
Happy Reading 🌹🌹
"Bawa Louise dan Mikayla pulang ke mansion terlebih dahulu dan bilang kepada Tuan jika aku sedang bersama Celine." Ucap Bintang seperti ngerap agar dapat mengejar Celine.
Segera kedua babysitter dan seluruh pengawal kembali ke mansion, karena tidak ingin kedua bayi kembar itu sakit.
"Celine, tunggu!!" Seru Bintang dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Pulanglah." Ucap Celine datar dan masuk kedalam mobilnya
Bintang panik dan segera membuka pintu sebelah.
"Bintang pulanglah, aku akan menghajar mereka berdua." Ucap Celine menggebu.
Bintang langsung memasang seatbelt dan duduk tegap, "Ayo" Ucap Bintang gugup.
Celine segera menyalakan mobil dan meninggalkan pelataran Rumah Sakit. Selama perjalanan Celine mengendarai mobilnya seperti pembalap amatir.
Bahkan Bintang komat kamit membaca doa karena tubuhnya terhuyung ke kanan dan ke kiri, bahkan perut Bintang menahan mual karena mabuk darat.
Setelah Rex keluar meninggalkan Jackson, segera dia keluar membeli HP baru dan mengurus nomornya karena miliknya sudah hancur berkeping-keping.
Baru melangkah keluar toko, HP nya sudah berdering, terlihat nomor asing.
"Hallo, Rex." Ucap wanita di sebrang telfon.
Belum juga Rex mengatakan sepatah kata, sudah di dahului oleh penelfon.
"Siapa." Tanya Rex dingin.
"Maaf, ini aku Mawar."
"Darimana kamu mendapat nomorku."
"E... ak.. aku dapat dari temanmu, iya temanmu Rex." Jawab Mawar tersenyum kaku.
Rex menyeringai karena tebakan Jackson benar, jika Rex tengah di permainkan oleh wanita ular ini.
"Rex, bisakah kita bertemu."
"Aku sibuk."
"Plizz, kali ini saja Rex. Aku sedang sedih karena di hari ulang tahunku tidak ada teman yang menemaniku makan." Ucap Mawar penuh dengan drama tragis.
"Dimana"
"Kamu mau Rex?" Ucap Mawar senang.
"Jika tidak jadi yasudah." Jawab Rex yang akan mematikan sambungan telfonnya.
"Ehh.. tidak maksudku jadii... aku akan mengirim lokasinya."
Mawar tersenyum lebar karena rencananya berjalan lancar bahkan Rex dan Jackson tidak mengetahuinya, Mawar segera bertandang yang sangat sexy untuk memancing hasrat Rex.
Sedangkan Rex melangkah menuju mobilnya dengan wajah yang sulit di artikan.
Cukup lama Rex meladeni bualan Mawar, terlihat wanita yang sangat dia rindukan dan menjungkir balikkan emosinya.
"Mawar sepertinya aku harus pulang." Ucap Rex yang menghitung setiap detik Celine akan sampai di mejanya.
"Kenapa terburu-buru, tunggu di bibirmu ada bekas kopi." Mawar bangkit dari duduknya dan mencondongkan tubuhnya sehingga memperlihatkan belahan buah dadanya.
Rex hanya diam bahkan bibir mereka sebentar lagi akan bertabrakan,
"Ya! Ja*lang!!!" Seru Celine dengan menjambak rambut Mawar dengan kencang sehingga membuat kepala Mawar terpelanting kebelakang.
"Auu... apa yang kau lakukan!" Mawar memberontak.
Celine semakin menarik rambut Mawar kebelakang, "Akan aku penggal kepalamu jika sampai menyentuhnya." Ucap Celine dengan tegas.
Mawar menelan ludahnya susah payah bahkan Bintang dan beberapa pelanggan mendengar ucapan Celine memegang leher mereka.
" Celine apa yang kamu lakukan kepada temanku." Rex akhirnya bersuara dan menatap tajam ke arah Celine dengan suara dingin.
"Hikss... tolong Rex. Ini sangat sakit. " Dalam hati bersorak senang karena Rex membelanya di bandingkan istrinya.
Bintang yang melihat semua itu bahkan melebarian matanya, bagaimana bisa Rex berkata seperti itu di hadapan istrinya.
"Kamu membela wanita murahan ini!" Teriak Celine tidak terima, hatinya sudah terlanjur sakit biarkan remuk hingga tidak berbekas.
"Lepaskan!! dasar wanita gila, kamu siapa!" Teriak Mawar yang pura-pura tidak tahu.
Air mata Celine luruh kembali, bahkan Rex membuang pandangannya ke arah lain. Rex tidak tega melihat istrinya menangis tetapi Rex harus menjalankan drama ini demi memancing Dark keluar di hadapan mereka.
"Aku akan menghabisimu Rex, setelah wanita ini." Ucap Celine penuh penekanan.
