
...Kasihlah bunga oii riders, jangan pelit....
...Autor lemess gak ada yang kasih hadiah....
...mode pemaksaan ðŸ˜ðŸ˜...
Happy Reading 🌹🌹
Sudah lima hari setelah kejadian kecubung tersebut, kini Sky dan Gabriel sudah kembali normal seperti sedia kalan.
Atas perintah dari Agung, pohon kecubung yang berada di depan panti asuhan di tebang oleh pengawal mereka.
Agung dan yang lainnya tidak ingin kejadian terulang kembali pada orang lain.
Cukup dua keluarga besar yang di pusingkan oleh Sky dan Gabriel. Karena ulah Sky yang ingin mengerjai Gabriel.
Selama keduanya mabuk kecubung, Sky tinggal di mansion Wiratama sedangkan Gabriel tinggal di mansion Gandratama.
Bagaimana nasib perusahaan jika kedua petinggi penting tengah mabuk kecubung?
Tentu saja yang menghandel adalah Agung sendiri.
Terlihat kini tiga keluarga besar tengah berkumpul di kediaman Wiratama.
"Bagaimana keadaanmu Sky?" Tanya Rudi sekedar basa basi.
"Sudah baik Paman," Jawab Sky dengan sopan.
"Ikan cupangnya masih hidup?" Lanjut Rudi, karena gara-gara ikan ****** halusinasi kedua pria tersebut tidak ada satupun yang minum.
Sky menggaruk tengkuknya malu, serasa dia ingin menenggelamkan diri di inti bumi.
Sedangkan Agung dan yang lainnya hanya terkekeh kecil jika mengingat kebodohan kedua pria tersebut.
Gabriel hanya memalingkan wajahnya, dia juga sangat malu. Jika bukan karena bosnya cemburu dan membalas dirinya tidak mungkin keduanya menjadi orang bodoh seperti tempo lalu.
"Ya, siapa yang menjadi cicak dan di kutuk menjadi debu." Ucap Bintang dengan tertawa kencang sampai sudut matanya mengeluarkan air.
Putripun juga tak kalah tertawa, jika dia mengingat bagaimana ulah suaminya selama mabuk kecubung.
Bahkan di meja makan, Sky sempat menangis histeris karena ayam goreng.
"Sudah... sudah, apa kalian tidak kasihan mereka sepertinya ingin menggantungkan diri di pohon tauge." Ucap Bulan dengan terkikik geli.
"Pfttt... pohon tauge." Bintang semakin terbahak dengan jawaban Mamanya.
...**...
Disalah satu hotel berbintang dua, terlihat Grace tengah menunggu seorang pria.
Pria tersebut datang memghampiri dimana Grace menunggu dirinya.
"Ada apa lagi." Ucapnya dingin.
"Ck, kau jangan mencoba menghindariku. Atau aku akan datang kerumahmu dan membeberkan semuanya." Jawab Grace dengan penuh ancaman.
Pria tersebut mengepalkan kedua tangannya, "Jangan pernah berani menyentuh keluargaku." Jawabnya dengan suara dingin.
"Tapi jangan pernah menghindariku! Sekarang dudulah kau tidak ingin kita menjadi pusat perhatian bukan." Ucap Grace dengan melirik ke arah sekelilingnya.
Dengan kasar pria tersebut mendudukkan dirinya di kursi depan Grace.
Mata-mata yang di utus oleh Gandratama masih senantiasa mengikuti dan mengumpulkan bukti-bukti untuk memperkuat jika bayi dalam kandungan Grace bukan keturunan keluarga Gandratama.
"Cepat katakan, aku tidak memiliki banyak waktu." Ucap pria tersebut to the point.
"Aku ingin uang, uangku sudah mulai menipis. Kirimkan aku uang." Ucap Grace tanpa tahu malu.
"Baru lusa lalu aku memberikanmu uang, sekarang kau meminta lagi." Jawab pria tersebut dengan nada yang mulai meninggi.
"Ck, kamu pikir aku dan anakmu tidak butuh makan dan bersenang-senang." Jawab Grace acuh.
"Dia bukan anakku!" Seru pria tersebut.
"Ini adalah anakmu, karena aku hanya kamu yang berhubungan denganku tidak memakai pengaman!" Jawab Grace tidak kalah sengit.
"Sudah aku bilang gugurkan! Kau tidak menuruti ucapanku, jika anak itu kamu gugurkan kita akan kembali seperti dulu." Jawab pria tersebut dengan tampang mesumnya.
"Tidak akan, anak ini yang akan membawaku menjadi menantu Gandratama." Jawab Grace dengan tersenyum licik.
