
...Jangan lupa tekan tombol like dan bunganya. Agar beranda autor tu indah pemandangannya 😀😀😀...
Happy Reading 🌹🌹
Serasa luruh sudah semua beban yang berada dipundak bu Siti, karena dirinya telah menceritakan semua kepada seseorang yang berhak atas kehidupan Putri.
Sky dan Gabriel menahan nafas karena mendengar penuturan bu Siti.
"Nak, karena kalian sudah tau ceritanya. Berjanjilah merahasiakan identitas Putri, jangan pernah ceritakan kepada siapapun jika bukan kakek Gunawan Wiratama yang bertanya." Ucap bu Siti dengan menatap keduanya penuh harap.
"Ta... tapi bu, kakek Gunawan sudah meninggal." Jawab Sky dengan suara lirih.
"Apa! Me... meninggal, lalu bagaimana nasib Putri. Dia harus kembali kedalam keluarganya, bagaimana kamu kenal kakek Gunawan?" Bu Siti mencecar banyak pertanyaan kepada Sky.
"Tuan Sky, sebelum menikah dengan Putri. Sebelumnya adalah calon tunangan dari putri keluarga Wiratama." Jelas Gabriel pada bu Siti.
"Tidak mungkin, keturunan keluarga Wiratama hanya Putri seorang. Nyonya tidak bisa melahirkan keturunan lagi, karena Kakek Gunawan bilang rahimnya rusak sehingga harus diangkat yang bersamaan dengan kelahiran Putri." Seru bu Siti tidak terima dan percaya jika ada anak perempuan yang menggantikan posisi Putri.
"Tapi itu kenyataannya bu, namanya adalah Bintang... Bintang Putri Wiratama." Jawab Gabriel dengan tenang.
Bu Siti hanya dapat menggelengkan kepalanya, rasa tidak percaya menyeruak dihatinya. Bagaimana bisa, dia jelas melihat dengan kedua matanya sendiri.
Bayi untuk mengganti Putri adalah bayi yang sudah meninggal. Bahkan bibirnya sudah biru, tidak mungkin jika bayi itu masih bisa hidup.
"Tidak Nak, sungguh. Percayalah dengan Ibu, hanya Putri satu-satunya keturunan Wiratama. Ibu sangat yakin, bayi untuk pengganti malam itu adalah bayi yang sudah meninggal." Jawab bu Siti yang sudah terisak.
Bu Siti memikirkan bagaimana nasib Putri kedepan, jika sudah tidak ada Kakek Gunawan Wiratama.
"Briel, segera cari seluruh informasi kejadian sembilan belas tahun lalu. Kita harus berhati-hati dalam memecahkan masalah ini, sepertinya orang tersebut memiliki kekuatan yang besar." Ucap Sky dengan memerintahkan Gabriel.
"Baik Tuan," Segera Gabriel keluar untuk menghubungi anak buahnya.
"Satu-satunya benda yang dapat dijadikan bukti adalah kalung yang selalu dikenakan oleh Putri saja bu. Keluarga Wiratama, tidak akan mudah percaya jika anak kandung mereka bukan gadis yang berada dirumah itu." Kata Sky dengan memikirkan jalan keluarnya.
Tanpa mereka sadari, Putri mendengar pembicaraan ketiga orang tersebut.
Sungguh dia sangat shock, sedih, kecewa. Seluruh perasaan melebur menjadi satu.
Tangannya membekap bibirnya agar meredam tangisnya, segera Putri kembali lagi dikamarnya.
Dia akan pura-pura masih tidur, agar tidak ada yang curiga.
...**...
Sedangkan dikediaman Wiratama.
Bintang benar-benar berperilaku sesuka hatinya, bahkan ucapan Bulan dan Doni tidak dia tanggapi sama sekali.
Dimeja makan, hanya ada Doni dan Bulan. Sedangkan Bintang. Dia tengah pergi bersenang-senang dengan temannya.
"Pah, apa belum ada petunjuk untuk menemukan anak kandung kita?" Tanya Bulan disela-sela kegiatan makannya.
"Belum Mah, apa Mama tidak ingat apapun ketika baru melahirkan putri kita." Jawab Doni yang sudah selesai makan kemudian meminum air putih digelas hingga tandas.
"Tidak Pah, Mama hanya ingat terakhir menyusui putri kita. Bahkan Mama kehilangan kalung peninggalan orang tua kamu Pah." Jawab Bulan sendu.
Doni hampir lupa, benar. Didalam keluarganya, setiap menantu akan mendapatkan kalung kekuarga berliontin bintang.
