Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Cinta di uji


...Jangan lupa Like dan Vote atau hadiah kembang....


...kopi juga gpp, jangan pelit2 napa....


Happy Reading 🌹🌹


Sudah hampir seminggu sejak kedatangan Dave kerumah, Putri bernafas lega karena Dave tidak mengajaknya keluar ketika makan siang selama satu bulan.


Hari ini terlihat Sky dan Putri tengah menuju ke suatu restoran mewah di pusat kota.


"Apa sayang belum makan siang?" Tanya Putri yang mengikuti langkah suaminya.


"Sudah," Jawab Sky singkat.


Terkadang Sky memang menjawab seperlunya saja, dan itu membuat Putri tidak nyaman. Apakah setelah Sky mendapatkan haknya menjadi berubah, Sky juga tidak pernah mengucapkan kata cinta.


Putri hanya memendam segala keresahan dan kegundahan hatinya, mungkin memang sifat suaminya seperti itu.


"Lalu kenapa kita kesini?" Tanya Putri kembali.


"Ada yang ingin bertemu dengan kita," Jawab Sky kini sudah masuk ke salah satu ruang VVIP.


Putri melangkah memasuki ruangan mewah tersebut, pandangannya dia edarkan kepenjuru arah. Terlihat dia orang yang tidak asing.


"Apa kabar sayang, lama kita tidak bertemu." Ucap Lila sembari berdiri dan memeluk Putri.


Putri membalas pelukan Tante Lila dengan hangat, "Baik tante, bagaimana kabar tante dan om?" Tanya Putri halus.


"Kami baik Putri," Jawab Rudi halus.


Lila mengajak Putri untuk duduk, kini mereka saling berhadapan. Putri yang tidak tahu duduk permasalahannya menjadi kikuk.


"Baik, om langsung pada inti permasalahannya saja. Putri anak Om suka denganmu." Ucap Rudi dengan jelas.


Putri yang mendengarnya menjadi tersedak ludahnya sendiri.


Apa suka, anak Om Rudi dan Tante Lila bukankah kak Dave.


Putri hanya terdiam, dia sendiri juga bingung harus menjawab apa.


Lila menggenggam tangan Putri dengan halus, "Put, kamu tahu Danu atau Dave... mereka adalah orang yang sama. Dave Danuarta, Putri tahu jika Dave menyukai Putri sejak kalian masih kecil mungkin kamu berusia lima tahun. Awalnya tante dan om kira hanya sekedar menyukai sebagai adik dan kakak atau hanya sekedar teman bermain saja. Tetapi perkiraan kami salah, Dave begitu terobsesi denganmu hingga saat ini." Ucap Lila yang menjelaskan kepada Putri.


"Tapi, kak Dave pergi terlalu lama. Aku bahkan tidak sempat mengingatnya," Jawab Putri dengan mata yang berkaca-kaca.


Hatinya merasa sakit ketika mengingat masa lalunya, ketika Dave sudah tidak berada di sampingnya. Meskipun saat itu mereka masih anak-anak, Dave adalah sosok laki-laki yang Putri tunggu hingga dia bertemu dengan Sky.


"Maaf Put, om dan tante harus menjauhkanmu dengan Dave. Selain demi keselamatanmu dulu juga kami memberikan pengobatan kepada Dave agar tidak membahayakan dirimu. Dave... Dave sakit Put, kami harus memeriksakannya ke luar negri yang jauh darimu." Jelas Lila dengan berurai air mata.


Jika saja Dave seperti anak normal lainnya, mungkin Lila akan dengan senang hati menerima Putri sebagai menantunya. Keluarganya tidak memandang kedudukan yang paling penting anak dan menantunya saling menyayangi.


Putri yang mendengarkan penjelasan Tante Lila membuat hatinya menjadi gamang, di satu sisi Putri sudah mencintai suaminya, tetapi Sky sampai saat ini tidak pernah mengucapkan kata cinta terlebih sikapnya yang selalu berubah-ubah.


Saat Putri mengharapkan cinta dari suaminya, ternyata ada pria yang sejak lama menunggunya dengan sejuta cinta meskipun masuk kategori obsesi.


"Put, tante dan om menemui kalian. Kami ingin meminta tolong. Tolong yakinkan Dave jika kamu sudah bahagia dengan pilihanmu Put, bujuk lah Dave agar dia dapat merelakanmu Put. Tante mohon." Ucap Lila yang sudah menangis sesenggukan dengan nada mengiba kepada Putri.


"Pu... Putri harus melakukan apa tante?" Tanya Putri kepada Lila.


