Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Ember Bocor


Maaf banyak typo, kamus papan ketik otomatis.


Happy Reading 🌹🌹


Sky terlihat meringis di lantai karena terjungkal dari brangkar istrinya.


"Aduhh... sayang kenapa kamu menendangku." Ucap Sky dengan suara merintih.


"Maaf," Cicit Putri.


Karena jarak mereka sangat dekat, dan Putri yang kaget dengan suara orang lain tanpa sengaja menendang Sky hingga terjatuh dari brangkarnya.


"Dasar anak tidak tahu diri!! Istrimu sedang sakit kenapa membuatnya semakin susah hah!" Seru Ambar kepada putranya.


Sky tidak menjawab dia sibuk dengan kondisi tubuhnya yang sakit.


"Bagaimana keadaanmu sayang, apa yang sakit Mama lihat." Ucap Bulan yang sudah duduk di tepi brangkar dengan memalingkan tubuh Putri ke kanan dan ke kiri.


"Putri tidak apa-apa Mah, hanya kecapekan saja." Jawab Putri yang menenangkan ibunya.


Terdengar suara jatuh, terlihat seorang gadis menggeliat di atas ubin dengan merintih menahan sakit.


"Siapa gadis itu Sky! Jelaskan." Ucap Ambar yang sudah melotot kearah Sky.


"Apa sih Mah, itu teman Putri." Jawab Sky cemberut.


"Jangan main gila kamu Sky, atau Mama pecat jadi anak." Ancam Ambar kepada putranya.


Sky hanya mencebik kesal, "Jelaskan pada Mama mertuamu itu." Perintah Sky kepada Putri.


Ambar yang mendengarkannya melotot, anak durhaka ini perlu di beri pelajaran.


"Iya Mah, itu Rose sahabat Putri. Tadi dia yang membawa Putri ke Rumah Sakit ini." Jawab Putri lembut.


"Eughh... aku dimana, oh my good Putri!!" Seru Rose ketika sudah sadar dirinya meninggalkan Putri.


Dengan muka bantal, Rose berjalan ke arah Putri dan seketika mematung mengamati kedua wanita parubaya didepannya.


Apa mereka ibu kandung dan ibu mertua Putri. Gumam Rose dalam hati.


"Eh, selamat siang tante." Ucap Rose dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ini sudah sore Rose," Jawab Putri terkekeh geli melihat tampilan sahabatnya.


Rose menangkup wajahnya sendiri dengan bola mata yang membesar, segera dia melihat jam yang melingkar di tangannya.


"Ah iya benar, hehe... sejak kapan kamu sudah sadar Putri, kenapa tidak membangunkanku." Ucap Rose menuntut.


"Kemarilah Nah, jangan sungkan dengan kami. Kenalkan aku Bulan Mama dari Putri dan ini Tante Ambar Mama dari Sky suami Putri." Ucap Bulan yang memperkenalkan diri.


"Perkenalkan saya Rose, lupa nama keluarga saya Tante karena autornya pelupa." Jawab Rose dengan cengir kuda.


"Oh iya nak, kenapa dengan manantuku. Apakah dia pingsan?" Tanya Ambar kepada Rose yang sudah berdiri di dekat mereka.


Sky memberikan kode kepada Rose dengan melebarkan matanya dan menggerak-gerakkan bibirnya tanpa mengeluarkan suara.


Tapi gadis itu tidak sadar, dia berfikir jika Sky tengah mengomelinnya tanpa suara.


"Tadi suami Putri berkelahi dengan Pak Dave, karena Putri sudah berteriak-teriak untuk dihentikan perkelahian itu. Akhirnya Putri pingsan tante." Jawab Rose polos dan lancar.


Kedua wanita parubaya itu menatap Sky dengan tatapan yang menghunus jantungnya.


"Kenapa mereka berkelahi cantik?" Tanya Ambar semakin mengintrograsi.


"Emm... sepertinya Pak Dave suka dengan Putri tante, Putri tengah hamil muda Tan. Terus Pak Dave tidak percaya karena kata Pak Dave... Putri sudah hampir satu bulan ini di tinggal oleh Pak Sky sendirian di rumah." Jawab Rose yang masih dengan polosnya tanpa dia tahu jika mendorong Sky kedalam jurang.


Sky yang mendengar jawaban dari Rose menelan ludahnya dengan susah payah, Aku harus keluar dari ruangan ini. Sky akan menyelamatkan nayawanya.


"Wah, besan kita akan punya cucu!!! Seru keduanya yang tersenyum bahagiaa.


" Yasudah Nak, kamu pulang ya sebentar lagi malam. Nanti biar di antarkan oleh Gabriel." Ucap Ambar pada Rose.


Kabar kehamilan Putri membuat kedua wanita parubaya itu senang, dengan mengecup kedua pipi Putri dan mengelus perutnya.


Sky memanfaatkan momen ini, dia pergi keluar dengan mengendap-endap seperti maling.


