Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
PROMOSI NOVEL TERJERAT CINTA CEO TSUNDERE KARYA AUTOR MOMY IDA



Happy Reading 🌹🌹


Hamparan laut yang luas tampak begitu gelap dan kelam, hanya cahaya remang-remang menerangi pinggiran pantai yang di pantulkan dari beberapa lampu yang berjejer rapi di pinggir pantai.


Angin laut berhembus begitu kencang di malam ini, dinginnya menusuk tulang seorang pria yang tengah berdiri dengan tegap menatap nanar kearah lautan luas yang membawa cinta pertamanya.


Deburan ombak yang terdengar akibat menabrak batu karang seakan mengisyarakatkan dentuman jantungnya, yang selalu sakit dikala mengingat sang kekasih.


Waktu sudah menunjukkan pukul dua pagi, meski tubuh terasa sangat lelah setelah sehari penuh bekerja tetapi dia enggan untuk beranjak dari tempat tersebut.


Suara gemerisik sepatu yang menginjak pasir terdengar mendekat, hingga langkah itu berhenti tepat di sisi kanannya.


"Ayo kembali." Ajaknya dengan suara lembut.


Pria itu masih setia menatap lurus kedepan, setetes air mata tiba-tiba luruh dari mata yang selalu menatap dingin nan tajam kepada semua orang. Kini bagaikan anak kecil yang kehilangan mainannya.


Orang yang di sampingnya menoleh, terlihat jelas pria yang berdiri di sisinya begitu rapuh.


"Jangan menangis, dia akan sedih jika melihatmu menangis." Ucapnya lagi.


Kedua pundak lebar pria itu bergetar hebat, bahkan kedua telapak tangannya yang lebar sudah dia gunakan untuk menutupi wajahnya.


Suara tangis yang lirih menyatu dengan suara lautan yang tampak tenang.


"Aku salah, ini semua salahku. Seandainya aku lebih memperhatikannya, ini semua tidak akan terjadi." Racaunya dalam tangisan.


Orang yang berada di sisinya hanya mampu menghisap rokok dan menghembuskan asapnya hingga membumbung tinggi diterpa angin laut.


Dia sendiri juga sudah tidak tau lagi harus membujuk sahabat sekaligus atasannya untuk mengikhlaskan kekasihnya dengan cara apa lagi.


Jika saat sibuk bekerja, pria yang terkenal dengan panggilan CEO TSUNDERE itu tidak akan datang kepantai dan meratapi kepergian kekasihnya.


Namun, itu tidak berlangsung lama. Saat pekerjaannya tidak begitu banyak maka waktu pria tersebut dihabiskan untuk datang kepantai ini.


Pantai yang menjadi saksi bisu perpisahan tragis kedua insan yang tengah dimabuk asmara, tempat yang menumbuhkan penyesalan, dan luka dalam secara bersamaan.


Puntung rokok dijatuhkan di atas pasir pantai dan sepatu pantofel menginjaknya hingga asapnya hilang.


"Kamu tidak bisa seperti ini terus Langit, itu sudah lima tahun yang lalu. Kamu harus mengikhlaskan semuanya, memang sudah takdirmu dan Mega tidak dapat bersatu." Ucap Zaky dengan tegas.


Langit hanya diam dengan mengusap air matanya, dia menoleh kearah Zaki. Kedua mata saling bertemu dan menatap intens.


"Apa kamu pikir aku dapat hidup dengan tenang setelah kepergiannya, bahkan untuk memejamkan kedua mataku teramat amat sangat menyiksa." Jawab Langit dengan suara paraunya.


"Itu bisa kamu lalui asalkan kamu mau menjalani pengobatan." Kata Zaky kembali.


Langit hanya tertawa sumbang, dia berkacak pinggang dengan berjalan memunggungi Zaky sekertarisnya.


"Mau berapa dokter lagi yang kalian sodorkan kepadaku? Setiap kamu menjadwalkan pengobatan aku selalu datang...."


"Datang sekali hanya untuk mengancam dokter!" Teriak Zaky memutus ucapan Langit.


Langit menoleh sedikit kearah belakang dan tersenyum masam. Zaky hanya dapat menahan kekesalannya kepada Langit.


Langit Putra Gandratama, pria berwajah tampan nan rupawan bagaikan fotocopy sang Ayah. Baik dari fisik maupun sifatnya, kini sudah beranjak dewasa.


