Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Identitas Tuan X


...Jangan lupa dukungannya berupa like, komentar, vote, dan hadiah....


Happy Reading 🌹🌹


Bu Siti telah sampai debuah mansion mewah, terlihat setelah dirinya melewati pagar yang menjulang tinggi, terlihat pilar-pilar yang kokoh dan tinggi, deretan mobil mewah terparkir apik digaransi, banyak penjaga dengan pakaian serba hitam terdapat disetiap sudut mansion.


Mobil yang membawa Bu Siti berhenti tepat dideoan pintu utama, "Silahkan Bu Siti, ikuti penjaga yang telah menunggu Anda didepan pintu." Ucap salah satu bodyguard yang menjemputnya dipanti.


Pintu mobil dibuka dari luar, mereka mempersilahkan Bu Siti untuk masuk ke mansion dan menemui Tuan mereka.


Terdengar pintu ruangannya diketuk, dan segera dibuka oleh asisten pribadinya.


Sedikit membungkuk, pria itu mempersilahkan Bu Siti untuk masuk.


"Silahkan, Nyonya." Ucap Lin.


"Terima kasih." Jawab Bu Siti yang sudah mendudukkan dirinya disofa.


Para pelayan perempuan segera masuk, mereka menghidangkan air minum dan juga camilan ringan.


Kini didalam ruangan besar itu hanya ada keheningan, hingga terdengar langkah kaki yang memakai sepatu pantofel berjalan mendekat.


"Tuan."


"Bu Siti."


Jawab mereka berdua bersamaan, keduanya tidak dapat membendung air mata. Selama bertahun-tahun pria dihadapan Bu Siti menghilang.


Tuan X segera mendekat dan memeluk tubuh wanita yang masih singel itu. Seakan pelukan permintaan maaf.


"Tuan, kemana saja. Kenapa Anda tidak pernah datang kepanti." Tanya Bu Siti memberondong pertanyaan kepadanya.


"Maafkan saya Bu Siti, saya harus pergi keluar negeri dengan keluarga. Alasannya, demi menjaga cucu Kakek Gunawan tetap aman." Jawab Tuan X dengan nada yang lirih.


"Tuan seharusnya pamit kepadaku, setelah kepergian Tuan. Kehidupan Putri menderita, tidak ada donatur yang mau membantu kami. Bahkan gadis itu sampai merelakan beasiswanya agar dapat membantu kehidupan panti." Jelas Bu Siti kepada pria yang terlihat seusia dengannya.


"Maaf... maafkan aku Bu Siti, orangku melacak jika ada mata-mata yang mengetahui pergerakanku yang selalu datang kepanti dengan Istri dan anakku." Jelas Tuan X pada Bu Siti.


Bu Siti tidak percaya jika orang tersebut benar-benar menginginkan kematian Putri, "Lalu, apa yang ingin Tuan lakukan sekarang. Aku dengar ada seorang gadis yang seusia dengan Putri tinggal dikediaman Wiratama." Ucap Bu Siti.


"Aku melihat jelas, saat aku membawa Putri. Orang suruhan Kakek Gunawan sudah menukarnya dengan bayi yang sudah meninggal." Lanjut Bu Siti lagi dengan nada frustasi.


"Aku yang menukarnya." Jawab Tuan X lirih.


"Apa!!! Tuan sudah gila. Bagaimana dengan nasib cucu kandungnya yang asli," Jawab Bu Siti yang sudah menangis deras.


"Bu Siti, aku melakukan itu agar dia tidak mencoba mencari tahu bayi itu lagi. Aku mencoba mengecoh mereka." Sanggah Tuan X


"Apakah berhasil?" Tanya Bu Siti dingin.


Tuan X hanya menggeleng lemah, dia tidak tahu apakah berhasil atau tidak.


"Kenapa Kakek Gunawan tidak menjemput Putri dipanti, apa dia sudah lupa dengan cucu kandungnya?" Tanya Bu Siti yang masih menangis.


Bu Siti meluapkan rasa amarah, takut, kecewa, dan sedih. Seakan hari ini akan dia tumpahkan dihadapan Tuan X.


"Bukan begitu Bu Siti, Kakek menjemput Putri. Ketika usia Putri sepuluh tahun. Tetapi ditengah perjalanan mobil Kakek Gunawan mengalani kecelakaan dan tidak dapat ditindak lanjuti kasus tersebut. Karena para polisi bilang itu murni kecelakaan saja." Jelas Tuan X kepada Bu Siti.


Tubuh Bu Siti bergetar dan sedikit terhuyung dibelakang, seakan hari ini dia mendapati kabar yang benar-benar membuatnya shock.


"Saat ini orang tersebut sudah mulai bergerak lagi, Bintang sudah menjadi sasarannya. Aku tidak tahu bagaimana nasib gadis itu, mungkin Doni sudah tahu hal tersebut." Lanjut Tuan X pada Bu Siti.


"Bayi siapa yang anda tukarkan dengan jasad itu Tuan?" Tanya Bu Siti.


"Bayi yang dilahirkan oleh wanita gila, aku mengambilnya karena orang tidak waras tidak akan bisa merawatnya." Jawab Tuan X.


Bu Siti semakin gundah, satu sisi Putri harus mendapatkan keadilan dan mengembalikan statusnya lagi.


Sisi lainnya, bagaimana nasib Bintang.


"Sekarang, apa yang akan kita lakukan Tuan." Tanya Bu Siti dengan nada lemah.


"Kita akan ungkap kebenaran didepan publik, jika ada sesuatu dengan Putri maka publik dapat menjaganya. Kamu tahu kekuatan media sosial, itulah yang aku makhsudkan." Jelas Tuan X pada Bu Siti.


