Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Edisi Bintang dan Jackson : Aku Suaminya


Happy Reading 🌹🌹


"Auchh... ssstt..." Desis Celine yang merasa sakit di sekujur tubuhnya terutama bagian kepala.


Terdengar suara ketukan kaca mobil Celine, sebelum Celine menoleh dirinya sudah kehilangan kesadaran.


Dor


Peluru panas tersebut mengenai kaki seorang pria yang berada di depan pintu mobil Celine, semua pria yang lainnya langsung mengeluarkan senjata api. dan mencari pelakunya.


"Buka paksa pintu mobil itu dan kita pergi." Intruksi ketua sekelompok pria yang menghadang Celine.


Belum mereka bergerak, banyak mobil berdatangan mengepung mereka. Sebelumnya mereka memblokade jalan raya tersebut agar tidak ada yang lewat.


Anak buah Dark yang tengah terkepung di tengah-tengah bersama Celine yang pingsan di dalam mobil.


Mereka di perintahkan oleh Dark untuk membawa Celine agar lebih mudah menghancurkan Rex. Bahkan Dark sudah mengepung bandara.


Dark tahu semua informasi tentang Jackson dan Rex karena mendapatkan informasi dari kaki tangan mereka, Dark memang tidak bisa memasukkan mata-mata di antara para penjaga atau bodyguard mereka.


Terlihat seorang pria turun dari mobil mewah berwarna hitam dengan sepatu mengkilat dan jas yang melekat pada tubuh kekarnya.


Dia adalah Rex, pengawal bayangan langsung menghubungi Rex ketika terjadi aksi kejar-kejaran anatara mobil Celine dan anak buah Dark.


Segera Rex berlari keluar dari perusahaan dengan memberi kode kepada anak buahnya dan menuju ke jalan dimana istrinya tengah dikejar.


Rex berjalan dengan gagahnya, para anak buah Dark mengarahkan senjata api mereka kepada Rex. Anak buah Rex langsung mengarahkan senjata kepada musuh mereka.


"Arghh!" Suara erangan keluar dari beberapa anak buah Dark.


Rex menyiapkan beberapa orang sniper untuk menembak dari jauh, senjata yang di beri peredam suara sehingga membuat musuh bingung dari arah mana tembakan tersebut.


Ketua tim Dark kaget karena melihat anggotanya sudah terkapar dan bersimbah darah, "Ayo kota tinggalkan tempat ini." Intruksi dari ketua tersebut.


Rex hanya tersenyum sinis "Dalam mimpimu." Jawab Rex dingin.


Dor


Satu peluru menghujam jantung ketua tim Dark yang langsung membuatnya terkapar tidak bernyawa.


Para anak buah Dark dan Rex langsung adu tembak di tempat, anggota Dark kalah telak dalam pertarungan kali ini.


Sisa anak buah Dark berlutut dengan mengangkat kedua tangan mereka, senjata mereka sudah di lepaskan begitu saja.


Karena melihat ketuanya tidak bernyawa dan rekan-rekannya sudah bersimbah sarah, mereka berfikir Rex lebih kejam dan sadis dibandingkan Dark.


"Tangkap mereka semua." Perintah Rex dingin.


Rex menuju ke arah mobil istrinya yang sudah ringsek di bagian depan, dalam hati Rex merapalkan do'a agar istrinya tetap baik-baik saja.


Dengan di bantu beberapa anak buah, akhirnya Rex dapat melihat kondisi istrinya. Terlihat beberapa luka lebam dan darah yang mengalir dari pelipis Celine.


"Aku akan membunuhmu Dark."


Rex dan di bantu anak buahnya berhasil mengeluarkan Celine dari kursi mobil, segera Rex membopong Celine menuju Rumah Sakit dimana Celine bekerja.


"Honey, bertahanlah." Ucap Rex dengan mengelus wajah istrinya.


Hatinya sangat sakit melihat Celine dengan kondisi seperti ini, Rex merubah rencananya dia akan mempercepat membunuh Dark dan kaki tangannya.


Suara derap kaki dengan sepatu pantofel memecahkan konsentrasi para medis.


"Siapkan brangkar!" Serunya.


Segera suster membawa brangkat kosong menuju depan UGD, "Mana tuan pasiennya?" Tanya suster tersebut.


"Satu menit lagi."


Baru saja menjawab mobil yang di tumoangi Rex sudah sampai, segera Rex keluar yang masih menggendong istrinya.


Rex menidurkan Celine di atas brangkar dengan perlahan, suster yang melihatnya kaget dan shock karena baru satu jam lalu Dokter Celine keluar dari Rumah Sakit.


Segera suster mendorong dengan sedikit berlari karena kondisi Dokter Celine yang terluka cukup parah di bagian kakinya.


