Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Rising Star


...HALO SEMUANYA....


...SEBELUMNYA, AUTOR MENGUCAPKAN TERIMA KASIH 😭😭...


...AWALNYA AUTOR HANYA DAPAT BERHARAP "KAPAN YA, NOVELKU BISA SEPERTI MEREKA."...


...ALHAMDULILLAH, PERLAHAN TAPI PASTI. MESKIPUN AUTOR TERKADANG TIDAK TIDUR, DEMI MENULIS BAB & PEKERJAAN....



...SEKALI LAGI, AUTOR UCAPKAN TERIMA KASIH BANYAK 😭😭....


...TANPA KALIAN, AUTOR BUKAN APA-APA....


...JANGAN LELAH MENEMANI AUTOR DINOVEL INI DAN SETERUSNYA....


...BIARIN KALAU AUTOR DIBILANG LEBAY, AUTOR SENENG BANGET SAMPE NANGIS....


...LOVE YOU SEKEBON ❤❤...


Happy Reading 🌹🌹


Sedan hitam itu mengerem mendadak, mengakibatkan sopir dan penumpang terhuyung kedepan.


Sky melepaskan ciumannya, dan menatap kesal kearah Gabriel.


"Apa kau mau membuatku mati." Ucap Sky dingin.


"Maaf Tuan, tadi ada kucing lewat. Konon katanya jika kita sampai menabrak kucing kita harus melakukan ritual agar tidak tertiban sial." Jawab Gabriel dengan tenang meskipun dalam hatinya komat-kamit tidak jelas.


Sky menaikkan satu alisnya, siapa yang menyebarkan mitos seperti itu.


"Jalankan mobilnya, langsung kekantor saja." Jawab Sky yang sudah rusak moodnya.


Putri tertunduk dengan senyum terukir dibibirnya, sesekali dia merutuki kebodohannya didalam hati.


Dengan perasaan lega, Putri dapat lepas dari terkaman buaya jantan itu. Entah kenapa rasanya Putri ingin mendapatkan sentuhan yang lebih.


Segera Putri menggelengkan kepalanya untuk membuang jauh-jauh pikiran kotornya.


"Kamu kenapa?" Tanya Sky yang melihat Putri menggelengkan kepalanya.


"Eh, tidak ada." Jawab Putri dengan menutup rasa gugupnya.


Sky mencondongkan setengah badannya,


"Apakah, kamu menyukai hukumanmu." Bisik Sky ditelinga istrinya.


Wajah Putri memanas, terlihat pipinya yang merona merah seperti udang rebus. Dia malu, karena Sky mengetahui isi pikirannya.


Pukul sembilan pagi, mobil yang mereka tumpangi telah sampai diparkiran kantor.


"Kenapa kita kesini, apa kalian tidak lelah setelah melakukan perjalanan panjang?" Tanya Putri pada kedua pria tersebut.


"Beginilah, jika kamu memiliki suami dengan jabatan tertinggi. Tidak ada waktu untuk istirahat." Jawab Sky dengan membusungkan dada.


Putri memutar bolanya malas, sifat kesombongan yang hqq.


"Sudah ayo keluar," Ajak Sky pada istrinya.


Putri hanya tidak bergeming dari duduknya, Sky yang melihatnya menyerengitkan dahinya.


"Kenapa masih diam." Tanya Sky heran.


"Em, aku malu. Karyawanmu pasti akan menertawakanmu jika berjalan denganku." Ucapnya dengan menundukkan kepala.


Sky menghela nafasnya kasar, "Briel, antarkan Putri pulang kerumah." Perintah Sky pada asistennya.


Gabriel hanya menundukkan kepala sebagai tanda dia menjalankan perintahnya.


Mobil mulai meninggalkan area parkiran kantir, Putri menatap punggung Sky dengan tatapan sendu.


Terlihat wanita cantik, sexy, dan modis berlari menghampiri Sky. Wanita tersebut tampak memeluk Sky dari samping.