Celine membenturkan kepala Mawar ke meja makan tersebut, bahkan wajah Mawar sudah bercampur darah dan makan yang masih tersisa di atas meja.
Pelayan dan pengunjung berteriak histeris karena perbuatan bar-bar Celine, tetapi tidak ada yang berani memisahkan keduanya.
Bintang turun tangan mencoba memisahkan keduanya, Rex masih bergeming di tempatnya bahkan tidak memperdulikan perbuatan Celine.
"Rex! Pisahkan mereka. Wanita ini akan mati ditangan Celine." Teriak Bintang dengan nafas yang memburu.
Rex berdiri dan mencekal pergelangan tangan Celine, langsung saja Rex menarik Celine untuk keluar dari restoran tersebut.
Bintang mendatangi pelayan agar merapikan semuanya juga membawa Mawar ke Rumah Sakit, Bintang mengeluarkan uang cukup banyak untuk membayar ganti rugi.
"Aku akan menghajarmu Rex." Gerutu Bintang dengan mengeluarkan kartu sakti milik suaminya.
Rex terus menarik Celine bahkan tidak menghiraukan jika istrinya terseok-seok mengimbangi langkah kakinya.
Rex segera membuka pintu mobilnya dan mendorong Celine agar masuk ke dalam, bahkan Celine tidak memperdulikan kakinya yang terluka juga sepatunya yang hilang sebelah entah kemana.
Didalam hatinya hanya terselimuti rasa benci, cemburu, marah, dan sakit. Sungguh perasaan seperti permen nano-nano yang rasanya tidak jelas untuk dia ungkapkan.
Rex segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju apartemen mereka, hanya ada keheningan di dalam mobil tersebut.
...**...
"Honey, jemput aku." Bintang menelfon Jackson karena di tinggalkan oleh sepasang pasutri.
"Kamu dimana Honey?" Tanya Jackson heran karena banyak suara trasportasi.
"Aku ditinggalkan sendiri oleh Celine dan Rex di sebuah cafe Honey, cepat jemput aku. Akan aku kirimkan lokasinya." Bintang segera memutuskan sambungan telfon secara sepihak.
Jackson segera menyambar jasnya dan menuju mobil untuk menjemput istrinya, kemudian Jackson menelfon orang yang berada di mansion untuk menanyakan baby twins apakah bersama Bintang atau tidak.
Kurang lebih tiga puluh menit, Jackson telah sampai di cafe tempat istrinya menunggu.
"Honey" Panggil Jackson dengan berlari kearah Bintang.
"Kenapa lama sekali." Ucap Bintang dengan wajah cemberut.
"Maaf, ayo kita pulang." Jackson menarik tangan Bintang agar bangun dari duduknya.
"Aku akan menghajar asistenmu itu Honey!" Ucap Bintang yang sudah duduk di dalam mobil bersama suaminya.
"Kenapa Honey?" Tanya Jackson penasaran karena wajah Bintang terlihat sangat kesal.
Bintang menceritakan kejadian hari ini kepada Jackson dengan perasaan yang menggebu, terlihat bibir tipis itu yang terkadang mencebik kesal dan tangannya juga tidak diam seakan menjadi pendukung dalam ceritanya.
"Hari ini aku harus membayar mahal karena ulah Rex, Honey." Adu Bintang kepada suaminya.
Jackson diam dengan mendengarkan seksama cerita dari istrinya, kenapa targetnya Rex dan Celine. Aku harus benar-benar berhati-hati sepertinya Dark bermain halus dengan menghancurkan mental lawannya. Ucap Jackson dalam hati.
"Honey, apa kamu mendengarkanku berbicara." Ucap Bintang dengan nada yang masih kesal.
"Eh, iya Honey. Baiklah terserah kamu ingin memberi menghajar Rex kapan saja." Jawab Jackson tertawa.
Bintang hanya mencebik kesal jika mengingat ulah Rex hari ini, "Apa Rex berselingkuh Honey?" Tanya Bintang kemudian.
"Tidak mungkin Honey, dia begitu mencintai Celine." Jawab Jackson dengan fokus menyetir.
"Tapi tadi dia membela wanita asing di depanku dan Celine Honey," Ucap Bintang kembali menggebu.
"Sudahlah Honey, mungkin mereka sedang ada masalah. Lebih baik kita lihat saja jika memang Rex berselingkuh aku yang akan menghajarnya." Jawab Jackson panjang lebar.
Bintang menganggukkan kepalanya, "Ya benar Honey, jika kamu yang berselingkuh saat itu juga aku akan mutilasi ularmu." Kata Bintang dengan tersenyum miring.
Gluk.
Jackson membasahi tenggorokannya yang kecing, baru membayangkannya saja sudah membuatnya ngilu.
...**...
^^^Jangan lupa like, komen, dan dukungan lainnya.^^^