
Hallo readers.
Maaf jika akan banyak promo novel autor lain yang berseliweran disetiap bab.
Alhamdulillah, autor diberi kepercayaan untuk menjadi orang tua (lagi) setelah dulu yang pertama gagal ketika baru usia dua bulan.
Mohon do'a semoga autor dan suami kali ini benar-benar dapat kepercayaan dari Tuhan. Amin
Autor akan usahakan setiap hari up bab.
Love you all ❤❤
Happy Reading 🌹🌹
Setelah mendapatkan ancaman dan informasi yang menurutnya tidak benar, Bintang menaiki mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Bintang ingin segera sampai dirumahnya dan menanyakan kebenaran tersebut, sesekali dia menghapus airmata dan ingusnya secara kasar.
Tubuhnya bergetar, jika benar dia hanyalah anak pungut. Lalu siapa orangtua kandungnya.
Sedangkan Doni dan Bulan juga sedang dalam perjalanan pulang setelah pertemuan mereka dengan Sky.
Mereka berharap semoga Putri menerima keberadaan mereka, karena memang mereka tidak ada niatan untuk membuang anak kandungnya.
Setelah kepergian kedua mertuanya, Sky menyenderkan tubuhnya disofa dengan tangan meminjat pangkal hidungnya.
"Briel, segera kumpulkan bukti-bukti jika Grave tidak mengandung benih premium milikku." Ucap dengan mata yang masih terpejam.
"Baik Tuan."
"Kumpulkan sebanyak-banyaknya Briel, sehingga dia tidak dapat mengelak lagi. Aku tidak ingin Putri sampai mendengar hal tersebut." Lanjut Sky.
"Holla, Bro!" Seru pria yang langsung menerobos masuk keruangan Sky tanpa permisi.
Sky membuka matanya dan terlihat sangat malas dengan keberadaan orang tersebut.
Aji melihat kearah Gabriel untuk meminta jawaban ada apa dengan Sky, tetapi malah semakin kesal karena Gabriel pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Cih, dasar bos dan anak buah sama saja." Gerutu Aji yang mendaratkan bokongnya dengan kasar disofa.
"Ada apa." Sky bersuara dengan datar.
"Hei, kalian sebenarnya ada apa?" Tanya Aji pada Sky.
Sky menghela nafasnya kasar "Grace membuat masalah." Jawabnya datar.
"Kenapa lagi dengan ulat bulu itu, apa dia meminta barang dan uang lagi padamu." Ucap Aji yang tengah memegang toples snack.
"Dia hamil." Jawab Sky datar dan tenang.
"Hamil... apa kau tidak ikhlas menaruh snack disini Sky, tutupnya tidak mau dibuka... apa hamil!!" Seru Aji setelah sadar dengan jawaban Sky.
Aji menaruh kembali toples snack dengan kasar sehingga menimbukan suara yang nyaring dari meja kaca itu, Aji menatap nanar isi yang ada di toples.
"Kau kesini mau apa, menemuiku atau memandangi isi toplesku." Jawab Sky yang tengah memandang temannya.
Aji segera sadar, "Kau yakin Grace mengandung anakmu?" Tanya Aji yang menatap Sky dengan serius tapi sesekali melirik toples yang dia incar.
"Apa menurutmu aku gila, aku tidak akan membuang bibit premiuku sembarangan dirahim wanita." Gerutu Sky dengan bersedekap dada.
"Ya memang kau gila, apa baru sadar." Jawab Aji dengan mengambil lagi toples yang gagal dia buka.
"Kamu tau sendiri aku melakukan operasi vasektomi, dan hanya 0,001% untuk menghamili wanita." Jelas Sky pada temannya.
"Ya... ya... lalu sekarang apa yang akan kamu lakukan." Lanjut Aji dia masih berusaha membuka tutup toples laknat itu.
"Briel tengah mengumpulkan seluruh bukti-bukti untuk itu, aku tidak sudi bertanggung jawab untuk anak yang bukan dari benihku." Jawab Sky yang mendengus kesal.
Tidak ada jawabam dari Aji, dia sudah mengapit toples kaca itu dikedua pahanya dan tangannya berusaha memutar tutup toples.
"Ya!! Kamu kemari mau makan atau mendengarkan masalahku!" Seru Sky yang kesal melihat ulah temannya.
"Sky, masalahku lebih besar. Bisakah bukakan tutup toples ini." Ucap Aji dengan wajah memelas dia menyodorkan toples itu dihadapan Sky.