"Kenapa kamu tidak memaksaku untuk mengikutimu, apa kamu juga malu dengan penampilanku atay karena kedatangan kekasihmu. Putri sadarlah, jangan sampai terbuai dengan ucapan manis dari mulut buaya berwujud manusia itu." Monolog Putri dalam hati.


Pada kenyataannya, Sky tersentak kaget karena kedatangan Grace yang tiba-tiba memeluknya.


Dengan kasar, Sky melepaskan pelukan tersebut hingga membuat Grace terjatuh.


"Apa yang kamu lakukan!!" Seru Sky pada wanita yang tidak tahu malu itu.


"Sayang, kenapa kamu kasar sekali denganku." Jawab Grace dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.


"Enyahlah dari hadapanku!!" Ucap Sky penuh dengan penekanan.


Sky melanjutkan langkahnya menuju lift yang khusus dibuat untuk para petinggi perusahaan.


"AKU HAMIL!" Seru Grace yang sudah bangkit dan berdiri tegak.


Sky menghentikan langkahnya, banyak karyawan yang kaget dengan perilaku Sky terhadap Grace.


"Sky, aku hamil anakmu." Ucap Grace lagi yang kini sudah menangis.


Sky berjalan mendekat kearah Grace, dengan kasar dia menyeret Grace untuk ikut keruangannya.


Grace sedikit terseok-seok mengimbangi langkah Sky, meskipun begitu dia merasa senang akhirnya dia berhasil. Dia sudah membayangkan menjadi Nyonya Gandratama.


Sedangkan didalam mobil yang membawa Putri pulang, Gabriel melihat dari kaca dalam mobil untuk menatap wajah istri bosnya.


Terlihat wajah Putri nampak sedih dan murung, bahkan dia menatap kearah jalan.


"Kenapa wajahmu sedih, Put?" Tanya Gabriel yang masih fokus dijalan.


"Emm, tidak." Jawab Putri datar.


"Jangan berfikir buruk tentang Tuan Sky, dia sudah memutuskan hubungan dengan wanita itu." Ucap Gabriel yang seakan tahu tentang pikiran gadis tersebut.


"Ck, putus dari hongkong. Jelas-jelas mereka masih bertemu dan berpelukan, aku juga sadar diri pernikahan kontrak ini hanya satu tahu. Tapi seharusnya dia juga bisakan menahan dirinya agar tidak menebar kemesraan dimuka umum." Ucap Putri yang keceplosan dengan rahasianya dengan Sky.


Gabriel mengerem mendadak, beruntung dia mengendarai mobilnya kepinggir jalan.


"Apa, menikah kontrak!" Seru Gabriel yang kini sudah menoleh kebelakang menatap Putri.


Putri kaget secara otomatis menutup mulutnya, dia memukul-mukul mulutnya yang sudah lancang membocorkan rahasia mereka.


"Put, apa makhsud ucapanmu. Menikah kontrak? Kalian menikah kontrak." Tanya Gabriel yang mencecar Putri.


Gabriel tidak habis pikir dengan pemikiran bos dan gadis yang ada didepannya tersebut.


"Kakak aku mohon, jangan bilang kesiapa-siapa. Aku... aku hanya menikah dengan Tuan Sky selama dua tahun saja." Jawab Putri memohon kepada pria yang sudah dia anggap menjadi kakaknya.


"Pernikahan itu bukan permainan yang dapat kalian mainkan dengan mudah, diantara kalian akan ada yang tersakiti. Apa kamu tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Tuan Agung dan Nyonya Ambarsari jika mengetahuinya." Jawab Gabriel yang tidak habis pikir dengan kedua manusia berbeda lawan jenis tersebut.


Putri hanya menundukkan kepalanya, dia tidak pernah berfikir sampai kesana. Dia hanya berfikir akan mudah dan cepat menjalani rumahtangga dengan Sky. Pernikahan mereka terjadi karena sama-sama saling membutuhkan.


