
...Becanda bestiee... belum tamat, novel otor yang baru aja masih tidur....
...Setelah ujian selesai otor mau crazy up di novel baru agar tidak bosan....
Happy Reading 🌹🌹
Terlihat Celine tengah memeriksa pasien-pasiennya, hari ini kepulanhan Jackson dan istrinya Bintang.
Malam sebelumnya Rex sang suami sudah memberitahukannya agar tidak pulang larut malam, karena sore hari Jackson dan Bintang sudah mendarat di negara nya.
Dengan penuh kesabaran dan ketelitian, Celine memerikasa penyakit atau sekedar mendengarkan keluhan dari pasiennya.
Hingga bunyi ketukan pintu membuyarkan obrolan Celine dan pasiennya, sang pasien yang melihat kedatangan dokter tampan seakan tahu jika dirinya harus berpamitan.
Celine segera meresepkan obat sebelum pasien itu keluar untuk menebus obat terlebih dahulu sebelum keluar.
"Celine waktunya istirahat, kamu hampir kehabisan makan siangmu." Ucap Dokter Isam dengan senyum yang menawan.
"Ck, kau menggangguku yang tengah mendengarkan curhatan pasien saja." Jawab Celine dengan berdecak kesal.
Dokter Isam hanya terkekeh pelan, hubungan Dokter Isam dan Celine sudah dekat dan akrab. Jika hanya sedang berdua mereka akan mengibrol selayaknya teman tampa embel-embel dokter di depannya.
"Haha.. dokter juga manusia. Ayo kita makan siang." Ajak Dokter Isam yang sudah berdiri di depan meja Celine.
Celine melihat jam yang melingkat di tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu. Tidak ada pesan yang masuk.
"Ayo Celine, makanan favorit ku keburu habis." Dokter Isam menarik lengan Celine yang membuatnya berdiri dan mengikuti langkahnya.
Dokter Isam terlalu bahagia dapat dekat dengan Celine sehingga tanpa sadar masih memegang pergelangan tangan Celine.
Celine yang merasa risih karena banyak di tatap oleh perawat dan beberapa pasien melepaskan cekalan dari Dokter Isam.
"Oh, maaf Celine aku terlalu tidak sabar karena sudah lapar." Ucap Dokter Isam beralasan.
Celine hanya mengangguk dan berjalan mendahului Dokter Isam, Dokter Isam menghela nafasnya panjang. Seharusnya dia tidak terlalu terburu-buru untuk menyentuh Celine.
Segera Dokter Isam berjalan mengikuti Celine dengan sedikit berlari, karena jarak Celine yang sudah jauh darinya.
"Setelah pulang dari Rumah Sakit, ayo kita makan malam." Ajak Dokter Isam yang kini sudah duduk berhadapan dengan Celine.
"Maaf Sam, aku tidak bisa... karena aku harus ke bandara menjemput temanku dan istrinya." Tolak Celine yang masih fokus dengan makannya.
"Mau aku antar?" Tawar Dokter Isam kepada Celine.
"Tidak perlu Sam, aku pergi bersama s..."
"Hey, Dokter Isam dan Dokter Celine. Sudah lama tidak bertemu." Salah satu rekan kerja mereka.
"Selamat siang Dokter, silahkan duduk dan bergabung dengan kami." Ucap Dokter Isam ramah.
Celine hanya tersenyum dengan kedatangan rekan kerjanya, dia lebih fokus dengan makanan. Entah karena kelaparan atau terlalu enak masakan koki Rumah Sakit hari ini. Membuat Celine ingin menambah satu porsi lagi.
"Mau kemana Dokter Celine." Ucap Dokter Isam yang melihat Celine berdiri.
"Mau pesan makanan." Jawab Celine enteng dan berlalu dari hadapan mereka.
"Wah, Dokter Celine tubuhnya kecil tetapi makannya banyak ya." Kelakar salah satu rekan kerjanya.
"Mungkin Dokter Celine terlalu lapar karena banyak pasien yang datang hari ini." Kawan Dokter Isam yang masih menatap Celine yang tengah mengantri makanan.
Rekan kerja yang melihat Dokter Isam tersenyum sendiri melihat Dokter Celine mulai meraba-raba, apa hubungan mereka sebenarnya.
"Apa kamu menyukai Dokter Celine?"
Dokter Isam mengangguk sedetik kemudian tersadar, "Ti... tidak, aku dan dokter Celine hanya teman. Karena dulu kami satu angkatan ketika kuliah." Elak Dokter Isam dengan mengambil minumnya.
