Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Buah Kecubung


...Hallo teman-teman, jangan lupa tekan tombol like dan beri rating buntang 5 untuk cerita ini....


...Ayo biarkan autor berada di beranda novel populer 😭😭...


Happy Reading 🌹🌹


Seorang anak menghampiri Sky, dia penasaran kenapa pria dewasa itu tertawa sendiri dibawah pohon kecubung sendirian.


"Paman," Panggil anak tersebut.


Tawa Sky terhenti, dia menoleh ke arah sumber suara.


"Ya, ada apa?" Tanya Sky dengan suara halus.


"Paman kenapa tertawa sendiri? Disini tidak ada orang, apa paman menjadi gila kerena memakan buah itu?" Tunjuknya pada buah kecubung yang bertengger di dahannnya.


Sky mengikuti arah yang di tunjuk anak tersebut, terlihat buah yang berbentuk bulan dengan warna hijau dan sedikit ada garis-garis putihnya.


"Paman tidak gila, paman hanya sedang bertukar pesan dengan teman paman." Jelas Sky.


Anak tersebut mangut-mangut, "Baiklah, paman ayo segera masuk kita sarapan. Jangan makan buah itu sekalipun paman penasaran." Ujar anak tersebut.


"Memang kenapa dengan buah itu?" Tanya Sky penasaran.


"Itu namanya buah kecubung paman, dan efeknya bisa membuat ora seperti tidak waras." Jelasnya dengan wajah polosnya.


Sky tersenyum lebar, entah apa yang tengah dia pikirkan.


"Benarkah, baiklah paman tidak akan memetiknya. Aku akan memetik banyak." Jawab Sky lain di mulut lain pula di hati.


Sky segera berjalan masuk kedalam panti untuk sarapan, dan tidak lupa segera berpamitan kepada Ibu panti karena sudah di jemput oleh sopir keluarga.


Sky berhenti sejenak, terlihat dia menolehkan kepala ke kiri dan ke kanan untuk melihat situasi.


Saat ini, Sky kembali ke pohon kecubung. Tangannya segera memetik beberapa buah hijau tersebut.


Langsung saja Sky memasukkan kedalam saku celananya, tidak peduli dengan getah yang mengenai celana mahalnya itu.


Sky berjalan menuju mobil yang sudah menunggu dirinya, dengan wajah secera mentati pagi dan senyum lebar terpatri di wajahnya.


Sopi keluarga Gandratama bergidik ngeri "Apakah dunia akan kiamat, kenapa pria itu tersenyum menakutkan." Gumam sopir tersebut.


Sky langsung saja masuk, dan sopir melajukan mobilnya.


Terluhat Sky mengeluarkan buah kecubung. Sang sopir hanya meliriknya dari kaca spion tengah.


"Tuan, jangan dimakan buah itu. Akan menbuat anda berhalusinasi." Ucap sang sopir.


"Benarkah, lalu apa lagi? Apakah berbahaya jika di konsumsi, apa bisa ini di masak." Tanya Sky dengan rasa penasarannya.


"Tidak berbahaya tuan, hanya saja orang akan berhalusinasi minimal tiga hari. Bisa saja dimasak tetapi buah itu keras tuan dan getahnya banyak." Jawab sang sopir.


Senyum Sky semakin lebar, dia akan membuat sekertarisnya mabuk buah kecubung.


Tawa jahat menggelegar di dalam hati Sky, Sky membuka jendela kaca mobil dan memejamkan matanya menghirup udara dalam-dalam.


"Menyenangkan." Ucapnya.


Sang sopir semakin ketakutan, apakah anak tuannya terbentur pintu atau dia sudah mabuk buah kecubung.


Terlihat Gabriel sudah mengantarkan Putri di kampusnya, dia akan langsung kembali oulang ke apartemen karena Sky sudah di jemput oleh sopir keluarga.


Gabriel akan pergi makan dulu, karena ulah pria yang tengah cemburu membuat cacing di dalam perutnya meronta-ronta.


"Kak Gabriel, ini masakan yang aku buat. Nanti dimakan setelah sampai apartemen ya." Ucap Putri yang menunjuk ke arah bekal makan.


Glek


"Putri sudah memasak banyak kak, tidak mungkin menunggu Sky pulang. Nanti hanya terbuang percuma." Jawab Putri dengan wajah nelangsa.