Suara riuh memenuhi ruangan UGD karena melihat Dokter Celine terkapar tidak berdaya di atas brangkar, Dokter Isam yang mendengar kabar jika Celine terluka segera berlari dari ruangannya.


Dokter Isam berlari menuju ruangan dimana Celine tengah di beri penanganan tanpa melihat jika ada Rex dan beberapa anak buahnya yang sedang menunggu di luar.


Dokter Isam langsung masuk begitu saja di ruangan tersebut, "Bagaimana keadaan Celine." Ucap Dokter Isam panik.


Semua berhenti bergerak karena Dokter Isam memanggil Dokter Celine tanpa embel-embel dokter.


"Bagaimana keadaannya!" Seru Dokyer Isam yang kesal tidak mendapatkan jawaban.


"Kami sedang menanganinya Dokter Isam, bawa keluar Dokter Isam dari ruangan ini sus." Jawab rekan kerjanya dengan datar dan melanjutkan mengobati Dokter Celine.


Dokter Isam tidak rela dan frustasi karena tetap dindorong untuk keluar dari ruangan Celine, "Aku hanya ingin melihatnya." Kekeh Dokter Isam kepada perawat.


"Maaf Dokter Isam, silahkan menunggu di luar." Jawab perawat sopan.


Rex yang mendengar seorang pria dari dalam ruangan istrinya sangat penasaran, siapa pria itu? Kenapa begitu marah dan perhatian kepada Celine.


Dengan mata tajam dan dingin Rex akhirnya mengetahui siapa pria tersebut, seorang dokter pria yang masih muda mungkin sepantatan dengan Celine tengah menjambak rambutnya frustasi.


"Apa yang Anda lakukan?" Tanya Rex dengan menyenderkan punggungnya di kursi dan bersedekap dada.


Dokter Isam menoleh terlihat pria dengan memakai kemeja putih yang lengannua sudah di gulung, sannterdapat beberapa noda darah di sana.


"Apa Tuan yang menolong Celine, Terima kasih." Ucap Dokter Isam


"Atas dasar apa Anda berterimakasih." Jawab Rex datar.


"Tuan sudah menyelamatkan wanita yang saya cintai, saya sangat berterima kasih tuan. Tuan tidak perlu menjaganya karena saya yang akan menjaganya hingga sembuh." Ucap Dokter Isam


Dokter Isam tidak tahu jika Celine sudah menikah, karena pernikahan Celine yang mendadak hanya di hadiri oleh kedua orang tua Celine dan Rex sebagai suaminya.


"Apa Anda sangat mencintai wanita itu." Jawab Rex yang masih dengan wajah datarnya.


Hati Rex bagaikan tersengat listrik bertegangan tinggi, karena mengetahui jika istrinya di cintai oleh pria lain.


Rex akan menanyakan kepada Celine jika sudah sembuh, Rex tidak ingin menelannya bulat-bulat. Karena bagaimanapun mereka satu profesi yang lebih banyak waktu untuk bertemu.


Pintu ruang rawat Celine terbuka, terlihat seorang dokter dan beberapa sister di belakangnya.


"Keluarga Celine." Panggil dokter.


Meskipun dia juga rekan Dokter Celine tetapi dia harus bersikap profesional, meskipun tahu jika Dokter Isam dekat dengan Dokter Celine.


"Bagaimana keadaan istriku." Tanya Rex yang sudah berdiri di samping Dokter Isam.


Hening


"Bagaimana keadaan istriku Celine dokter." Ucap Rex mengulangi pertanyaannya.


"Oh, maafkan kami Tuan. Keadaan Dokter Celin baik-baik saja. Hanya beberapa luka lebam dan goresan saja, untuk dahinya mendapatkan lima jahitan." Jelas dokter.


"Baik, terima kasih sudah menangani istriku." Jawab Rex dengan wajah datarnya.


"Sama-sama tuan, ini adalah tugas kami. Jika sudah tidak ada yang ditanyakan kami permisi."


Dokter yang merawat Celine dan perawat meninggalkan Rex dan dokter Isam.


"Terima kasih sudah mengkhawatirkan istriku, dan untuk cintamu lupakan saja. Dia sudah menjadi mikku selamanya." Ucap Rex kepada Dokter Isam dengan penuh penekanan.


Rex masuk kedalam ruangan Celine dengan meninggalkan Dokter Isam yang masih terpaku di tempatnya, anak buah Rex langsung menjaga di depan pintu Celine.


Dokter Isam seakan jatuh kedalam jurang mendengar Rex mengatakan jika dia suaminya, Dokter Isam seakan tidak percaya. Celine bahkan tidak pernah mengatakan jika dia sudah menikah.


Dokter Isam tersenyum sinis "siapa aku, kenapa kau seperti orang penting Isam. Tidak mungkin Celine bercerita masalah pribadinya denganmu." Dokter Isam bermonolog di dalam hati seakan merutuki kebodohannya.


...**...