"Mah, ayo kita cari dulu. Siapa tau ada didalam brangkas." Ucao Doni dengan semangat
Jika sampai benar-benar tidak ditemukan, sudah pasti hanya kalung itu satu-satunya petunjuk.
Segera Bulan mengikuti suaminya, mereka masuk kedalam kamar utama. Juga kedalam ruangan kerja Doni.
Bahkan mereka menyuruh beberapa ART untuk ikut mencari kalung tersebut, hingga hampir tengah malam belum juga ditemukan.
"Bagaimana?" Tanya Doni pada ART.
"Kami tidak menemukan perhiasan apa-apa Tuan," Jawab seorang ART.
"Baiklah, segeralah kalian istirahat. Ingat, jangan bilang kesiapapun termasuk Bintang." Ucap Doni dengan nada peringatan.
"Baik Tuan," Segera para ART mengangguk dan meninggalkan ruangan tersebut.
"Mah, berarti petunjuk kita satu-satunya hanya kalung itu." Jawab Doni dengan penuh semangat.
"Pah, Mama ingat. Seorang gadis yang memakai kalung itu." Ucap Bulan lirih.
Doni langsung menoleh kearah istrinya, "Siapa Mah, cepat katakan. Ayo kita jemput dia." Seru Doni dengan binar bahagia.
Seketika air mata Bulan menetes, dia menyesali ucapan dan perbuatannya jika benar gadis itu adalah anak kandung mereka yang selama ini dicari.
"Kenapa Mama menangis, apa Mama juga bahagia seperti Papa?" Tanya Doni dengan tersenyim dan ibu jarinya mengusap lelehan airmata dipipi istrinya.
"Putri." Gumam Bulan lirih dan terisak.
Bulan meneluk tubuh suaminya, dia menangis menyesali perbuatannya tempo hari.
"Mama kenapa, Putri. Putri siapa?" Tanya Doni yang tidak tahu makhsud ucapan istrinya.
"Putri, istri Sky. Pah, gadis itu memakai kalung yang kita makhsud." Jawab Bulan yang terisak kencang.
Doni terpaku, benarkan gadis itu adalah anaknya. Jadi, selama ini anaknya berada disekitar mereka.
"Ayo kita datang kerumahnya Mah." Jawab Doni dengan semangat empat lima.
"Pah, ini sudah malam. Apa kita akan mengganggu mereka. Besok saja ya." Jawab Bulan semakin menenggelamkan wajahnya didada suaminya.
Doni setuju dengan ucapan istrinya, benar. Ini sudah malam, pasti mereka sedang proses membuatkan cucu untuknya.
Sungguh hati Doni bagaikan taman bunga yang tengah bermekaran, akhirnya dia akan bertemu dengan putri kandungnya.
...**...
Bintang tengah berada diclub malam bersama teman-temannya.
"Bin, kamu gak pulang? Ini sudah hampir pukul dua pagi." Tanya seorang gadis.
"Enggak, tenang aja. Orangtuaku udah tahu, sekarang aku tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi." Jawab Bintang dengan meneguk vodka.
"Wah, gila! Kamu gak dimarahin sama orangtuamu?" Tanya temannya lagi.
"Udah, tadi aku ditampar sama Papaku." Jawab Bintang dengan nada santai.
"Wih, masih untung. Kamu gak dibunuh." Ucap temannya dengan gelak tawa.
Bintang hanya cuek, dia tidak menggubria ucapan temannya. Dia turun kelantai dansa dan meliuk-liukkan tubuh rampingnya.
...**...
Dibelahan dunia yang lain.
"Bagaimana." Tanya seorang wanita pada bawahannya.
"Anak itu sedang berada diclub malam Nyonya." Lapor bodyguard.
"Jebak dia, buat dia mencemarkan nama baik keluarga Wiratama." Perintah wanita parubaya itu.
"Baik." Segera bodyguard menghubungi seseorang yang berada dinegara tersebut.
"Kamu menemukan anak kandung mereka?" Tanyanya lagi.
"Maaf, sepertinya ada seseorang yang menutupi identitasnya bahkan anginpun tidak membawa kabar tersebut." Jawab bodyguard dengan menundukkan kepala.
"Ck, bren*sek! Padahal Kakek tua itu sudah lama mati, siapa yang melindungi gadis itu." Geram wanita tersebut dengan melemparkan gelas kristal yang berisi wine kedinding.
...**...
...HALO READER, AUTOR INGIN TAHU....
...KIRA-KIRA, DALAM BAYANGAN KALIAN....
...TOKOH SKY - PUTRI - DAVE - GABRIEL - BINTANG...
...KALIAN BAYANGIN VISUALNYA SIAPA SIH?...
...TULIS DI KOLOM KOMENTAR YA....