Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Selamat Tinggal


...Jangan lupa dukungannya ❤...


Happy Reading 🌹🌹


Kini tengah terlihat seorang pria asing yang tengah mengenakan baju serba hitam, tidak lupa topi dan kacamata untuk mengecoh orang-orang yang tengah mencarinya.


Menghela nafas berat sang pria mencengkram kuat tas yang tengah dia jinjing.


"Ayo cepat, sebelum orang-orang keluarga Wiratama menangkap kita." Seru seseorang yang tak lain adalah rekan kerjanya.


Dia adalah Jackson, misinya sudah berhasil dan dia harus segera kembali ke California.


Identitas Jackson tidak semuanya salah, dia memberitahukan identitas aslinya meski tidak dengan nama keluarganya yang tersemat dibelakang nama.


Segera Jack dan rekannya menaikki kapal pesiar, mereka tidak menaiki pesawat karena sudah pasti akan banyak anak buah dari Wiratama.


Kapal persiar mulai bergerak menjauhi dermaga, Jack memandang jauh sudut matanya basah.


Aku akan kembali, tunggulah aku. Monolog Jack didalam hatinya.


Jackson adalah salah satu ketua mafia, dia mendapatkan tawaran dengan bayaran yang tinggi untuk suatu misi dari seorang wanita.


Selama didunia hitam, nama Jackson tidak ada yang mengetahuinya. Dia selalu menggunakan nama Black.


Selama tiga bulan lamanya Jack berada dinegara yang mempertemukan dirinya dengan korban yaitu Bintang.


Jack sebenarnya tidak suka mengambil misi dilapangan seperti ini, terlebih memerlukan waktu berbulan-bulan.


Tetapi kembali lagi, karena bayaran yang ditawarkan sangat tinggi. Sehingga Jack sendiri yang melaksanakannya.


Siapa sangka, semua berawal dari misi. Hingga lambat laun membuat hati Jack bergetar.


Dia telah jatuh cinta dengan Bintang, wanita yang sombong dan angkuh itu. Tetapi dia melihat sisi lembut Bintang yang tertutupi sifat buruknya tersebut.


Jack memandang nanar foto yang dia dapatkan dari anak buahnya, terlihat Bintang tengah digedong oleh Ayahnya masuk keruang dokter kandungan.


Senyum terukir dibibirnya, tetapi hatinya perih karena semua ini berawal dengan salah.


Jagalah anak kita. Tunggulah aku, aku akan datang menjemput kalian. Selamat tinggal. Gumam Jack yang mencium foto tersebut.


(Autor jadi syedih, kenapa harus ada pertemuan jika ada perpisahan 😭)


...**...


Dirumah sakit.


Bulan telah sadar, dengan menggunakan kursi roda yang didorong oleh suaminya. Mereka memasukin kamar VVIP dimana Bintang tengah dirawat.


Suara pintu terbuka, membuat Buntang menoleh. Terlihat wanita yang sudah membesarkan selama ini metap kecewa kearahnya membuat hati Bintang sakit.


Tanpa sadar Bintang menangis melihat kedua orangtuanya mendekat kearahnya.


"Ma... ma." Panggil Bintang terbata dan air matanya semakin deras terjun bebas dari mata indahnya.


Bulan segera berdiri dibantu oleh Doni, dia menubruk tubuh Bintang. Bulan memukul-mukul pelan punggung anaknya.


"Maafkan Bintang Ma, maafkan Bintang." Jawab Bintang yang menangis kencang dipelukan Ibunya.


Mereka berdua saling berpelukan dan menangisi keadaan. Doni yang melihatnya mengadahkan kepalanya, dia sakit juga sedih melihat kondisi keluarganya.


"Pah, maafkan Bintang." Ucap Bintang dengan menundukkan kepalanya setelah dia melepaskan pelukan Ibunya.


Doni langsung memeluk Bintang, dia mengecup pucuk kepala dan mengelus surai hitam.


Bintang mengeratkan tangannya ditubuh yang sudah tidak muda lagi, dia menangis perasaan sesal menggerogoti hatinya.


"Sudah Nak, jangan menangis lagi. Kasihan bayinya jika Mamanya sedih." Jawab Doni yang masih memeluk Bintang.


"Papa tenang saja, Ayah dari bayi ini akan bertanggung jawab. Dia sudah melamar Bintang satu bulan yang lalu." Jelas Bintang yang sudah melepaskan pelukannya dan menunjukkan cincin mewah yang melingkar dijarinya.


Kini Doni duduk dikursi yang berada disamping brangkar Bintang.


"Bintang, dengarkan Ayah. Pria itu tidak akan bertanggung jawab terhadapmu."


"Dia sudah pergi entah kemana." Jelas Doni dengan menjeda ucapannya agar Bintang tidak kaget.


Bintang menggeleng cepat, airmatanya kembali luruh.


"Tidak Pah, tidak mungkin! Dia sangat mencintaiku, aku juga mencintainya Pah. Ayo kita cari." Teriak Bintang tidak menerima kenyataan.


Tangan Bintang sudah terulur untuk melepaskan infus yang tertancao dipunggung tangan kirinya.


"Nak, jangan! Lupakan pria breng*k itu, kita rawat bersama-sama anakmu." Seru Bulan yang menghentikan Bulan dan Doni segera memeluk tubuh anaknya.


Bintang terus menangis histeris dipelukan Papanya, bahkan tangannya memukul-mukul punggungnya.


Dunia Bintang sudah runtuh, mengetahui kenyataan jika dia hanyalah anak angkat sekarang dia tengah hamil. Bahkan kekasihnya meninggalkan dirinya begitu saja tanpa sepatah kata.


Hingga gerakan Bintang melemah, dia pingsan karena keadaan yang lemah dan terlalu shock dengan kejadian yang tengah menimpa dirinya.


"Bintang! Bangun nak," Seru Bulan.


Doni segera menekan tombol emergency yang nerada diatas brangkar Bintang.


Dokter telah datang dengan dua orang perawat, dia segera memeriksa kondisi Bintang.


"Tuan, Nyonya. Untuk saat ini kondisi Bintang sangat lemah, jangan membuat dirinya berfikir berat." Jelas dokter kandungan tersebut.


"Iya dok, terima kasih." Ucap Doni dengan mengangguk mengerti.


...**...


...Kira-kira, mau dibuatkan cerita sendiri untuk Bintang dan Jackson tidak?...


...*/...


Promo Novel