
...Jangan lupa beri rate 5 agar novel ini masuk dalam daftar karya populer....
...Berbagi kebahagiaan melalui jempol readers 😊...
Happy Reading 🌹🌹
Dave menyetir dengan amarah yang meluap-luap di dalam hatinya.
Sesekali dia berteriak dan memukul stir mobilnya.
"Tidak!! Putri akan tetap menjadi miliku, hanya milikku Sky!!" Terian Dave dengan nada frustasi.
Sky berjalan gontai ke arah panti, dimana istrinya di besarkan.
Percuma jika dirinya akan menelfun sopir keluarganya, terlihat waktu sudah menunjukkan tengah malam.
Dengan sesekali berhenti, dan menyeka luka yang dia dapatkan dari Dave. Dengan suara mendesis karena merasakan perihnya luka tersebut.
Terdengar suara ketukan pintu masuk panti asuhan, Bu Siti yang baru saja mengecek anak panti segera mendekat ke arah pintu.
Bu Siti membuka, terlihat Sky dengan keadaan yang cukup memprihatinkan.
"Sky, ayo masuk." Ajak Bu Siti mempersilahkan Sky untuk masuk ke panti.
Sky segera melangkahkan kakinya menuju ruang tamu.
Bu Siti langsung menutup pintu dan oergi mengambil kotak P3K untuk mengibati luka-luka Sky.
Terlihat Bu Siti datang membawa baskom air dan kotak obat.
"Biar ibu bersihkan," Ucap Bu Siti pelan.
"Tidak perlu bu, Sky bisa sendiri." Tolak Sky halus.
"Tidak apa-apa, biar cepat selesai." Kekeh Bu Siti.
Akhirnya Sky pasrah, Bu Siti membersihkan luka-lukannya dengan kain basah yang sebelumnya di celupkan kedalam air hangat.
"Kamu kenapa bisa seperti ini, dimana Putri?" Tanya Bu Siti yang masih terlihat memberi obat merah.
"Aku sendirian bu, Putri berada dirumah." Jawab Sky dengan sesekali meringis menahan sakit.
"Dimana mobilmu, Ibu tidak mendengar suara mobil." Ucap Bu Siti.
Sky diam terlihat dia ingin bertanya sesuatu, "Ada apa Sky?" Tanya Bu Siti menatap lekat Sky.
"Bu, apa Bu Siti kenal dengan Danu?" Tanya Sky hati-hati.
Gerakan Bu Siti berhenti, dia meletakkan kapas dan mengambil handsaplas untuk menutup luka Sky.
"Apa yang ingin kamu ketahui?" Tanya Bu Siti pelan.
"Apa hubungannya dengan Putri bu," Tanya Sky terlihat matanya sedikit berkaca-kaca.
Entah kenapa dia begitu takut jika Dave benar-benar merebut Putri dari sisinya.
Membayangkannya saja sudah membuatnya begitu sakit, apalagi jika memang benar-benar menjadi kenyataan.
"Danu... nama lengkapnya adalah Dave Danuarta. Dia anak laki-laki yang lembut dan hangat, ibu sangat ingat. Pertama kali dia datang ke panti dengan Bu Lila ibu kandung Dave, di pekarangan panti pertemuan Dave dan Putri. Putri yang waktu itu berumur lima tahun sangat bahagia kehadiran Dave karena selalu ada untuknya bahkan bisa di bilang mereka seperti kakak dan adik." Bu Siti menceritakan apa yang dia tahu beberapa tahun yang lalu.
"Putri apakah menanti kedatangan Danu bu?" Tanya Sky dengan meremas dengkulnya.
"Ibu kurang tau tentang itu Sky, yang Ibu tahu. Selama ini Putri tidak pernah terlihat dekat dengan lawan jenis selain Dave dan anak-anak panti." Jawab Bu Siti jujur.
"Tapi... tempo lalu ketika Ibu bertemu dengan kedua orang tua Dave. Mereka bercerita, jika Dave mengalami gangguan kejiwaan erotomania atau bisa di sebut OLD." Lanjut Bu Siti.
"OLD?" Beo Sky bingung.
"Obsessive love disorder (OLD) adalah suatu kondisi di mana seseorang menjadi terobsesi terhadap orang yang sangat dicintainya." Jawab Bu Siti lagi.
"Jadi... Dave terobsesi dengan istriku?" Jawab Sky dengan dada yang bergemuruh.
Sky menatap kosong ke arah bu Siti, dia harus bagaimana?
"Sky, jagalah Putri. Tuan Rudi dan Nyobya Lila sudah berusaha mengobatkan Dave ke luar negri." Jelas Bu Siti.
Sky hanya mengangguk, jika Dave di obatkan sampai ke luar negri. Tetapi perilaku Dave yang di perlihatkan di depan Sky malam ini.
Sky meyakini, jika Dave belum sepenuhnya sembuh.
"Sudah kamu istirahat dulu, kamu tidur saja di kamar Putri." Ucap Bu Siti dengan membereskan obat dan baskom yang berisi air.
Sky segera berdiri dan berjalan ke arah kamar Putri, dia membuka pelan kamar itu.
Masih sama seperti terakhir kali mereka tinggalkan waktu itu, Sky merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Dia mencoba mencari aroma tubuh Putri yang masih tertinggal di bantal kamar tersebut.
Nyaman. Satu kata yang dapat di definisikan oleh Sky ketika menemukan aroma istrinya.
...**...
Gabriel dan Putri telah sampai di rumah Putri, sebenarnya Gabriel ingin mengantarkan Putri dj kediaman Wiratama.
Putri menolak karena tidak ingin membuat keluarganya bertanya-tanya.
"Kakak ayo masuk saja, kak Gabriel menginap disini." Ajak Putri pada asisten suaminya.
"Tidak perlu Put, kakak pulang saja." Tolak Gabriel halus.
"Kakak temani Putri saja, kakak tidur di ruang tamu. Putri tidak berani jika hanya sendirian di rumah ini." Ucap Putri dengan raut wajah memohon.
"Baiklah, segeralah naik. Aku akan tidur di sofa ruang tamu." Akhirnya Gabriel mengalah.
"Baik, selamat malam kak." Ucap Putri sebelum dia berlari naik ke lantai dua.
Kini Gabriel segera merebahkanbtubuhnya di sofa empuk yang ada di ruang tamu.
Terlihat Hpnya bergetar, segera Gabriel mengambil dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.
Gabriel mengelap keringat yang membahasi pelipisnya, bahkan dia menelan ludahnya dengan susah payah.
Terlihat pesan masuk dari Sky, yang berisi.
"Tidurlah dengan nyenyak,"
"Maaf Tuan,"
Hanya itu yang dapat Gabriel balas.
Lebih baik Gabriel segera memejamkan matanya, agar esok hari dia kuat menghadapi kenyataan.
Sedangkan yang mengirimkan pesan, segera menghempaskan Hpnya di samping.
Dia sangat kesal dengan asistennya, ketika dia akan memejamkan matanya. Teringan Gabriel menggenggam tangan istrinya.
Dengan wajah cemberut di tekuk, Sky segera mengirimkan pesan kepada Gabriel.
Ingin sekali dia mengirim pesan ke Putri tetapi dia berfikir. Mungkin saat ini istrinya tengah beristirahat.
Sky tidak ingin mengganggu istrinya yang sedang beristirahat, lebih baik dia membuat asistennya tidak dapat tidur nyenyak hari ini.
...**...
Promosi novel.
Jangan lupa mampir ya, untuk menunggu bab selanjutnya yang akan di update.