
Happy Reading 🌹🌹
Rex dan perawat segera mendorong brangkar dimana Celine tengah tergolek tidak sadarkan diri.
Setelah mobil yang di tumpangi Rex sampai di Rumah Sakit, segera Rex keluar dan berlari dengan menggending Celine secara horizontal.
"Maaf Tuan, mohon tunggu di luar." Seorang suster menahan Rex untuk tidak ikut masuk kedalam ruang operasi.
Rex mundur beberapa langkah, dia terduduk lemas dengan memandangi kedua tangannya yang berlumuram darah milik istrinya.
Terdengar suara langkah kaki yang berlari mendekat ke arah Rex.
Dokter Isam langsung menarik kerah pakaian Rex "Apa yang kau lakukan kepada Celine hah! Apa kamu tahu Celine tengah hamil dan kau bersenang-senang dengan wanita mura*han di depan mata kepalanya sendiri. Jika sampai Celine atau bayinya meninggal aku akan membunuhmu." Ucap Dokter Isam dengan menggebu penuh emosi.
Rex tidak merespon ucapan Dokter Isam, dia menatap kosong pria di depannya tersebut. Seakan separuh dirinya tengah menghilang bersama Celine.
Dokter Isam melepaskan cekalannya dengan kasar dan menyisir rambutnya kebelakang dengan frustasi.
Cukup lama mereka berdua menunggu di depan ruang operasi, hingga seorang dokter keluar.
"Bagaimana istri saya dok?" Tanya Rex yang sangat khawatir.
"Kami berhasil mengeluarkan peluru yang bersarang di punggungnya. Tetapi keadaannya sedang kritis karena banyak kehilangan banyak darah beruntung tidak menembus hingga jantungnya." Jelas dokter kepada Rex.
Rex merasa limbung mendengar penjelasan dokter, tangannya mengepal kuat mengingat wanita ja*lang itu menampar dan menjambak rambut Celine.
"Bagaimana dengan kandungannya dok, istri saya sedang hamil." Tanya Rex kembali.
"Kandungan Dokter Celine memang lemah seharusnya dia melakukan bedres, beruntung bayi Anda dapat bertahan. Anda bisa menemuinya setelah Dokter Celine di pindahkan di ruangannya." Lanjut dokter yang kemudian berlalu.
"Kamu beruntung, aku menunda menghajarmu. Karena Celine dan bayinya selamat." Ucap Dokter Isam yang berdiri di belakang Rex setelah melihat rekan kerjanya pergi.
"Kamu yang akan aku hajar setelah masalah ini, karena mendekati istriku." Jawab Rex yang kemudian berlalu dari hadapan Dokter Isam.
Dokter Isam yang melihat kepergian Rex hanya mendengus kesal, "Beruntung kamu pria yang di cintai Celine." Gerutu Dokter Isam yang kembali keruangannya karena dia baru ingat masih memiliki pasien.
...**...
Rex tidak menghubungi mertuanya kali ini, karena dia takut di pisahkan dengan istrinya. Rex akan merawat sendiri istrinya.
"Tuan, ini baju ganti untuk Anda dari Tuan Jackson." Ucap seorang pengawal yang melihat Rex menyelesaikan administrasi Celine.
Rex mengambil dan berlalu untuk datang ke ruangan Celine, Rex masuk kedalam ruangan dimana Celine di rawat.
Segera Rex membersihkan dirinya dan mengganti pakaian bersih, Rex berjalan mendekat brangkar dimana Celine tengah terbaring dengan posisi miring.
Terlihat berbagai alat menempel di tubuh istrinya, tubuh Rex bergetar bagaimana jika istrinya mati atau kehilangan bayi mereka.
Rex terisak lirih membenamkan wajahnya di siku yang bertumpu di atas brangkar, hanya alat pendeteksi jantung yang mengiringi tangis Rex saat ini.
Sedangkan di mansion Jackson, terlihat Bintang menggendong dan menciumi wajah Louise sang putra.
"Kita akan segera menemukan adikmu sayang." Ucap Bintang yang mengigit bibirnya menahan tangis agar tidak pecah.
Sedangkan Jackson kini tengah duduk bersama babysitter Louise setelah dirinya mendapatkan perawatan dan juga membersihkan diri.
"Ceritakan." Ucap Jackson.
Kemudian babysitter Louise menceritakan kronologi pelarian mereka hingga mereka akhirnya berpisah, karena babysitter Louise tertangkap ketika mencari warung untuk membeli air panas agar dapat memanaskan asi Bintang yang sempat mereka bawa.
"Saya tidak tahu babysitter Mikayla lari kemana Tuan." Jawab babysitter Louise di akhir ceritanya.
"Istirahatlah, Terima kasih sudah menjaga putraku." Ucap Jackson tulus.