Rekan kerja tersebut hanya menyincingkan matanya seakan ada CT Scan, agar dapat melihat gambar love di hati Dokter Isam.
Kedua pria itu tertegun dengan banyaknya makanan dan minuman yang Celine bawa, "Kamu akan menghabiskannya sendiri Dokter Celine?" Tanya rekan kerjanya yang merasa takjub dengan porsi makan Celine.
Celine mengangguk dan memakan makanan yang sudah membuatnya berliur dengan lahap. Hanya ada suara sendok dan garpu yang menemani meja tersebut.
"Ah... leganya." Ucap Celine yang setelah meneguk minumannya.
"Apa perutmu tidak sakit Dokter Celine?" Tanya Dokter Isam dengan wajah yang khawatir.
"Tidak, aku merasa sangat lapar jadi makanku banyak." Jawab Celine dengan terkekeh.
Rekan kerja mereka sudah pergi karena ada pasien darurat yang harus segera dia tangani.
"Ayo kita kembali." Ucap Celine yang sudah berdiri dari duduknya.
Dokter Isam dan Celine pergi meninggalkan kantin untuk kembali keruangan mereka masing-masing, sesekali mereka bersendau gurau selama melewati koridor-koridor Rumah Sakit.
Rex larut dalam pekerjaannya hingga melewatkan jam makan siang, bahkan dirinya tidak memberi kabar kepada Celine.
Rex ingin segera menyelesaikan urusan perusahaan dan fokus dengan ulah Dark yang semakin gencar mengusik Jackson dan dirinya.
Rex bahkan sudah menempatkan beberapa pengawal bayangan untuk Celine, karena Rex tidak ingin Dark sampai mencelakai istrinya.
Pengawal bayangan di perintahkan oleh Rex jika Celine sedang dalam keadaan bahaya langsung menghubungi dirinya dan melindungi istri tercintanya.
Rex sadar karena pekerjaannya yang banyak belum lagi masalah Dark, membuat Rex tidak memiliki banyak waktu bersama Celine.
Bahkan ketika tidur, Rex akan terbangun di tengah malam untuk datang ke markas. Celine hanya tahu jika Jackson dan Rex bekerja di perusahaan.
Celine tidak tahu jika keduanya pria yang dia kenal bekerja sebagai seorang mafia, karena keduanya begitu apik dalam menutupinya.
Hingga ketukan pintu membuyarkan lamunannya, terlihat sekertaris yang masuk dengan membawa beberapa map berisikan dokumen.
Rex menyenderkan tubuhnya dan menengadahkan kepalanya, untuk sesaat Rex memejamkan matanya. Seakan pekerjaannya tidak pernah habis.
Hingga HP Rex berdering, segera Rex menyambar hpnya terlihat nama Jackson di layar HP Rex.
"Apa kau sudah sampai?" Tanya Rex to the point.
"Sebentar lagi, bagaimana keadaan perusahaan." Jawab Jackson di sebrang telfon.
"Banyak pekerjaan yang harus kau selesaikan, aku akan bersiap menjemputmu." Ucap Rex yang kini sudah berdiri dari duduknya.
"Berhati-hatilah," Pesan Jackson kepada Rex.
"Pasti, aku sudah menempatkan pengawalan yang ketat dan juga pengawal bayangan." Jelas Rex kepada Jackson
"Bagus, kami sebentar lagi akan mendarat Rex." Kemudian Jackson dan Rex memutuskan sambungan telfon.
Terlihat Celine tengah bersiap-siap untuk pulang, dalam perjalanan terlihat dua mobil hitam yang mencurigakan tengah mengikuti mobil Celine.
Beruntung jalanan tersebut tidak terlalu sepi, Celine melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Dia takut jika itu adalah orang jahat, karena Celine hanya seorang diri sehingga Celine mengendarai mobilnya dengan menyebut.
Hingga Celine membanting stir karena didepan sudah di hadang oleh mobil dengan type yang sama.
Brak!!
Terlihat kap mobil Celine yang berasap dan ringsek bagian depan, kepala Celine berdarah karena terbentur dengan stir mobil dengan keras.
Tok... tok... tok...
Pintu mobil Celine di ketuk seseorang, belum Celine menoleh dirinya sudah hilang kesadaran.
...**...
...Jangan lupa like, komen, dan hadiahnya....