Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Keluarga Bahagia


Happy Reading 🌹🌹


Putri sudah sampai di perusahaan Gandratama, segera Sky keluar dan menggandeng tangan Putri berjalan masuk bersama di perusahaan.


Banyak karyawan yang berpapasan dengan mereka memberikan salam maupun sekedar menyapa.


Putri membalas mereka dengan ramah dan tidak sungkan menebar senyumnya. Sedangkan Sky pria kaku tersebut tetap dengan wajah datarnya.


Putri dan Sky sudah masuk kedalam lift khusus untuk atasan, "Jangan menebar senyummu sayang, aku tidak suka." Ucap Sky dengan wajah setenang air.


"Kenapa, aku hanya membalas senyum karyawan mu Mas. Aku tidak mau anakku memiliki wajah sekaku dirimu Mas." Jawab Putri mengeluarkan unek-uneknya.


Sky menoleh ke arah Putri, "Ini bukan wajah kaku sayang, memang begini wajahku. Wajah yang cool, tampan, dan rupawan." Ucap Sky penuh percaya diri.


Putri berdecak sebal, "Aku tetap tidak mau anakku memiliki wajah datarmu itu Mas." Kekeh Putri.


Lift sudah berhenti di lantai dimana kantor Sky berada, Putri keluar terlebih dahulu dan Sky berjalan di belakangnya.


"Itu anakku, tentu akan mirip denganku." Jawab Sky kesal.


Putri membuka pintu kantor Sky dengan lebar, dan duduk di sofa yang biasa dia lakukan ketika pertama masuk di ruangan tersebut.


"Mas hanya menyumbangkan benihnya, wajah anakku tentu akan mirip dengan ibunya." Jawab Putri yang duduk dengan mengelus perutnya.


Semakin hari Putri merasa berat badannya naik, sehingga berjalan sedikit saja sudah ngos ngosan seperti lari maraton.


"Oh tidak bisa sayang, wajah jagoanku tetap seperti Ayahnya. Wajahnya, pintarnya, tingginya, semuanya harus sama denganku." Jawab Sky ngotot.


"Lalu aku? Aku hanya mengandungnya saja begitu." Ucap Putri kesal karena dia tidak Terima jika anaknya akan seratus persen seperti suaminya.


"Karena aku baik hati, jadi jagoanku akan mewarisi sikap baik hatimu saja sayang." Ucap Sky dengan mengecup bibir istrinya dan tersenyum hangat.


"Sangat menyebalkan." Jawab Putri kesal.


Sky hanya terkekeh, meskipun mereka seperti Tom and Jerry tetapi mereka benar-benar saling menyayangi.


"Jangan marah-marah terus sayang, aku tidak ingin wajah anakku seperti buah jeruk yang asam. Aku akan bekerja dulu." Sky memeluk dan mencium bibir istrinya sebenar saja, hanya sebentar karena pekerjaannya benar-benar menumpuk.


...**...


Setelah Bintang bangun segera dirinya mandi dan makan karena perut dan baby twins sangat kelaparan.


"Honey, kita akan berangkat dua hari lagi." Jackson membuka obrolan.


"Secepat itu Honey?" Tanya Bintang yang kini tengah duduk diruang TV dengan suaminya.


"Hem, apa kamu masih ingin di sini." Ucap Jackson yang menoleh ke arah istrinya.


"Bukan begitu, aku kira akan membutuhkan waktu paling tidak satu minggu Honey. Kalau begitu kita bersiap-siap." Ajak Bintang yang kini sudah berdiri dari duduknya.


Bintang sibuk mengeluarkan semua barang-barangnya, Jackson yang melihatnya hanya memijit pelipisnya.


"Honey, cukup kamu bawa yang penting-penting saja. Pakaiannya tinggal saja disini." Ucap Jackson yang memperingati istrinya.


"Tapi, ini semua penting Honey. Aku harus bagaimana." Jawab Bintang lirih.


Bintang melihat barang-barangnya yang bermerk dan langka tidak mungkin di tinggalkan begitu saja.


"Come on Honey, aku akan memberikanmu barang-barang yang lebih bagus ketika disana. Semua koleksi itu sudah ketinggalan model. Lebih baik tinggalkan saja disini, atau berikan kepada para pelayan." Bujuk Jackson kepada Bintang.


Jackson tahu, kehidupan Bintang yang glamour dan tidak bisa jauh dari barang bermerk dengan harga fantastis tersebut pasti sulit melepaskan mereka.


