
Happy Reading 🌹🌹
Karena aksi mogoknya Sky beberapa hari lalu, yang mengakibatkan dirinya menderita kelaparan sendiri.
Saat ini Sky dan Putri tengah berbelanja kesupermarket, Sky memasukkan makanan dan kebutuhannya. Entah itu akan digunakan atau tidak.
Putri yang melihat perilaku suaminya hanya menghela nafas pelan, terserah dia ingin memborong satu gedung supermarket juga tidak masalah. Terpenting bukan Putri yang membayar.
"Putri." Panggil seorang pria.
"Pak Dave." Jawab Putri yang menoleh ke samping.
"Kamu kesini dengan siapa?" Tanya Dave dengan wajah yang secerah lampu bolam.
"Aku." Jawab Sky ketus.
Dave memutar bolanya malas, kenapa harus dengan cecunguk satu itu.
"Oh, hai... aku kira istrimu hanya berbelanja sendiri." Jawab Dave dengan menampilkan senyum yang terpaksa, dia ingin tetap terlihat baik dihadapan gadis pujaannya.
"Ck, basi. Sana pergi, aku ingin melanjutkan kencan dengan istriku. Iyakan sayang." Ucap Sky yang tersenyum lebar tetapi sorot matanya menatap penuh ancaman.
"Iya sayang, permisi Pak Dave." Pamit Putri yang berlalu dari hadapan Dave.
Dave menatap kepergian keduanya dengan kemarahan, dia melihat Sky yang melingkarkan tangannya ke pinggang ramping gadisnya.
Dave sudah mengeklaim jika Putri adalah wanitanya, jika Dave tidak dapat memilikinya maka siapapun tidak akan bisa.
"Nak, kamu kenapa." Panggil Mama Dave.
"Eh, tidak Mah. Tadi Dave hanya bertemu Sky saja." Jawab Dave dengan tersenyum dan mengambil alih troli belanja Mamanya.
"Apa kamu yakin Sky berbelanja, sungguh langit akan hujan jika itu benar terjadi." Jawab Mama Dave dengan terkekeh geli membayangkan anak kaku seperti Sky.
Tidak hanya langit yang hujan, tetapi juga guntur dan badai didalam hatiku Mah. Monolog Dave pada dirinya sendiri.
Setelah selesai berbelanja, Sky segera mendorong trolinya dan meninggalkan Putri tertinggal dibelakang.
Sungguh sangat kesal acara berduaannya dirusak oleh kehadiran curut Dave, sejak kejadian terakhir Sky sudah menetapkan nama khusus untuk temannya itu.
"Kenapa lagi dia itu, random sekali sikapnya." Gerutu Putri dengan berjalan mengikuti Sky dari belakang.
...**...
Sedangkan didalam kamar hotel terlihat Bintang tengah berbagi peluh dengan Jackson.
Sesuai ucapan Jackson, dia akan menemani Bintang selama satu bulan lamanya dinegara ini.
Selama itu pula Jackson memanfaatkan gadis itu, untuk memuaskan hasratnya.
"Sayang kamu tidak kuliah?" Tanya Jack dengan nafas ngos ngosan karena aktivitas mereka baru saja selesai.
"Apa kamu mengusirku," Jawab Bibtang dengan wajah cemberut.
"Bukan begitu sayang, tapi aku takut orangtuamu akan tidak suka denganku jika kamu membolos terus." Jawab Jack yang kini wajahnya sudah sejajar dengan Bintang.
"Ck, aku tidak peduli." Jawab Bintang ketus.
"Jangan begitu, aku tidak ingin dipersulit untuk dapat hidup berdua denganmu." Ucap Jack yang penuh dengan dusta.
Bintang tersenyum lebar, ternyata Jack adalah pria yang menjunjung tinggi restu orang tua.
"Baiklah, aku akan bersiap-siap untuk kuliah." Jawab Bintang yang sudah mendudukkan dirinya.
"Tapi... satu ronde lagi." Jack segera meneguk kenikmatan tubuh Bintang.
...**...
"Hallo, bawa Bu Siti kemari." Ucap seseorang disebrang telfun kepada anak buahnya.
"Baik Tuan, akan segera saya jemout Bu Siti." Jawab bodyguard tersebut.
"Bu Siti, Tuan X ingin bertemu dengan Anda. Mohon kerjasamanya." Ucap orang suruhan tersebut.
"Siapa Tuan X, itu?" Tanya Bu Siti awas.
"Tenang saja bu, Tuan kami akan menjamin keselamatan Anda dan juga Nona Putri." Jawab bodyguard dengan rasa hormat.