Babysitter Louise pamit undur diri, sudah beberapa hari tidurnya kurang dan juga badannya merasakan sakit.
Jackson melangkah menuju lantai dua, dimana istri dan putranya tengah tertidur pulas.
Jackson menuju balkon untuk menerima telfon masuk dari salah satu anak buahnya.
"Bagaimana?" Tanya Jackson tidak sabar.
"Kami sudah memeriksa seluruh CCTV Tuan, tetapi babysitter Nona Mikayla hanya sampai di sebuah toko saja. Setelah mereka keluar, pemilik toko tidak tahu kemana mereka pergi." Jelas anak buah Jackson.
Mata Jackson terpejam sejenak, perasaannya berkecamuk.
"Temukan, periksa seluruh kota meskipun di pelosok sekalipun." Perintah Jackson tegas.
Sedangkan di sebuah rumah sederhana, babysitter Mikayla tengah menimang bayi yang semakin besar tersebut.
"Apakah aku perlu pergi ke kota, tapi bagaimana jika orang jahat tersebut masih mengejar Mikayla." Monolog babysitter dalam hati.
Terlihat babysitter tersebut berjalan ke sana ke sini di dalam ruang tengah dengan menggigit-gigit bibirnya.
"Aku akan menunggu sebentar lagi, apa aku harus menelfon mansion. Tapi dimana telfon umum di sini." Ucap babysitter yang sudah duduk dengan wajah tampak frustasi.
Ya, babysitter Mikayla tengah berada di desa terpencil yang sangat susah sinyal dan listrik. Beruntung keduanya dapat di terima dengan baik oleh warga sekitar.
Babysitter Mikayla beralasan jika suaminya bekerja di luar negeri, untuk menghemat biaya hidup dia pindah dari kota ke desa.
Babysitter Mikayla merasa tidak sabar, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke tempat telfon umum dengan di antarkan oleh tetangganya bersama Mikayla.
Bayi perempuan itu nyenyak dalam tidurnya, meskipun adaptasinya cukup sulit karena tidak ada asi dari Bintang.
Segera Babysitter turun dan masuk ke bangunan kotak tinggi hanya berdinding kaca tersebut.
Cukup lama dia menunggu hingga akhirnya telfon terangkat, "Halo," Ucapnya di sebrang sana.
"Ha... halo Tuan, ini saya babysitter Mikayla." Ucapnya dengan suara terbata.
"Dimana kamu?" Tanya Jackson tidak sabar.
Ya, yang mengangkat telfon adalah Jackson karena dirinya keluar dari kamar utama setelah melihat istri dan putranya tertidur.
Babysitter memberitahu kan alamat rumah yang tengah mereka tinggali kepada Jackson, segera Jackson memerintahkan beberapa penjaga dan juga dirinya yang akan menjemput babysitter dan putrinya.
Dalam perjalanan, Jackson terlihat gelisah. Dia takut jika harus di jauhkan lagi kepada anak kembarnya.
Cukup lama menempuh perjalanan, "Tuan, mobil kita tidak bisa masuk." Jelas sang sopir.
Jackson langsung keluar dan bergegas menuju rumah yang menjadi tujuan mereka. Beruntung rumah di desa tersebut memiliki nomor hingga tidak membuat Jackson kesulitan.
Jackson mengetuk pintu dengan rasa tidak sabar, dia ingin merengkuh putrinya yang cukup lama menghilang dari pandangannya.
Pintu terbuka, terlihat babysitter yang tengah berdiri dengan menggendong bayi.
"Tuan" Ucapnya kaget.
Babysitter tidak menyangka jika Tuannya akan secepat ini sampai di desa terpencil, babysitter langsung menyerahkan anak majikannya.
Jackson menerimanya dengan tubuh gemetar, dia tidak akan memaafkan dirinya jika sampai putri kesayangannya terluka.
Ya, riwayat lemah jatung masih di sandang oleh Mikayla. Oleh karena itu Bintang sering datang ke Rumah Sakit untuk memeriksakan kedua bayinya dan menanyakan perkembangan Mikayla.
Jackson segera mengajak babysitter dan putrinya untuk pulang di hari itu juga, sebelumnya babysitter Mikayla dan Jackson berterima kasih kepada seorang sopir yang membantunya dan juga kepala desa yang menerima mereka dengan baik.
...**...
...SEBENARNYA AUTHOR MAU BUAT MIKAYLA HILANG LOH....
...AUTHOR AKAN MENGIKUTI PERMINTAAN KALIAN 😚😚...
...UNTUK NOVEL YANG BARU BELUM BISA UP YA TEMAN-TEMAN, HARI INI AUTHOR ADA UJIAN PRAKTIKUM DAN DUA BULAN LAGI AUTOR LULUS, YEAYYY....