Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Bertemu Lagi (Revisi)


Happy Reading 🌹🌹


Putri menggeliat dibawah selimut tebal yang menutupi hampir seluruh badannya.


Dilihatnya jam yang tertera di Hpnya, Putri terperanjat kaget. Segera dia bangun dan mandi.


Sangat tidak lucu hari pertama kuliah dia sudah terlambat, sedangkan Sky kini sudah masuk kedalam mobil untuk berangkat bekerja.


"Tuan, tolong antar aku kekampus." Ucap Putri yabg terlihat ngos-ngosan.


"Tidak mau! Kamu berangkat sendiri." Jawab Sky menolaknya.


"Ayolah Tuan, aku sudah kesiangan. Aku juga belum tau daerah sini." Jawab Putri memohon.


Sky berdecak kesal, "Yasudah, segera masuk!" Seru Sky dari dalam mobil.


Segera Putri membuka pintu mobil dan duduk tenang. Tetapi mobil tidak segera jalan.


"Ada apa Tuan? Kenapa tidak segera jalankan mobilnya?" Tanya Putri heran.


"Pindak didepan!! Apa kamu pikir aku supirmu hah!" Jawab Sky dengan nada tinggi.


Segera Putri berpindah duduk didepan, tidak perlu membuka pintu mobil. Putri langsung melangkahkan kakinya dari arah belakang.


Sky yang melihat perilaku Putri merasa frustasi, bagaimana dia bisa menikah dengan gadis bodoh sepertinya.


"Ya! Apa kamu tidak bisa masuk lewat pintu!" Ucap Sky dengan tajam.


"Kelamaan Tuan, sudah ayo!" Jawab Putri yang sudah duduk tenang dikursi samping Sky.


Sky hanya menghembuskan nafasnya kasar, dia merasa sikap gadis itu terkadang membuatnya frustrasi.


Segera Sky menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sky telah sampai didepan gerbang kampus Putri, dengan segera Putri keluar dari dalam mobil.


"Terima kasih, Tuan." Ucap Putri yang kemudian berlari masuk kedalam kampus.


Sky hanya menghela nafas, sungguh mood paginya harus rusak karena ulah gadis.


Segera Sky menjalankan mobilnya menuju perusahaan, karena pagi ini dia ada rapat rutin yang selalu dilakukan setiap bulannya.


Sedangkan Putri, dia berlari melewati lorong kampus untuk menuju kelas pertamanya.


Dengan nafas Senin-Kamis, Putri segera duduk disalah satu kursi yang masih kosong. Beruntung dosen hari ini belum hadir.


"Hai, kamu mahasiswa baru ya?." Sapa seorang gadis yang seusia Putri.


"Ehm, iya." Jawab Putri dengan lembut.


"Kenalkan, aku Rose. Namamu siapa?" Tanya Rose dengan mengulurkan tangannya didepan Putri.


Putri segera menjabat tangan gadis yang duduk disampingnya "Aku, Putri." Jawabnya.


"Senang berkenalan denganmu Put, mari kita berteman." Jawan Rose dengan girang.


Putri mengerjabkan matanya beberapa kali, apa aku tidak salah dengar? Berteman? Orang lain mengajakku berteman lebih dulu.


Pertemanan adalah salah satu momok tersendiri bagi Putri, selama dirinya duduk di bangku TK-SMA dia samasekali tidak memiliki teman dekat. Mereka hanya akan berteman ketika menjelang masa Ujian Sekolah saja.


"Baik." Jawab Putri singkat dan datar.


Rose yang melihat wajah dan tatapan Putri berubah hanya memiringkan kepalanya kekiri karena bingung.


"Yuhuuuu... teman-teman!! perkuliahan penulisan naskah drama hari ini akan digantikan oleh petinggi perusahaan perfilman!!!!" Seru seorang pria yang tengah berdiri ditengah kelas.


"Dia sangat tampannn!!!" Lanjutnya lagi seolah dia adalah perempuan yang kegirangan melihat pria tampan.


Seluruh mahasiswa perempuan bersorak senang, bahkan Rose menepuk-nepuk pundak Putri.


Putri yang melihat kegembiraan mereka ikut tertular senyum yang lebar, entah kenapa dia sangat senang bahkan sampai meneteskan air mata.


"Putri, maaf. Aku terlalu senang hingga memukul pundakmu. Ja... jangan menangis." Ucap Rose terbata karena kaget teman barunya menangis.


"Ah, tidak Rose. Aku hanya senang melihat kalian bahagia." Jawab Putri dengan cengirnya.


"Eihh, ya ampun. Kamu membuatku kaget Put." Jawab Rose dengan meneluk Putri sebentar dari samping.


...**...


Kelas langsung hening karena kemunculan kepala rektor, yang diikuti seorang pria matang berwajah tegas dan badan yang proposional.