Gabriel menghela nafasnya dalam, "Baiklah, terima kasih." Ucap Gabriel.


"Sama-sama kak, Putri pergi dulu. Hati-hati di jalan." Jawab Putri yang kemudian berlari kecil untuk masuk ke dalam kampus.


Gabriel menatap nanar ke arah kota makan tersebut, "Kenapa keduanya sangat menyebalkan." Gerutu Gabriel.


Bagaimana tidak menyebalkan di mata Gabriel jika yang laki-laki begitu pecemburu dan obsesive sedangkan wanitanya tidak merasakan jika dirinya sudah menjadi pawang singa jantan.


Segera Gabriel melajukan mobilnya ke arah apartemen.


...**...


Di kediaman Danuarta terlihat Lila tengah mengintrograsi putra semata wayangnya Dave.


Lila dan Rudi kaget, karena melihat wajah anaknya babak belur. Sudah Rudi pastikan jika itu hasil dari perkelahian.


"Cepat katakan Dave, kenapa kalian bisa bertengkar!" Seru Lila yang sudah tidak sabar terhadap putranya.


"Sabar Mah, jangan membentak Dave." Ucap Rudi dengan lembut namun terdengar tegas.


Lila hanya menghela nafasnya panjang, dia melihat Dave yang membuang muka ke sembarang arah.


"Dave, jelaskan kepada kami. Kenapa kamu bertengkar dengan Sky?" Tanya Rudi pelan.


Lagi... lagi Dave bergeming, mulutnya terkunci tidak ingin menjawab.


"Apa ini semua karena Putri." Ucap Lila dengan suara lirih.


Dave kemudia menatap lekat ke wajah ibunya, tetapi masih mode senyap tidak ada jawaban.


"Dave, lupakan Putri. Dia sudah menikah bahkan dengan sahabatmu sendiri. Biarkan mereka bahagia Dave, kamu juga harus mencari kebahagiaanmu sendiri." Ucap Lila dengan wajah sedih.


Lila sangat sedih karena melihat Dave yang kembali seperti dulu, sikap obsesinya selalu muncul jika terkait dengan gadis kecil tersebut.


"Tidak!! Dave tidak akan pernah membiarkan Putri bahagia dengan Sky, hanya dengan Dave dia akan bahagia!" Seru Dave dengan mata yang berkaca-kaca dan nafasnya yang memburu.


"Dave, berhenti menyakiti dirimu sendiri dan orang lain." Jawab Lila yang sudah menangis.


"Mah, Dave justru menyelamatkan Putri dari belenggu pernikahannya dengan Sky. Hanya dengan Dave dia akan bahagia Mah. Mama ingat, Dave selalu ada untuk Putri sejak kecil. Jika saja Dave datang ke negera ini lebih awal. Dave sudah menikah dengannya! Semua ini gara-gara Mama dan Papa memisahkan Dave dengan Putri... semua gara-gara kalian hiks." Jawab Dave yang mulai gejolak emosi Dave tidak terkontrol.


Dave marah karena di pisahkan dengan Putri gadis kecil yang dia sayangi. Sedih karena yang memisahkan adalah kedua orang tuanya.


Lila segera berlari memeluk putranya, saat ini emosi Dave kembali tidak stabil.


"Nak, tenanglah. Semua ini sudah garis takdir. Putri dan kamu memang tidak berjodoh." Ucao Lila dengan lembut, tangannya terulur mengelus punggung anaknya.


Dave melepaskan pelukannya, "Tidak mah, hanya Dave yang pantas menjadi suami Putri. Jika Dave tidak bisa mendapatkan Putri maka Sky juga tidak akan bisa bersamanya." Ucao Dave dengan menatap tajam kearah Mamanya dan berlalu pergi keluar rumah.


Tubuh Lila merosot ke lantai, Rudi segera memeluk dan mengecup pucuk kepala istrinya.


...**...


Promosi novel.


Lagi nih, novel tentang CEO.


Eits, bukan CEO yang mengejar-ngejar perempuannya.


Tetapi, perempuannya secara gamblang menyatakan cinta kepada seorang CEO.


Penarasan dengan cerita mereka, cus kepoin novel teman autor di bawah ini.