Dia memimpin perusahaan Gandratama setelah sang Ayah pensiun dan menghabiskan waktu bersama Mamanya.


Langit yang terkenal sebagai CEO TSUNDERE karena sikapnya dingin tetapi perhatian kepada orang-orang yang dekat dengannya. Pria yang selalu berwajah datar nan dingin, tetapi justru hal itu yang selalu membuat kaum hawa menjerit histeris saat berpapasan dengannya.


"Diamlah Zaky, sampai kapanpun aku tidak ingin melupakannya!" Jawab Langit dengan tegas dan lantang.


"Kami tidak memintamu untuk melupakannya tetapi mengikhlaskan."


"Sama saja ... Melupakan dan mengikhlaskan, mengikhlaskan berarti aku harus membuka kisah dengan wanita lain dan akhirnya melupakan Mega." Kata Langit kembali.


Zaky hanya mampu menghela nafasnya panjang, "Tetapi kehidupanmu harus terus berjalan Langit, sedangkan Mega? Mega sudah menyerah dengan kehidupannya lima tahun silam." Jawab Zaky dengan nada yang melemah.


Langit mengepalkan kedua tangannya, dia berteriak kencang dengan menendang pasir lautan yang tidak bersalah.


"Argh! Kenapa! Kenapa Mega harus meninggalkanku dengan cara seperti itu!" Teriak Langit dengan bobot tubuh yang sudah jatuh diatas pasir.


"Itu sudah pilihannya, Langit." Kata Zaky yang mendengus kesal karena Langit akan selalu kacau setiap meratapi kepergian Mega.


Mega Patria Wirasena, gadis cantik, periang, dan pintar. Saat menginjak usia 18 tahun dia mampu menggemparkan seluruh kota karena tindakan bunuh diri dengan cara menerjunkan tubuhnya kedalam lautan lepas.


Tidak ada yang tahu penyebab aksi bunuh dirinya, bahkan keluarganya begitu sangat terpukul karena baru menyadari ketidak berada Mega selang sehari aksi bunuh dirinya tersebut.


Hanya satu orang yang bertemu dengannya sebelum Mega mengakhiri hidupnya, yaitu Langit.


Entah bagaimana ceritanya, Langit dapat menemukan Mega di pantai ujung kota saat itu. Karena setiap Langit di interogasi oleh kepolisian hanya mengunci bibir tetapi air matanya meleleh dari kedua matanya.


Jangankan untuk menceritakan kronologis, mengingatnya saja sudah membuat jantung dan hatinya terasa meledak.


Baik keluarga Wirasena dan Gandratama mengerahkan banyak tim SAR. Baik dari dalam negeri dan luar negeri, tetapi tidak ada hasil.


Tubuh gadis cantik tersebut tidak ditemukan, bahkan pencarian sudah dilakukan selama satu tahun oleh keluarga Gandratama. Tidak ada hasil apapun, keluarga Gandratama tidak tega melihat anak laki-laki mereka selalu menyalahkan dirinya atas kepergian Mega.


Hingga para pencari sudah menyerah dan membuat laporan, jika kemungkinan tubuh korban dimakan oleh hewan laut hingga tidak menyisakan jejak apapun.


Sudah lima tahun kepergian Mega, masih membuat seorang Langit tidak pernah menoleh kepada wanita lain. Sudah banyak wanita cantik baik dari kalangan artis dan anak kolega yang mencoba mendekati Langit.


Hasilnya nihil, secara terang-terangan dan menjatuhkan mental para wanita itu dengan kejam.


Zaky sangat ingat pesta ulang tahun sebuah perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Gandratama.


Saat Zaky akan pergi kekamar mandinuntuk menyusul Langit mendengar percakapan yang membuat dirinya tercengang.


"Langit, apakah kamu menolakku?" Ucap seorang wanita dengan suara mendayu-dayu.


Zaky mencoba mengintip, tampak seorang anak kolega yang tengah memegang pergelangan tangan Langit.


Dengan kasar Langit menyentaknya, Langit merangkul pundak wanita tersebut hingga membuat Zaky kaget begitu juga wanita itu yang sudah kesenangan.


"Lihat! Lihatlah dirimu, apa kamu kira kamu pantas bersanding denganku?"