Setelah kejadian malam yang mencekam, Siti muda terus berlari hingga melihat truk muatan snack dan minuman. Tanpa berpikir panjang Siti muda mencoba naik kedalam bak belakang, dia terus bersembunyi dengan tubuh gemetar.


Terlihat bayi yang masih merah terus bergerak, Siti muda masih membekap bibir bayi itu agar tidak menimbulkan suara.


Truck muatan mulai bergerak meninggalkan tempat menyeramkan tersebut.


"Cantik, kamu harus kuat ya. Kakak akan selalu bersamamu." Ucap Siti muda dengan lelehan airmata.


Siti muda tangannya meraba kotak-kotak kardus itu, dia mencari snack dan minuman untuk mengganjal perutnya. Kejadian malam ini sunggu membuat tenaganya terkuras habis, bahkan semua minuman itu dia coba satu persatu agar mendapatkan air putih untuk Putri.


Bu Siti tersentak kaget karena ada seseorang yang menubruk tubuhnya, terlihat tubuh orang tersebut bergetar dan menangis sesenggukan.


Dia adalah Lila istri dari Tuan X.


"Siti, maafkan kami. Kami tidak dapat langsung mencari keberadaanmu dengan Putri, karena situasi yang dihadapi oleh Kakek Gunawan genting." Jelas Lila pada Bu Siti yang terlihat masih meneluknya.


"Tidak apa-apa Lila, kalian juga sudah melihat Putri ketika berkunjung dipanti bukan." Ucap Bu Siti dengan mengelus punggungnya.


"Tapi gadis itu sudah besar, pasti kamu kesusahan ketika merawatnya sejak bayi." Jawab Lila cepat.


Bu Siti hanya menapilkan senyumnya, memang benar dia menjalani hari-harinya dengan Putri tidaklah mudah. Banyak cemoohan, cibiran, hujatan yang mereka terima.


Demi menjaga amanat Kakek Gunawan, semua hinaan itu dia hempaskan. Siti muda menulikan telinganya, bahkan dia tidak pernah berfikir untuk menikah.


"Kenapa, kalian tidak pamit jika pindah keluar negri." Tanya Bu Siti kepada Lila.


Lila melepaskan pelukannya dan melihat kearah suaminya, suaminya menganggukkan kepala.


"Bu Siti, ingat aku selalu kepanti dengan putraku... aku menjauhkan putraku dari Putri, karena putraku tertarik dengan gadis itu." Jelas Lila dengan tatapan sayu.


"Tetapi mereka masih anak-anak Lila, pasti putramu hanya tertarik dengan Putri karena gadis itu periang. Ketika mereka dewasa, mereka akan mendapatkan pendamping masing-masing." Jawab Bu Siti tenang.


"Bukan begitu Bu Siti, putra kami berbeda. Dia... "


"Dia akan tetap memaksakan kemauannya jika belum tercapai, termasuk kemauan dirinya menikahi Putri." Lanjut Tuan X karena melihat istrinya tidak sanggup meneruskan ucapannya.


"Jangan becanda Tuan Rudi, itu namanya egois. Anda tau saat ini Putri sudah menikah dengan Sky bukan." Jawab Bu Siti dengan sedikit tertawa.


Tuan X memiliki nama asli Rudi dan istrinya Lila.


"Bu Siti, mungkin bagi orang lain itu hal wajar bagi seusia anak umur tigabelas tahun. Tetapi tidak bagi kami orang tuanya, coba Bu Siti fikirkan. Apakah anak usia tigabelas tahun wajar jika menempelkan banyak foto seorang gadis bahkan anak itu akan marah jika seorang pelayan pria hanya memandang foto tersebut. Kami keluar negri untuk mengamankan Putri agar tidak terlacak, juga untuk mengobatkan putra kami." Jelas Tuan Rudi kepada Bu Siti.


Lila hanya dapat terisak mendengarnya, sedangkan Bu Lila menutup mulutnya tidak percaya.


"Apakah putramu sudah bertemu dengan Putri." Tanya Bu Siti dengan jantung yang berdegup kencang.


Tuan Rudi menganggukkan kepalanya, "Bahkan anakku adalah teman suami dari Putri. Dave namanya... Dave Danuarta adalah putra kami, ketika dihari pernikahan Sky dan Putri. Dave secara terus terang menginginkan dirinya menggangtikan Sky sebagai mempelai pria." Ucap Rudi dengan raut wajah sedih.


Rudi dan Lila sedih, karena menganggap Dave sudah sembuh dari penyakitnya. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke negaranya.


"Lalu kita harus bagaimana Tuan Rudi, masalah dari orang luar saja belum terselesaikan. Sekarang putra Anda juga sedang berusaha merebut Putri dari Sky." Kata Bu Siti dengan wajah bingung.


"Kita akan selesaikan dulu dengan orang luar, dia hanyalah benalu yang ingin menguasai inangnya." Jawab Lila dengan tatapan tajam.


...**...


...Huh deg deg an autor nulis ini tuh....


...Habis ini autor selesaikan masalah Grace dulu....


...**...


Sky : Huh, makanya tor jangan kebanyakan masalah. Real life udah masalah disini juga masalah.


Autor : Gara-gara lu juga kebanyakan buat masalah.


Sky : Aku sebelum lahir udah ada masalah ye tor.


Autor : Salahin si Kakek Gunawan aja lah, dia udah mati masih ninggalin masalah.


Sky : Astagfirullah, emang bener omongan lu tor.