"Selamat pagi anak-anak." Ucap kepala rektor membuka kelas.


"Baik, tidak perlu berlama-lama. Selama perkuliahan penulisan naskah drama, akan dibimbing langsung oleh pria yang sekarang tengah berdiri didisamping Bapak. Silahkan perkenalkan diri Tuan." Ucap kepala rektor.


"Baik, terima kasih."


"Pagi semuanya, perkenalkan saya Dave Danuarta. Saya adalah CEO dari Danuarta Entertaiment, secara langsung saya akan memberi bimbingan penulisan naskah drama untuk semester ini. Apakah ada yang ingin ditanyakan?" Ucap Dave kepada seluruh mahasiswa didalam kelas tersebut.


"Pak Dave, sudah punya kekasih belum?" Tanya seorang mahasiswi yang mendapatkan sorakan dari beberapa rekannya.


"Saat ini belum, tetapi saya baru akan memulai memperjuangkannya." Jawab Dave tetapi netranya menatap seorang gadis yang tengah menunduk.


Putri kaget, dia sangat ingat. Pria itu adalah yang dia tabrak sewaktu kerja menjadi OB diperusahaan Gandratama.


Karena pandangan Dave yang tajam kearahnya, Putri langsung menunduk takut. Pasti pria itu masih marah dengan kejadian tersebut.


Padahal, Dave menatap lembut dan sendu kearah Putri.


(Memang sudut pandang orang itu berbeda-beda, tergantung dari arah mana kita melihatnya 😔)


...**...


Diperusahaan Gandratama terlihat Sky dan Gabriel tengah menjalankan rapat.


Rapat kini telah selesai dan berjalan lancar, meskipun mood Sky pagi ini harus tercemar dengan tingkah laku Putri yang absurd.


"Briel, apa masih ada agenda rapat yang lain hari ini?" Tanya Sky dengan membelakanginnya.


"Tidak Tuan." Ucap Gabriel.


Sky menghela nafasnya lega, tiba-tiba dia teringat perdebatan kemarin sore.


"Briel, bisakah carikan aku robot untuk dapat aku jadikan ART?" Tanya Sky dengan menggoyang-goyangkan kursinya.


Gabriel menyerengitkan dahinya heran, "Kenapa tidak membayar ART manusia saja Tuan?" Tanyanya penasaran.


"Tidak! Aku dan Putri sudah memutuskannuntuk hidup mandiri, lagipula kami lebih banyak aktivitas diluar rumah. Bagaimana jika ART itu mencuri sesuatu atau memasang pelacak padaku?" Jawab Sky semakin melantur kemana-mana.


Gabriel paham arah pembicaraannya, pasti bosnya akan memuja dirinya sendiri.


...**...


"Baik sampai disini dulu perkuliahan kita hari ini, saya membutuhkan satu asisten karena saya tidak setiap hari berada di kampus." Ucap Dave yang akan mengakhiri perkuliahannya.


Banyak mahasiswa yang mengajukan diri menjadi asisten termasuk Rose, tetapi tidak dengan Putri.


"Kamu... Siapa namamu?" Tanya Dave dengan menunjuk kearah Putri.


"Sa... saya pak?" Tanya Putri gugup.


"Iya kamu... yang lain mengajukan diri menjadi asisten saya, kenapa kamu tidak? kamu tidak tertarik dengan matakuliah yang saya ajarkan?" Tanya Dave dengan memberondong beberapa pertanyaan.


"Ti... "


"Kamu yang menjadi asisten saya, sekarang ikut saya kekantor." Jawab Dave tanpa menunggu sanggahan dari Putri.


Putri terasa lesu dengan jawaban yang Dave berikan, dengan berat hati dia pergi keruangan Dave.


"Put, kamu tidak apa-apakan?" Tanya Rose yang melihat kelesuan Putri.


"Tidak Rose, aku harus segera menyusul pak Dave sekarang." Ucap Putri.


...**...


Dibelahan dunia lain, terlihat peremouan parubaya melempar gelas kearah bodyguardnya.


"Anak itu masih hidup!! Kenapa kamu tidak membunuhnya!" Seru suara yang memekkakan telinga.


"Sa... saya sudah mengejar mereka. Tetapi karena jalannya licin dan gelap kami kehilangan jejak mereka Nyonya." Jawab bodyguard itu takut.


"Lalu, apa mereka sudah bertemu?" Tanyanya dingin dan datar.


"Su... dah Nyonya." Jawab bodyguard itu semakin menundukkan kepalanya dalam.


Wanita parubaya itu mengepalkan tangannya erat, dan matanya menatap nyalang. Kejadian masa lalu masih belum dia lupakan.


Karena wanita itu, dia harus merelakan pria yang dia cintai bahkan memberikan keturunan. Tidak... tidak akan dia biarkan keluarga itu hidup bahagia.


...**...


PROMOSI NOVEL