"Maafkan Putri, kak." Jawab Putri yang matanya sudah memanas.


Putri merasakan bagaimana rasa kecewa dari kedua mertuanya, bahkan Ambarsari dan Agung begitu tulus menyayanginya. Kasih sayang kedua orangtua lengkap, yang belum pernah dia rasakan.


Gabriel menghela nafasnya kasar, dia meraup wajahnya dengan tangannya. Bahkan terlihat dia mengguyar rambutnya kebelakang.


"Put, kakak tanya. Apa kamu sudah memiliki perasaan kepada Sky?" Tanya Gabriel dengan nada yang serius.


Putri hanya menggeleng, "Aku tidak tahu kak." Jawabnya dengan suara parau.


"Putri, dengarkan Kakak. Meskipun kita bukan saudara kandung tetapi Kakak sudah menganggapmu sebagai Adik. Cari tahu isi hatimu, jangan sampai kamu menyesal. Sejatinya kita akan sadar ketika seseorang itu telah pergi." Ucap Gabriel panjang lebar.


Gadis itu hanya mengangguk, dia menangis meskipun tanpa suara. Entah, dia menangis karena akan berpisah dengan Sky atau membohongi kedua orangtua Sky.


Gabriel kembali menjalankan mobil sedan itu, sebentar lagi mereka akan sampai ketempatan tujuan.


Sedangkan kini diruangan Sky, dia tengah menatap tajam wanita yang duduk disofa ruang kerjanya.


"Apa kamu yakin dengan ucapanmu." Tanya Sky dengan nada datar dan terkesan dingin.


Grace menganggukkan kepalanya cepat, dia tidak berfikir bahaya apa yang akan dia hadapi setelah ini.


Sky tergelak kencang, bahkan dia sudah memunggungi Grace dan berjalan kearah jendela.


Grace menatap heran, seharusnya Sky memohon kepadanya untuk kembali atau mengajaknya menikah. Tetapi kenapa pria itu malah tertawa.


"Grace, kamu pikir aku pria yang mudah kamu bodohi. Aku tidak mungkin menghamilimu, lebih tepatnya tidak bisa." Ucap Sky yang sudah berbalik menatap Grace dengan senyum devilnya.


Grace membulatkan matanya, apakah Sky mandul. Begilulah pikir Grace.


"Sky, aku hanya melakukannya denganmu. Kamu ingat, setiap kita melakukannya kamu tidak pernah memakai pengaman." Jawab Grace yang kembali menangis.


"Oh, benarkah? Bagaimana jika itu bukan anakku. Apa yang ingin kamu tawarkan sebagai kerugianku." Tanya Sky datar.


Grace tercengang, bagaimana bisa dia setenang itu. Apakah benar apa yang tengah dia pikirkan.


"Aku akan memberikan nyawaku jika sampai aku berbohong Sky." Jawab Grace dengan gugup, entah setan apa yang menempel ketubuh Grace sehingga dia menawarkan nyawanya.


"Baiklah, akan aku tunggu saat itu. Pergilah." Sky mengusir Grace dari ruangannya.


Sky selama ini melakukan operasi Vasektomi.


Vasektomi adalah prosedur kontrasepsi pada pria yang dilakukan dengan cara memutus penyaluran sperma ke air mani. Dengan demikian, air mani tidak akan mengandung ******, sehingga kehamilan dapat dicegah.


Oleh karena itu, Sky merasa tenang dan tidak percaya dengan ucapan Grace.


Bodohnya Grace, dia menawarkan nyawanya. Tentu saja hal itu diterima dengan senang hati oleh Sky.


...**...


...HALO......


...MAAF JIKA BAB INI KURANG FEELNYA....


...AUTOR MENULISNYA DISIBUKNYA PEKERJAAN YANG SUDAH MENUMPUK....