"Jangan bilang kau, menjebak Sky!" Ucap pria tersebut.
"Seperti yang kau tahu, sekarang cepat transfer aku uang. Aku ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari." Ucap Grace dengan menengadahkan tangannya.
Pria tersebut mengeluarkan selembar cek, dengan angkuh Grace segera membubuhkan tulisannya dan tanda tangannya.
Bola mata pria tersebut hampir keluar ketika melihat nominal yang di tuliskan oleh wanita pemuas hasratnya itu.
"Apa kamh gila! uang satu milyar hanya untuk membuatmu berbelanja." Seru pria tersebut.
"Satu milyar itu nominal kecil untukmu, aku akan memuaskanmu setelah ini. Jadi segera tanda tangani." Jawab Grace yang sudah menggoda kejantanan pria tersebut dengan menggesekkan kakinya.
Lenguhan keluar dari bibir pria tersebut, "Kau jangan menyesali ucapanmu." Jawabnya dengan menandatangi cek tersebut.
"Tentu saja Baby, ayo kita ke hotel mewah." Jawab Grace yang sudah mengambil cek tersebut.
"Disini saja." Jawab pria tersebut dengan menyeret Grace.
"Aku tidak mau! Kita kehotel bintang lima, aku tidak ingin di hotel seperti ini." Seru Grace yang meronta.
"Aku tidak ingin ketahuan oleh kolegaku dan keluargaku. Sudah menurut saja, aku sudah membayarmu satu miliar." Jawab pria tersebut angkuh.
Baru saja masuk ke dalam kamar, pria tersebut sudah menghimpit tubuh Grace di tembok.
Dengan ganas dia menyergap bibir tersebut, dan tangannya dengan kasar menggerayangi tubuh Grace.
"Jangan kasar!" Seru Grace yang sudah melepas tautan bibirnya.
"Diamlah ******, aku sudah membayarmu. Sekarang kau harus puaskan aku." Ucap pria tersebut dengan tajam.
Tanpa meminta ijin, pria tersebut merobek baju yang dikenakan Grace sehingga terkoyak tak berbentuk lagi.
...(udahlah puasa-puasa bikin batal puasa secara massal 😂😂 kalian bayangin aja sendiri)...
...**...
Di kediaman Wiratama.
Terlihat kedua pembantu membawa sebuah lukisan yang tempo hari di keluarkan dari kamar Kakek Gunawan.
"Kenapa lukisannya di keluarkan lagi?" Tanya Bulan heran.
"Mama dan semuanya, coba kalian perhatikan tulisan yang berada di pojok bawah ini." Ucap Putri yang menunjuk tulisan kecil.
"Bintang bersinar yang terlihat dari kejauhan."
"Apa makhsud dari tulisan itu, apa yang di makhsud adalah Bintang?" Tunjuk Rudi pada calon ibu muda tersebut.
Bintangpun menggeleng dia juga tidak tahu.
"Apa yang di makhsud Kakek adalah Putri, karena dulu Kakek sendiri yang memberi nama putriku Bintang ketika berada di Rumah Sakit." Jawab Doni dengan menjelaskan.
Semua menatap ke arah Putri, ya benar yang di tuliskan Kakek Gunawan pasti Bintang yang asli yang sekarang bernama Putri.
Hening... Semua orang terlihat berfikir apa makhsud dari tulisan yang terdapat pada lukisan tersebut.
Hingga Sky menatap ke arah kalung Putri yang terlihat mengkilap ketika terkena pantulan cahaya.
"Aku tahu." Seru Sky yang sudah berdiri.
Semua orang mengalihkan pandangan mereka ke arah Sky, "Apa sky?" Tanya Agung.
"Putri jangan bergerak, apa kalian lihat kalung yang di pakai Putri. Kalung itu berbentuk bintang dan kalung itu terlihat bersinar ketika terkena pantulan cahaya matahari." Jelas Sky dengan detail.
Semua menatap kearah leher jenjang Putri dengan seksama.
"Ekhm, jangan melihatnya lama-lama. Sayang segera berbalik badan." Sky berdehem dan berkata penuh rasa posesife kepada istrinya.
"Ck, bucin." Umpat Agung pada anaknya.
Sky menatap kesal kepada pria yang membuatnya hadir di dunia ini.
Putri hanya tersipu malu dengan ucapan Sky, entah hal yang sepele saja membuat jantungnya seperti lari maraton.
"Briel, apa kau masih ingin menatap istriku." Geram Sky kepada asistennya.
...**...
...Jangan lupa like, komentar dan vote novel autor rating bintang lima....