bobot tubuhnya diatas kasurnya lagi, "Aku tidak bisa keluar malam ini." Jawabnya dengan suara yang lesu.


"Keluarlah, aku ada didepan kamarmu." Jawab Jackson.


Bintang yang kaget, segera bangun dan berjalan kearaj jendela. Terlihat Jacson melampaikan tangannya kearahnya.


Senyum bahagia terukir dibibir indahnya, bahkan kini pipinya memerah.


"Oh, come on beib. Aku besok akan kembali ke Amerika. Bisakah kamu kabur malam ini saja." Tanya Jack dengan nada sedih.


Bintang menggigit-gigit kukunya, dilain sisi dia sangat takut dengan peringatan Papanya. Tetapi dia juga ingin menemui pria yang sudah membuatnya jatuh cinta.


"Baiklah, tunggu lima menit." Segera Bintang mematikan sambungan telfunnya.


Dia menyambar tasnya dan berlari keluar rumah.


"Bintang, kamu mau kemana nak!!" Seru Bulan yang melihat anaknya berlari dengan cepat.


Sedangkan yang dipanggil tidak menghiraukan teriakan Ibunya, dia terus berlari kearah monil Jackson.


Bintang segera membuka pintu depan mobil Jackson dan duduk, "Ayo cepat Jack!" Seru Bintang.


Jackson hanya terkekeh melihat gadis disampingnya yang terlihat panik, dengan segera Jack menjalankan mobilnya untuk bersenang-senang dengan Bintang.


"Apa kamu sudah makan?" Tanya Jack pada Bintang.


"Emm." Jawab Bintang singkat karena dia merasa grogi duduk bersebelahan dengan pria yang dia sukai.


"Ayo kita mampir makan dulu," Jack membelokkan mobilnya kesalah satu restoran yang dia temui.


Segera Bintang dan Jack keluar, "Tunggu dulu, pakailah jasku. Aku tidak ingin tubuh indahmu dipandangi oleh pria lain." Ucap Jack dengan memakaikan jasnya dan mengancingkannya.


Jantung Bintang berdebar dengan cepat, apakah aku sangat sepesial untuknya. Bahkan dia sangat posesif terhadapku. Gumamnya dalam hati.


"Ayo." Jackson segera menggandeng tangan Bintang untuk masuk kerestoran.


Setelah selesai makan, mereka segera berangkat ke club malam.


Bintang hanya mengangguk patuh, selama ini belum pernah mendapatkan pria yang romantis.


Selama makan malam direstoran tadi, Jackson perhatian dengannya. Hingga membuat Bintang benar-benar jatuh hati pada pria bule tersebut.


Bintang heran, kenapa mobilnya berhenti ditempat sepi.


"Kenapa kita berhenti disini?" Tanya Bintang menatap Jack heran.


"Em, aku ingin mengatakan sesuatu." Jawab Jack dengan wajah malu.


"Apa." Jawab Bintang cepat, dia merasa lucu melihat wajah pria tersebut.


"Bin, maukah kamu jadi pacarku? Tidak... tidak...maukah kamu jadi ibu dari anak-anakku." Ucap Jack dengan mengeluarkan kotak bludru berwarna merah.


Jack membuka kotak tersebut, terlihat sebuah cincin mewah disana.


Bintang menutup mulutnya karena kaget dan bercampur bahagia, "A... apa kamu serius?" Tanyanya.


"Iya, aku serius. Aku akan kembali sebentar ke Amerika untuk mengabari orang tuaku. Aku akan melamarmu secara resmi." Jawab Jack, setidaknya dia sebelumnya searching tentang bagaimana melamar wanita di negara ini.


"Ya, aku mau." Jawab Bintang cepat, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.


Jackson mengambil cincin dikotak itu, dan menyematkannya dijari manis Bintang.


"Untuk merayakan hari jadian kita, bagaimana jika kita kehotel?" Tanya Jackson dengan senyum termanis seperti sakarin.


"Baiklah, kita beli pengaman dulu." Jawab Bintang yang membalas senyuman pria itu.


"Sayang... kenapa harus pakai benda itu lagi, aku dan kamu akan menikah secepatnya. Aku tidak akan meninggalkanmu." Bujuk Jack dengan wajah memelas.


"Tapi Jack, aku masih kuliah." Jawab Bintang bimbang.


"Kuliah sambil menikah tidak masalah bukan, aku akan mengundur kepulanganku hingga satu bulan. Aku akan menemanimu disini." Jawab Jack yang masih mencoba meyakinkan Bintang.


"Tapi Jack.... "


"Apa kamu tidak mencintaiku, jadi kamu tidak percaya kepadaku. Padahal aku sudah menyiapkan semua ini sendiri," Jawab Jack yang kini membuang pandangannya kesembarang arah.


Bintang yang melihat Jack merasa putus asa dan sedih akhirnya menyetujui permintaan Jack.


"Baiklah, tapi nanti keluarkan diluar ya." Jawab Bintang dengan perasaan was-was.


"Benarkah boleh, iyaa pasti." Jawab Jack dengan bersorak bahagia.


...**...


...YANG NIKAH PUTRI SAMA SKY...


...TAPI YANG HAREDANG ORANG LAIN 😭...