Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Syarat Dave


Happy Reading 🌹🌹


Terlihat Rose tengah berjalan menuju ke arah gedung jurusan bisnis, selama menuju gedung bisnis. Rose berdecak kagum dengan wajah-wajah pria yang baru dia lihat.


Gila... sungguh gila. Kenapa pria di jurusan bisnis dan management lebih tampan dan gagah. Apakah Rose salah jurusan.


"Rose..." Seru Putri dengan melambaikan tangannya.


Putri segera berpamitan kepada teman-teman barunya yang berada di jurusan bisnis tersebut dan datang menghampiri Rose.


"Ayo kita pergi," Ajak Putri yang sudah menggandeng lengan Rose dengan senang.


Puk


Rose memukul punggung tangan Putri dengan kesal.


"Kenapa terburu-buru, aku masih ingin menikmati keindahan Tuhan." Ucap Rose kesal.


Putri melihat ke arah Rose, dia menghela nafasnya panjang.


"Rose, lain waktu kamu dapat bermain ke sini lagi. Tenang saja mereka kebanyakan satu angkatan dengan kita." Ucap Putri kepada Rose.


"Baiklah," Ucap Rose mengalah lemas.


...**...


Setelah Putri dan Rose melepas rindu, kini Putri berjalan menuju kampusnya lagi. Karena seperti biasa Rose di jemput oleh sopir pribadinya.


HP Putri berdering, terlihat nama Dave tertera di layar HPnya. Segera Putri mengangkat telfon tersebut.


"Hallo," Ucap Putri dari sebrang telfon.


"Bisakah kita bertemu," Ucap Dave to the point.


"Tapi, aku sudah mau pulang kak." Jawab Putri beralasan.


"Aku akan mengantarkanmu, berhentilah jangann terus berjalan." Ucap Dave dengan segera mematikan telfunnnya.


Putri melihat layar yang sudah mati karena sambungan telfon sudah di putus.


Putri di kagetkan dengan suara klakson mobil, ternyata Dave sudah lama mengikuti Putri dari belakang.


Dave segera memanggil Putri dari dalam mobil, "Ayo masuk!" Ucapnya.


Putri segera membuka pintu mobil Dave dan duduk di sebelah Dave yang tengah menyetir.


Dave segera memacu mobilnya berbalik ke luar kota, "Kita kemana kak? Kenapa kita keluar dari kota." Ucap Putri panik.


"Kita hanya akan bermain sebentar seperti dulu," Ucap Dave dengan tersenyum.


Tidak butuh waktu lama, Dave dan Putri sudah sampai di salah satu taman bermain.


Dulu Putri dan anak-anak panti lainnya pernah di ajak berlibur dengan Dave juga Ibunya.


Dave segera turun dan di susul Putri, Putri menutup mulutnya dengan kedua tangan. Matanya terasa panas karena ingin menangis.


"I... ini..."


"Kamu ingat tempat ini put?" Tanya Dave dengan tersenyum.


Dave berjalan mendekat Putri, dia menggenggam tangan gadis pujaan hatinya dengan lembut dan segera mengajaknya masuk.


Putri tidak menolak, dia merasa bernostalgia ketika kecil dulu. Terlihat Dave mengajak Putri menaiki beberapa wahana yang dulu pernah dia naiki dengan anak-anak panti.


Menaiki biang lala, menaiki komedi putar dan tidak lupa memakam permen kapas.


Putri terlihat sangat bahagia, seakan kesedihannya selama ini lenyap begitu saja dengan kebahagiaannya hari ini.


Senang... satu kata yang mereka berdua pikirkan. Hari semakin sore Dave segera mengajak Putri untuk pulang.


Cukup hari ini dia habiskan dengan gadis pujaan hatinya, meskipun hanya sebentar. Dave akan perlahan-lahan membangkitkan kenangan masa lalu mereka.


"Kita mampir makan dulu ya?" Tanya Dave pada Putri.


"Tidak usah kak, langsung pulang saja. Nanti Kak Sky pasti marah jika aku pulang malam." Jawab Putri dengan raut wajah gelisah.


Dave hanya mengangguk, "Kenapa kamu tidak melepas scrafmu, itu basah nanti kamu masuk angin." Ucap Dave tangan kirinya terulur ingin melepaskan scraf yang dikenakan Putri.


Putri reflek menahan scrafnya karena tanda merah masih jelas, Dave sudah menyentuh sedikit scraft Putri.


Terlihat jika ada tanda merah yang tengah di sembunyikan oleh gadis pujaan hatinya.


Dave melepaskannya "maaf" Ucap Dave dengan kembali fokus menyetir mobilnya kembali.


Putri mengangguk dan membuang pandangannya ke sembarang arah, tetapi tangannya memperbaiki posisi scrafnya.


Dave mencengkram setirnya dengan erat, perasaan gemuruh yang memuncak di dalam hatinya.


"Apakah benar gadis pujaan hatinya sering berhubungan badan dengan Sky? Tidak masalah yang penting tidak hamil." Gumam Dave dalam hatinya.


"Apakah kamu baru sakit?" Tanya Dave yang memecah keheningan.


"Eh, iyaa." Jawab Putri asal.


Dave menghembuskan nafasnya perlahan, jangan sampai gadis pujaannya takut berdekatan dengannya.


"Kenapa kamu pindah jurusan tidak berpamitan kepadaku." Ucap Dave lagi.


"Maaf, karena mendadak jadi tidak sempat berpamitan dengan yang lainnya." Jawab Putri tidak enak hati.


"Hemm, baiklah aku akan memaafkanmu. Dengan syarat." Jawab Dave tersenyum penuh makna.


"Syarat?" Beo Putri.


"Iya," Jawab Dave mengangguk cepat.


"Syarat apa?" Tanya Putri polos.


"Kamu harus menemaniku untuk makan siang selama satu bulan ini." Ucap Dave dengan penuh semangat.


"Tapi kak... "


"Aku tidak menerima penolakan, kamu harus mau Putri. Sebagai tanda maafmu juga karena melupakan teman kecilmu." Jawab Dave menyela ucapan Putri.


"Baiklah kak, hanya satu bulan ini ya." Jawab Putri pasrah.


Dave bersorak riang di dalam hatinya, dia akan meluluhkan hati gadis pujaan hatinya selama satu bulan ini.


Tidak akan Dave biarkan, gadis pujaan hatinya bersama pria lain. Meskipun pria tersebut adalah temannya sendiri.


...**...


...Jangan lupa like dan kasih rate bintang limanya....


Visual Dave Danuarta



Siapa yang tidak tahu Kim Bum, warrr banget ketika jamannya BBF... kelihatan ya umurnya autor. Hahaha 😂😂


Yuk nostalgia, sambil nunggu novel yang akan datang bulan depan.


Belenggu Cinta yang Salah, karya Momy Ida