Tuk


Sky menabrak paha seseorang, Sky mendongak terlihat Ayah Agung dan juga Papa Doni.


"Mau kemana kamu Sky, kenapa seperti maling." Ucap Agung pada anaknya.


Antensi kedua wanita parubaya dialihkan ke suara bass tersebut, Ambar menjadi muncul tanduknya karena mengingat ucapan Rose.


"Yah, segera panggil Gabriel kesini dan kamu Sky cepat duduk di sofa." Ucap Ambar datar.


Agung menghala nafasnya panjang, pasti anaknya tengah membuat ibunya marah. Segera Agung menelfon Gabriel dan Sky sudah duduk di sofa seperti pelaku utama.


Kini semuanya sudah duduk di sofa termasuk Gabriel kecuali Putri yang di brangkar.


"Briel, jelaskan kronologis kejadian hari ini dan satu bulan kemarin kemana pria tua ini pergi. Jangan ada yang ditutupi." Ucap Ambar kepada Gabriel.


Gabriel menceritakan secara detail kegiatan Sky dan keadaan kantor, tidak lupa juga kronologis kejadian hari ini dan juga pertemuan keduanya dengan keluarga Danuarta.


Sky semakin menundukkan kepalanya karena terbongkar sudah semuanya, ini semua karena gadis ember bocor itu! Awas saja jika bertemu lagi akan aku plaster mulutnya. Bahkan pria yang sudah sangat dia percayai juga ember bocor, Cih benar-benar pasangan yang serasi. Gerutu Sky kepada Rose.


"Sky kenapa masalah sebesar ini tidak kamu bicarakan kepada kami." Ucap Rudi kepada menantunya.


"Maafkan Sky Pah," Cicit Sky lirih.


"Apa kamu sudah puas meninggalkan Putri sendirian di rumah hah! Jika kamu tidak mau satu rumah dengan Putri, biar Putri bawa kerumah utama. Dan kamu hidup saja sendiri." Ucap Ambar bersungut-sungut.


Sky mengangkat kepalanya, "Jangan Mah, Sky menyesal... Sky tidak akan mengulanginya lagi." Jawab Sky dengan mengiba.


"Sudah jeng, lebih baik satu bulan ini biarkan Putri pulang kerumah Wiratama dulu. Bulan berikutnya ke rumah Gandratama." Jawab Bulan memberikan ide.


"Benar, biar kita sama-sama dapat merasakan mengurus calon cucu kita jeng." Jawab Ambar dengan wajah yang gembira.


Wajah Sky semakin suram, dia tidak mau jika istrinya bergantian tinggal dirumah utama.


"Sayang..." Rengek Sky kepada Putri.


Putri hanya mengendikkan bahunya, dia juga kesal dengan suaminya. Apa pria itu pikir dirinya tidak kesepian.


"Lihat Putri saja tidak membelamu, berarti Putri setuju." Ucap Ambar pada anaknya dengan nada yang mengejek.


"Aaa.. Mama... lalu Sky bagaimana." Ucap Sky mengiba.


"Kamukan sibuk, satu bulan saja tidak pulang. Bagus tingkatkan selama sembilan bulan jangan pulang sekalian, terus saja bekerja dan membuat perusahaan menjadi nomor satu di dunia." Jawab Ambar dengan mengelu-elukan Sky yang pekerja keras tetapi tersirat sindiran didalamnya.


Sky menggeleng cepat, "Bagaimana jika anak Sky merindukan Ayahnya Mah, juga istriku pasti sangat merindukanku... iyakan sayang." Tanya Sky kepada Putri untuk meminta dukungan.


"Tidak sayang ku, aku dan baby baik-baik saja selama kamu pergi satu bulan. Iyakan baby..." Tanya Putri dengan bayi didalam perutnya.


Telak, tidak ada yang mendukung Sky. Sky berdiri dan merengek kepada Putri dengan langkah yang menghentak-hentakkan seperti anak kecil.


"Aaa... sayangku." Ucap Sky yang begitu sampai dia langsung memeluk istrinya.


"Sudahlah Mah, jangan terlalu keras dengan Sky. Lihat dia seperti bayi yang kehilangan mainannya." Ucap Agung kepada Ambar.


Ambar mendengus kesal dia masih tidak Terima karena Sky meninggalkan menantunya yang hampir satu bulan lamanya.


Sedangkan Doni hanya mengikuti kemauan istrinya, dia sendiri juga marah karena anak kesayangannya di acuhkan oleh suaminya sendiri.


"Begini saja jeng, Sky boleh bertemu dengan Putri tetapi tidak boleh menginap bagaimana?" Tanya Bulan kepada Ambar.


"Boleh... boleh jeng Bulan aku setuju. Jangan biarkan buaya buntung itu tidur dengan Putri kita." Jawab Ambar dengan senang.


Kedua suami mereka menghela nafasnya berat, entah jalan pikiran antara wanita dan perempuan itu sangat berbeda.


...**...