"Tapi Honey." Bintang sudah mulai merengek.


"Ayolah Honey, disana kita bisa berbelanja dan kamu dapat mengoleksi dengan barang keluaran terbaru." Bujuk Jackson lagi.


Bintang akhirnya mengalah, dia mengumpulkan barang-barangnya untuk di berikan kepada para pelayan mansion Wiratama.


Tidak mungkin memberikannya kepada Putri, pasti dilemari saudaranya itu sudah penuh barang mewah yang bahkan melebihi dirinya. Karena Bintang tahu Sky sangat bucin dan memberikan yang paling baik kepada saudaranya.


Jackson berjalan dan memeluk istrinya, dia mengecup pucuk kepalanya dengan sayang.


"Cukup kamu membawa cintamu kesana Honey, aku sangat mencintaimu. I love you." Ucap Jackson yang sudah menangkup kedua pipi Bintang sehingga posisi wajah mereka saling berhadapan.


"I love you to." Jawab Bintang.


Jackson sudah membuka bajunya dan membuang kesembarang arah tanpa melepaskan pungutannya.


Tubuh Bintang di angkat hingga terduduk di meja riasnya, suara alat kosmetik dan skincare terjun bebas ke lantai.


Mereka saling melu*mat dan kini sudah bertelanjan*ng, jemari Jackson turun di are sensitif istrinya sehingga membuat Bintang mende*sah.


Jackson bermain dengan pelan karena ingin membuat istrinya selalu terbang melayang bersamanya.


Seterusnya readers imajinasikan sendiri 😁😁


...**...


Terlihat Putri tengah menangis memeluk saudaranya, Putri memang sudah tahu jika Bintang akan mengikuti suaminya ke luar negeri.


Tetapi Putri tidak menyangka akan secepat ini keberangkatan Bintang dan Jackson.


"Put, jangan menangis. Kita masih bisa berhubungan melalui telfon seluler." Bujuk Bintang yang menepuk pelan pundak saudaranya.


"Aku akan sangat merindukanmu Bin," Jawab Putri terbata karena sesenggukannya.


"Ajak Kak Sky kesana, kita akan bertemu." Bujuk Bintang lagi.


Putri masih sulit melepaskan keberangkatan Bintang, tetapi dengan sangat terpaksa Putri melepas pelukannya.


Terlihat wajah Putri yang sembab juga tidak beda jauh dengan Bintang, Bintang merasa berat berpisah dengan keluarganya.


Karena sudah waktunya pesawat yang akan mengantarkan Jackson dan Bintang akan berangkat, meskipun pesawat pribadi tetapi tidak dapat mengacaukan jadwal pesawat komersil.


Bulan, Doni, dan Sky mengantarkan Bintang dan Jackson. Mereka saling memeluk dan bersalaman sebagai tanda perpisahan.


"Sampai jumpa," Ucap Bintang yang melambaikan tangan kepada keluarganya dengan bergandengan tangan dengan Jackson.


Putri semakin terisak, "Mas ayo kita berlibur ke negara Jackson." Ucap Putri tiba-tiba.


Ketiga orang yang mendengarnya mendadak kaget karena ucapan Putri tersebut.


"Sayang, Bintang saja masih terlihat punggungnya." Jawab Sky jujur.


"Tapi aku sudah merindukannya." Putri kembali menangis.


"Oh god, aku bisa cepat tua jika istriku membuatku jungkir balik dengan keinginannya." Keluh Sky yang di sambut kekehan oleh Bulan dan Doni.


"Bersabarlah dengan ibu hamil Sky." Ucap Bulan kepada menantunya.


Sky mengangguk, "Sudah kamu merindukanku saja sayang. Ayo kita pulang." Ucap Sky kepada Putri yang kini Sky menggendong istrinya seperti koala.


"Kamu menyebalkan Sky." Putri mendengus kesal.


"Jangan banyak bergerak, atau aku akan menerkammu sekarang juga." Ucap Sky yang berjalan menjauh dari mertuanya.


"Pasti sangat menyenangkan, ayo kita lakukan." Jawab Putri dengan tersenyum.


"Kamu menantangku sayang, let's go." Langkah Sky semakin cepat karena dia tidak akan mensia-siakan kesempatan ini.


Doni dan Bulan yang melihat kedua putrinya pergi dengan pasangan masing-masing merasa terharu.


"Semoga anak-anak kita bahagia ya Pah." Ucap Bulan yang menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya.


...TAMAT...


.


.


.


.


.


.


Tapi bohong 😂