"Dave mengajakmu keluar makan siang selama satu bulan bukan Put, manfaatkan momen itu untuk membujuk Dave. Kami akan terus memberikan pengawasan kepadamu, jika terjadi sesuatu Put. Tapi om yakin, Dave tidak akan pernah menyakitimu." Ucap Rudi panjang lebar.


Putri meliri ke arah Sky, terlihat pria itu hanya diam saja sejak tadi tidak menimpali pembicaraan mereka bertiga. Apa Sky tidak benar-benar mencintai dirinya.


Sky hanya berwajah datar dan tenang, dia terlihat meminum tehnya dengan elegant. Tanpa ketiga orang sadari, Sky mengepalkan tangan kanannya di dalam saku celana.


Hati Sky bergemuruh hebat, antara marah, cemburu dan kecewa. Apakah istrinya menerima ajakan Dave dengan senang hati, kenapa tidak pernah bercerita dengannya.


Apakah Putri masih memiliki perasaan kepada Dave, padahal sejak Sky meminta haknya. Putri lebih banyak mengucapkan kata cinta. Apa itu hanya kamuflase hati Putri.


Segala macam pikiran berkecamuk di dalam otak Sky yang cerdas itu, tetapi menyangkut cinta dan perasaan membuat otak cerdasnya tidak dapat berfikir segara logis. Hanya perasaan ego yang semakin besar.


"Sky, om dan tante minta tolong. Kamu jangan marah, ini semua demi Dave dan juga keutuhan keluarga kalian. Om tidak mau melihat kalian saling menyakiti." Ucap Rudi kepada Sky yang sedari tadi hanya diam.


Tetapi Rudi mengerti, diamnya Sky pasti tengah berfikir serius. Begitulah pikir Rudi sebagai seorang pengusaha yang tidak kalah suksesnya dengan keluarga Gandratama.


"Ah, tentu saja om. Sky akan mendukung apapun rencana om dan tante. Apalagi demi kesembuhan Dave." Jawab Sky dengan tenang dan tersenyum tipis.


Apa Sky tidak cemburu terhadapku, kenapa dia memperbolehkan aku jalan dengan kak Dave. Apa akun tidak ada artinya dalam kehidupannya. Gumam Putri dalam hati yang sedih.


Aku sangat kecewa padamu Put, kenapa kamu tidak pernah menceritakan masalahmu kepadaku. Apakah aku ini suami yang tidak dapat di andalkan. Gumam Sky dalam hati.


"Baiklah, om rasa cukup pembicaraan kita hari ini. Om dan tante benar-benar meminta tolong terhadap kalian berdua." Ucap Rudi yang sudah berdiri dari duduknya dengan di ikuti Lila.


Sky dan Putri juga berdiri, Sky menyalami Rudi dan Lila mencium kedua pipi Putri.


"Tante minta tolong ya Put, oh ya. Tempo lalu kamu di ajak Dave ke taman bermain bukan, ajaknya dia kesana lagi Put. Mungkin Dave selama ini merindukan bermain denganmu. Semoga kamu segera mendapatkan anak ya," Ucap Lila panjang lebar dengan tangannya mengelus perut rata Putri.


Putri mengigit bibir bawahnya, dia sudah ketahuan. Bagaimana akan menjelaskan kepada Sky, pasti Sky marah karena tidak ijin dengannya.


Sky yang mendengarkannya tertegun, dia menoleh ke arah Putri seakan meminta jawaban atas ucapan Tante Lila tersebut.


"Ya sudah, kami pergi dulu. Ayo Mah." Ucap Rudi kepada Sky dan Putri.


Setelah kedua orang tua Dave pergi tertinggal Sky dan Putri.


"Say...


" Sudahlah, tidak perlu kamu jelaskan." Ucap Sky dingin.


Sky melenggang pergi meninggalkan ruang VVIP restoran tersebut sendirian tanpa menoleh maupun mengajak istrinya untuk pulang bersama.


Setitik air mata turun dari pelupuk mata Putri, hatinya sangat sakit melihat seseorang yang kita cintai tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun dari kita.


Sky hanya menilai dari sisi dan pikirannya, tanpa ingin mendengar kronologis kejadian bagaimana akhirnya Putri berakhir ke taman bermain dengan Dave.


.... **...


...**MULAI DETIK-DETIK MENG-SAD...


...AYO SKY TUNJUKKAN KAMU SUKA SAMA PUTRI...


...CUMA BILANG...


...AKU CINTA KAMU,...


...OMG SUSAH AMAT**...