Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Suasana panas


Happy Reading 🌹🌹


Di dalam ruangan yang bernuansa klasik, Doni tengah duduk bersama Zidan.


"Bagaimana hasil pencarian selama ini Zi?" Tanya Doni dengan rasa penasaran.


"Kabar yang saya dapatkan dari Ibu panti, nama anak Tuan adalah Putri atau biasa di panggil oleh beberapa orang dekatnya Puput. Saat ini dia tengah bekerja di kota ini Tuan," Jelas Zidan pada bosnya.


Doni sangat senang, dia bisa mengantongi nama anak kandungnya. Bahkan sekarang mereka berada di kota yang sama.


"Siapa nama panjangnya Zi? Apa kamu tau dia bekerja apa di kota ini?" Tanya Doni menuntut, dia sangat tidak sabar untuk bertemu dengan putrinya.


"Maaf Tuan, Bu Siti tidak memberitahukan nama panjangnya. Dia seperti orang ketakutan, untuk masalah pekerjaan, Nona Putri bekerja sebagai OB." Jelas Zidan yang sebenarnya tidak ingin mengatakan kenyataan yang ada.


Hati Doni bagaikan di remas, bahkan mungkin sangat sulit di gambarkan perasaan sakitnya saat ini.


Disaat dia memberikan kemewahan untuk Bintang, yang dia tidak tahu anak siapa. Sedangkan anak kandungnya tengah berjuang diluar sana.


Tanpa terasa air mata Doni menetes, dia menangis pilu mendengar informasi tersebut.


"Zidan, kita harus segera menemukannya. Bawalah Bu Siti ke villa kita, dan berikan dia pengawal tanpa sepengetahuannya." Jawab Doni memberikan perintah.


Zidan segera mengangguk dan menghubungi anak buahnya. Bahkan dia penasaran, sebenarnya masa lalu apa yang dimiliki oleh bosnya.


Setelah mendengar laporan dari Zidan, Doni memutuskan untuk pulang. Tubuhnya seakan tidak memiliki tenaga lagi.


Dia berharap dapat segera menemukan putrinya yang sudah terpisah sejak bayi, Doni terus membayangkan bagaimana kehidupan yang dijalani putrinya tersebut.


...**...


Kini Putri dan Sky sudah duduk dihadapan orang tua Sky dan Bintang.


Ambarsari langsung melemparkan foto-foro yang di dapatkannya dari Bintang ke meja kaca ruang keluarga tersebut.


Putri mengambil foto-foto tersebut, netranya seakan keluar dari tempatnya. Bagaimana bisa ketika dirinya bekerja di dalam ruangan ada yang memotretnya.


Putri memandang Bintang dan kedua calon mertuanya, seakan meminta jawaban.


Sky yang melihat Putri hanya terdiam, dengan segera dia merebut lembaran foto yang masih berada di tangan Putri.


Sky berdecih "Kenapa Mama memiliki foto Putri ketika sedang bekerja?" Tanya Sky tenang.


Ambarsari melotot, bahkan Sky sudah tau pekerjaan Putri tapi kenapa tetap ingin menikahinya.


"Kamu selama ini tahu pekerjaan gadis yang akan kamu nikahi Sky?" Tanya Ambarsari tajam.


"Tentu saja Mah, tidak mungkin aku menikahi gadis yang tidak aku kenal." Jawab Sky tenang.


"Putuskan hubungan kalian! Mama tidak mau memiliki menantu seperti dia!" Ucap Ambarsari yang tengah menunjukkan jarinya ke arah Putri.


Bintang yang mendengarnya tersenyum senang didalan hati, rencananya berhasil. Kini Bintang juga akan ikut bersandiwara.


"Kak Sky, jika memang kita tidak berjodoh tidak masalah. Tapi Bintang tidak mau jika kakak menikah dengan wanita murah seperti dia!" Seru Bintang.


"Kakak coba pikirkan nama baik keluarga Gandratama, bagaimana kakak akan menghadapi gunjingan rekan bisnis kakak jika sampai tahu pekerjaan apa yang pernah digeluti oleh istri seorang Sky Putra Gandratama!" Lanjut Bintang


"Bintang, kamu tidak berhak mencampuri urusanku!" Jawab Sky tajam, dia sangat kesal mendengar Putri yang tengah di sudutkan oleh orang lain.


"Benar apa yang dikatakan Bintang Sky! Kamu harus memiliki istri yang sederajat dengan kita, susah jelas atituddenya bagus dan tidak akan pernah mencemarkan nama baik kekuarga." Ucap Ambarsari menimpali ucapan Bintang.


"Kak Sky, masih banyak gadis baik-baik. Gadis itu, pasti hanya menginginkan harta yang di miliki keluarga ini. Bahkan dia saja rela bekerja di club malam, melayani pria hidung belang." Jawab Bintang semakin memanaskan suasana.