Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Tanda-tanda Bucin


Happy Reading 🌹🌹


Setelah selesai mandi, Putri segera berganti baju dengan di bantu oleh Sky.


Karena malam pertama mereka yang tertunda sangat lama, membuat Sky menjadi gila dan membuat Putri kalang kabut untuk melayaninya.


"Ayo, aku keringkan rambutmu sayang." Ucap Sky dengan membopong Putri duduk di sofa.


"Biar aku sendiri, aku bisa sayang." Tolak Putri halus.


Dengan menggelengkan telunjuknya di depan Sky berkata "No... no... biarkan hari ini aku menjadi suami terbaik di dunia mulai hari ini." Dengan berjalan mengambil hairdryer.


Putri mengulas senyum tipisnya, Putri berdoa semoga rumah tangganya selalu dalam keadaan baik dan di penuhi kasih sayang.


Dengan telaten dan sesekali mengecup pipi Putri, Sky mengeringkan rambut panjang istrinya.


Wajah Putri di buat merah padam karena perlakuan dari suaminya, dia merasa menjadi perempuan yang paling beruntung saat ini.


Setelah selesai mengeringkan rambut istrinya, Sky memutar tubuh Putri dan menjadi saling berhadapan. Tangannya terulur mengelus pipi istrinya dan mulai sedikit membungkuk untuk mencium bibirnya.


Mata keduanya sudah terpejam. Putri merasakan hembusan nafas Sky yang menerpa wajahnya, sedikit lagi... hingga sesuatu berbunyi.


Kruyukkkkk... (Anggap ajalah bunyi orang lapar 😂)


Keduanya segera membuka kelopak matanya, sedetik kemudian keduanya tertawa. Putri terpingkal-pingka hingga memegang perutnya.


Wajah Sky merah karena menahan malu, sungguh organ dalam selain jantungnya sekarang usus dua belas jarinya minta di ganti.


"Ayo kita turun, aku juga lapar." Ucap Putri setelah berhenti tertawa.


"Baiklah ayo," Jawab Sky yang sudah bersiap membopong Putri.


"Biarkan aku berjalan sendiri sayang, aku tidak lumpuh." Ucap Putri.


"Apa kamu yakin bisa berjalan sayang, nanti kalau tambah lecet bagaimana. Aku... aku tidak ingin puasa." Rengek Sky yang sudah membayangkan nanti malam tidak dapat jatah.


Putri memukul lengan suaminya karena kesal, entah kenapa setelah memutuskan merobek surat perjanjian tersebut. Sky menjadi pria mesum di matanya.


"Aduh... kenapa kamu memukulku." Ucap Sky dengan penuh dramatis.


"Sayang, jika puasa masih ada hari esok lagi. Aku juga masih sakit karena ulahmu. Apa kamu ingin selamanya puasa." Jawab Putri dengan penuh ancaman.


Wajah Sky berubah menjadi nelangsa, bagaimana bisa dia harus berpuasa selamanya. Jika teman kesayangannya selalu menggoda untuk di kunjungi.


"Tidakkkkkk!!!" Teriak Sky yang sudah terduduk seperti orang jualan cabai di pasar.


Putri menghela nafasnya panjang, "Aku mau turun, lapar." Ucap Putri yang bersusah payah untuk berdiri dan berjalan keluar.


...**...


Dave telah sampai di kampus dimana tempat dia mengajar, dengan memasukkan kedua tangannya di saku dan melemparkan senyuman bagi para mahasiswa yang menyapanya.


Banyak mahasiswa yang heran dengan sikap Dave hari ini, biasanya wajah pria tersebut terkesan dingin bagaikan kulkas tiga pintu. Tetapi hari ini, wajah Dave mengalahkan sinar mentari pagi.


Rose yang melihat pria idamannya segera berteriak dan mendekat ke arahnya, "Pak Dave!" Seru Rose.


Langkah Dave terhenti dan memutar tubuhnya, secepat kilat Rose sudah berada di samping Dave dengan nafas terengah-engah.


"Eh, tidak apa-apa pak. Hanya... hanya ingin mengucapkan selamat pagi, iya benar. Selamat pagi Pak Dave." Jawab Rose gugup dan berlari menjauh sesekali menepuk jidatnya.


Dave hanya terbengong di tempatnya berdiri, dia tidak paham makhsud gadis itu.


...**...


Terlihat Gabriel menggerutu sepanjang perjalanannya ke kantor, bagaimana tidak jika jadwal bosnya hari ini ada meeting penting dengan perusahaan luar negri harus di cancel dulu.


Dan apa yang bosnya bilang, demi kemajuan bangsa dan negara.


Omong kosong, dari suaranya yang riang gembira pun Gabriel tahu jika bosnya pasti sudah mabuk buah kecubung KW.


"Sepertinya pekerjaanku ke depan akan semakin berat," Keluh Gabriel dengan menghela nafas kasar.


"Semoga saja Sky junior tidak menurun sikap dari Sky senior." Lanjut Briel berdoa dalam hati.


...**...


Hari telah siang, Dave mencoba menghubungi nomor Putri tetapi tidak aktif.


Kemana sebenarnya gadis itu, apa aku harus datang kerumahnya?


Mungkin dia masih ada jam kuliah sehingga mematikan HPnya, ayolah Dave ingat Putri juga harus menyelesaikan pendidikannya. Gumam Dave dalam hati.


Sedangkan gadis yang tengah di tunggu kabarnya oleh Dave, sedang sibuk mengurus anak ayam. Siapa lagi jika bukan Sky, semenjak Sky mendapatkan haknya sebagai suami dia terus menempel kepada Putri.


Hingga Putri ke kamar mandi, Sky rela menunggu di depan pintu kamar mandi.


"Sayang, kamu duduk diam jangan mengikutiku." Keluh Putri yang risih dengan sikap Sky.


"Kenapa hem, biarkan aku dekat denganmu. Aku tidak mau jauh dari benda kesayanganku." Jawab Sky dengan kalimat yang terakhir di dalam hati.


"Aku tidak akan ke mana-mana, hari ini hanya akan di rumah." Jelas Putri pada suaminya.


Sky menggeleng segera dia memeluk posesif tubuh istrinya dari belakang. Bahkan kedua kakinya dia lingkaran ke pinggang Putri.


Putri hanya menghela nafasnya panjang, "Sayang bersikaplah normal seperti biasanya, aku sangat lelah." Pinta Putri pada Sky.


Sky semakin menggeleng, bahkan sudah menyembunyikan wajahnya di ceruk leher istrinya.


"Lepaskan dulu, aku akan menuruti permintaanmu." Ucap Putri dengan halus.


Sky langsung menegapkan kepalanya, "Apapun itu?" Tanya Sky memastikan.


Putri mengangguk, Sky tersenyum lebar. "Janji yaa, apapun itu kamu tidak boleh menolaknya sayang. Baiklah aku akan melepaskan pelukanku, sekarang ayo kita istirahat. Kamu bilang capek bukan, ayo kita tidur agar memiliki tenaga yang lebih untuk nanti malam." Ucap Sky panjang lebar dan dengan penuh semangat.


Putri menepuk jidatnya sendiri, dia merutuki kebodohannya karena akan menuruti permintaan Sky.


...**...


SABAR YA GABRIEL 😂



GIMANA VISUALNYA ASISTEN GABRIEL, UDAH BLAEM BLAEM BELOM 😁😁 AUTOR SUKA BGT SAMA AKTOR INI, WAJAHNYA DINGIN TETAPI SERING DAPAT PERAN YANG TIDAK SESUAI DENGAN WAJAHNYA 😂🤣