Sky menghela nafas panjang, segera direbutnya toples tersebut.
Kini Gabriel ingin membuka ruangan Sky, tetapi dihadang oleh Sella.
"Minggir." Ucap Gabriel dingin.
"Kamu kenapa?" Tanya Gabriel pada sekertaris bosnya.
Sella hanya menunjuk kearah pintu ruangan bosnya, Gabriel mendekat dan menutup mulutnya.
"Ahh, Sky pelan-pelan."
"Aku sudah pelan-pelan, tahan dulu. Ahh"
"Kenapa lama sekali!"
"Ini susah, sangat kencang."
"Cepatlah, Sky. Aku sudah tidak tahan."
Brak
Sky dan Aji melihat orang yang membuka dengan kasar pintu ruangan tersebut.
Terlihat Gabriel yang berdiri mematung tangannya masih berpegang pada gagang pintu.
Gabriel memandang kearah Sky dan Aji dengan posisi yang absurd.
Sky tengah berjongkok memegang bagian tutup toples, dan Aji memegang badan toples dengan duduk dilantai.
Hening seketika....
Gabriel berdehem untuk menetralkan perasaannya, "Maaf Tuan menganggu, ini laporan yang Anda inginkan." Ucapnya dengan kaki yang serasa lemas.
Sky dan Aji segera berdiri, "Briel, bukakan toples laknat itu. Suruh OB untuk tidak menaruh makanan dalam toples lagi." Ucap Sky dengan menatap kesal kearah Aji.
Aji yang ditatap hanya masa bodoh, dia tidak peduli yang terpenting keinginannya tercapai.
Briel segera mengambil toples tersebut dari tangan Aji, dan sekali percobaan berhasil.
"Nah, Sky kamu lihat. Pelakunya adalah Gabriel. Dia pasti sengaja menangisi toplesmu dengan makanan enak tetapi tidak bisa dibuka tutupnya. Persis ketika aku pergi kedesa nenekku ketika lebaran." Ucap Aji bukannya berterima kasih, tetapi mengompori Sky.
Gabriel terperangah dengan ucapan Aji, bahkan mata kirinya sudah berkedut karena kesal.
Duapuluh menit yang lalu.
Setelah Sky merebut toples dari tangan Aji, dia gagal membuka tutup tersebut.
"Kamu makan yang lain saja Ji, makanan banyak." Jawab Sky yang sudah menaruh toples tersebut.
"Tidak Sky! Pasti ini anakku menginginkan makanan ini." Jawab Aji dengan menunjuk toples yang tadi dia pegang dengan tatapan mendamba.
Sky menaikkan sebelah alisnya, " Istrinu hamil? " Tanya Sky.
Aji mengangguk cepat, Aji merogoh sakunya dan membuka dompetnya.
Aji menyodorkan sebuah foto hitam putih hasil USG.
"Lihat Sky, ini adalah calon anakku. Sky, aku sangat bahagia." Ucap Aji dengan mata berkaca-kaca.
Aji merasa bersyukur dan terharu, pria breng*sek sepertinya diberi kepercayaan menjadi orangtua.
"Apa kau sebahagia itu?" Tanya Sky menatap lekat wajah sahabatnya.
"Tentu saja Sky, aku tidak dapat menggambarkannya. Aku benar-benar bahagia, kamu tau. Bahkan aku tidak pernah berfikir akan menjadi seorang Ayah."
"Kamu tahu bukan sepak terjangku perihal wanita, dan aku takut Sky. Aku takut jika anakku perempuan apakah dia akan mendapatkan karma atas perbuatanku selama ini." Ucap Aji dengan menatap sendu.
"Aku yakin pasti kamu akan menjadi orang tua yang hebat, sudah aku bukakan tutup toplesnya." Jawab Sky yang menghindari pembicaraan soal anak.
Hati Sky merasa iri dengan hal itu, tetapi apakah dia sudah sudah yakin dengan pernikahannya dengan Putri.
"Sky, aku tahu pernikahanmu dengan Putri ada yang tidak beres. Percayalah Sky, kalian akan hidup bahagia jika saling menerima. Coba selami perasaanmu Sky jangan sampai kamu menyesalinya." Ucap Aji yang tersenyum kearah Sky.
Sky tidak menjawabnya, dia menyibukkan diri membuka toples makanan tersebut.
...**...
...JANGAN LUPA LIKENYA TEMAN-TEMAN...
...PROMO NOVEL...