
Happy Reading 🌹🌹
Rex terlihat tengah menyuapi Celine istrinya dengan telaten.
"Honey, bagaimana kabar Jackson dan istrinya. Apakah baik-baik saja?" Tanya Celine pada Rex.
"Bintang kontraksi seharusnya lahir satu bulan lagi Honey, akhirnya dokter melakukan operasi untuk menyelamatkan keduanya. Tetapi anak kedua mereka harus masuk ke inkubator." Jelas Rex kepada istrinya.
"Kenapa? Apakah aku boleh menjenguknya Honey, pasti bayi kembar Jackson sangat lucu." Ucap Celine antusias.
"Kata dokter jantung bayi keduanya lemah jadi harus mendapatkan perawatan yang intensif, setelah ini kita akan menjenguk mereka." Jawab Rex dengan tersenyum.
Celine spontan mengelus perutnya yang masih rata, "Kenapa dia lama hadir di sini." Ucap Celine sedih.
"Sabar Honey, sebentar lagi baby akan hadir. Kita harus bekerja lebih giat lagi." Jawab Rex dengan tingkat kemesuman yang tinggi.
"Ishh... ini karna kamu Honey, kamu tidak pernah menyuplai stok di pabriknya." Ucap Celine kesal.
"Maaf Honey, aku hanya lelah dengan pekerjaan yang menumpuk. Sebentar lagi selesai dan aku akan lebih giat menghajarnu di atas ranjang." Ucap Rex dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Honey bantu aku mandi setelah ini, badanku lengket keringat." Ucap Celine dengan mengunyah makanannya.
"Di telan dulu baru berbicara Honey, aku akan ke mall sebentar Honey untuk membelilanmu baju." Jawab Rex dengan menyela sisa nasi di pinggir bibir Celine.
"Kenapa tidak menyuruh pengawal saja Honey," Ucap Celine yang menerima gelas berisi air putih.
"Aku tidak mau orang lain mengetahui ukuran dalamanmu Honey." Jawab Rex kesal.
Celine terkekeh "Ya terserah kamu saja." Lebih baik mengalah daripada melihat kecemburuan sang suami.
"Aku akan kembali secepatnya." Ucap Rex dengan mengecup bibir istrinya dan berlalu dari hadapannya.
Celine yang melihat kepergian Rex berubah menjadi wajah sendu, tangannya menyibak selimut yang terdapat surat tanpa nama.
Beberapa jam lalu.
"Sayang apa kamu yakin tidak apa-apa Mama tinggal?" Ucap Mama Celine.
"Iya Mah, tidak. perlu khawatir. Celine akan tidur sembari menunggu Rex datang" Jawab Celine dengan tersenyum.
"Baiklah jika begitu, Mama dan Papa tinggal dulu ya sayang. Kami akan kembali lagi segera." Ucap Mama Celine dengan menciun pipi anaknya.
Celine mengangguk, baru akan merebahkan tubuhnya. Pintu kamarnya diketuk seseorang terlihat suster yang membawa troli obat.
"Bagaimana keadaanmu Dokter Celine?" Tanya perawat tersebut.
"Baik sus," Jawab Celine ramah.
"Wah Dokter Celine ternyata sudah menikah, kenapa tidak mengundang kami." Ucap perawat tersebut yang pura-pura kesal.
Celine tersenyum kaku, "Bagaimana suster tahu." Tanya Celine penasaran.
"Suami dokter sendiri yang mengatakannya ketika kami selesai mengobati luka Dokter Celine." Jawab suster
Celine ber oh ria, selama ini memang dia melepas cincinnya ketika bekerja. Karena bagi Celine memakai perhiasan hanya menghambat dalam kecepatannya memeriksa dan mengobati pasien.
"Dokter, ada surat untuk Anda." Suster menyerahkan surat perdana coklat kepada Celine.
Celine menerimanya dengan wajah bingung karena tidak ada nama pengirimannya, "Dari siapa sus?" Tanya Celine yang masih memegang surat itu.
Celine bingung, dia sepertinya tidak memiliki banyak teman dekat laki-laki. Apakah Jackson atau Dokter Isam.
Ah, Celine hampir lupa dengan kabar Jackson dan istrinya. Karena dirinya menyuruh Rex untuk mandi.
"Terima kasih sus." Jawab Celine ketika suster yang sudah mengecek infus dan menyuktikkan obat berpamitan kepada Celine.
Celine membuka surat beramplop coklat tersebut, ada foto-foto Rex disana.
Kertas putih dengan lipatan kecil jatuh dari foto-foto itu, Celine mengambil dan membukanya.
Bola matanya bergerak dengan cepat membaca setiap kalimat yang tertuang di isi surat tersebut. Matanya melebar dan bola mata yang bergetar.
"Tidak... tidak mungkin... ini hanya orang gila yang ingin merusak hubunganku dengan Rex." Ucap Celine lirih.
Celine menepis semuanya, dia mencoba melihat satu per satu foto Rex tersebut. Celine mendekatkan satu lembar foto untuk dekat di matanya.
"Ini Jackson," Kata Celine pelan.
Mendengar suara Rex yang berada di luar, spontan Celine menyembunyikan surat dan foto itu di bawah selimutnya.
...**...
Rex tengah masuk ke salah satu toko baju untuk membelikan pakaian Celine, Rex mengambil beberapa stel pakaian dan juga dres harian untuk istrinya.
Rex membayar semuanya dan masuk kentoko dalaman wanita, banyak pasang mata yang melihat ke arah Rex. Tetapi Rex cuek saja dia memilih yang menurutnya akan sangat sexy di pakai Celine.
Rex bahkan membeli beberapa lingeri untuk Celine karena Rex ingin melakukan penyatuan yang sudah beberapa hari ini tidak dia lakukan dengan Celine.
Grep
Rex dan seorang wanita sama-sama memegang sebuah lingeri berwarna merah menyala.
"Tuan, ini aku dulu yang melihatnya." Ucap wanita tersebut.
"Tapi aku dulu yang memegangnya Nyonya. Lepaskan tanganmu." Jawab Rex dingin.
"Tidak! Aku yang lebih dulu, Tuan mengalah saja lagipula untuk apa pria membeli barang seperti ini." Ucap wanita tersebut untuk memancing Rex.
"Itu urusanku Nyonya," Rex segera mengambil lingeri itu dengan paksa.
"Kamu tidak bisa mengambilnya begitu saja Tuan." Ucap wanita tersebut.
"Menyingkirkan Nyonya dan pilih saja yang lainnya," Jawab Rex dingin.
Rex melangkah melewati wanita tersebut tanpa menolehnya sedikitpun, wanita tersebut hanya menatap tajam punggung Rex.
Baiklah kita akan merencana B. Gumam wanita itu dengan licik.
Wanita yang menghadang Rex adalah Mawar, wanita sexy yang menjadi simpanan pria hidung belang termasuk Dark.
Dark sebenarnya cukup kaya, tetapi Mawar menginginkan yang lebih kaya dan juga tampan. Melihat foto Jackson dan Rex yang berada di atas meja Dark membuat Mawar menginginkan salah satunya.
Karena Jackson akan di bunuh oleh Dark, maka Mawar memilih Rex sebagai pria sekaligus suaminya kelak. Selain kaya Rex juga sangat tampan dan hotss tidak seperti Dark.
Dengan perut sedikit gempal dan wajah yang menurut Mawar jelek, terkadang membuat Mawar malas bercinta dengannya. Jika tidak karena kekurangan uang maka Mawar tidak akan datang kepada Dark dan melakukan penyatuan.