"Pu... tri, bagaimana dia tahu tentang anakku. Aku mohon, pergilah Tuan. Jangan sakiti aku dan anakku. Aku janji akan pergi sejauh mungkin." Ucap Bu Siti yang sudah menangis dan memohon.
Bu Siti masih berada di posisinya, akhirnya boduguard itu mengeluarkan selembar foto yang ditunjukkan kepada Bu Siti.
Dengan tangan gemetar dan air mata yang semakin deras keluar dari matanya, segera Bu Siti menggangguk dan berjalan mengikuti kedua bodyguard tersebut.
"Tuan, kami akan berangkat dari panti sekarang." Lapor bodyguard kepasa Tuan X.
"Bagus, berhati-hatilah. Jangan sampai kalian lengah. Jaga baik Bu Siti." Intruksi Tuan X diseberang telfon.
Putri, kamu akan segera kembali ditempatmu dan akan kita lihat sampai mana orang itu bermain-main. Batin Tuan X.
"Tuan, apakah kita akan mulai bergerak?" Tanya asisten pribadinya.
"Hem, setelah Bu Siti kesini. Kita akan bawa Putri dan suaminya. Segera kita umumkan didepan khalayak ramai." Jawab Tuan X dengan senyum yang menyiratkan kesakitan dan kemarahan.
"Baik." Jawab sang asisten.
...**...
Kini Putri telah sampai dikampusnya, dengan diantarkan oleh Sky.
Selama perjalanan tidak ada pembicaraan apapun yang terlontar dari mulut mereka.
Hanya suara radio yang menemani perjalanan mereka.
Putri berjalan dikelasnya, dia tidak melihat Rose. Biasanya, Rose adalah mahasiswi yang oaling rajin. Terlebih ketika mata kuliahnya Oak Dave.
Seakan tenaga dan pesona Rose tidak pernah redup dari dalan dirinya.
"Siapa aku." Tanya seseorang yang tengah menutup kedua mata Putri dengan tangannya.
"Rose." Jawab Putri seraya menurunkan tangan Rose.
"Uu.. tidak asik, selalu saja kamu dapat menebaknya." Jawab Rose cemberut dan duduk disamping Putri.
"Kenapa denganmu Rose?" Tanya Putri heran.
"Hah, aku habis putus dengan kekasihku." Jawab Rose lesu.
"Bukankah kamu tidak memiliki kekasih, Rose." Putri menatap heran kearah temannya.
"Ya! Aku punya kekasih, tetapi dia tidak tahu jika aku ada didunia ini." Jawab Rose dengan menangis.
Putri semakin dibuat bingung, bagaimana cara mereka berpacaran jika prianya tidak tahu Rose ada didunia ini.
"Apa kamu, berpacaran dengan alien?" Tanya Putri dengan menampilkan wajah polosnya sesekali mata bening itu berkedip.
"Ishh, bukan! Lihat... tampan bukan? Ini adalah kekasihku." Jawab Rose dengan menyodorkan gambar yang dia simpan didalam galeri.
"Ini siapa? Apakah artis." Tanya Putri dengan sesekali melihat Rose.
"Hem, ya. Aku patah hati karena dia memiliki kekasih... hiks." Jawab Rose yang mulai menangis.
"Tapi, kamu bilang. Kamu yang baru saja di putuskan, aku jadi bingung." Ucap Putri dengan meletakkan kepalanya dan menghadap Rose.
"Ihh, kamu tau. Jika idol yang kita jadikan bias memiliki pacar, itu berarti dia memutuskan kita sebagai penggemarnya." Jelas Rose dengan bersungut-sungut.
"Lalu, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Putri lagi.
"Aku sudah memutuskan, aku akan menjadi biat sari idol lain. Lihat, imut sekali. Ingin aku gigit." Rose menunjukkan foto artis pria dengan mengenakan bando dikepalanya.
Melihat temannya senang, Putri hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja.
"Putri, kamu dipanggil Pak Dave keruangannya." Panggil salah satu teman kelasnya.
"Oh, baik. Terima kasih." Jawab Putri.
Rose melihat kearah Putri, "Bukankah hari ini tidak ada perkuliahan Pak Dave?" Tanya Rose.
Putri hanya mengangkat kedua bahunya, dia sendiri juga tidak tahu kenapa Pak Dave memanggilnya. Karena dia rasa, dia sudah mengumpulkan tugas teman-teman satu kelasnya.
...**...
...SEMOGA KALIAN SUKA...
...Jangan lupa tekan tombol like, beri sesajen biar makin semangat nulisnya...