Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Edisi Bintang dan Jackson : Membangunkan Singa Betina


Happy Reading 🌹🌹


"Bagaimana?" Tanya Dokter Isam yang sudah masuk dengan satu bungkus seblak di tangannya.


Celine hanya diam tidak menjawab, Dokter Isam duduk di hadapan Celine dengan menyiapkan seblak cakar tersebut di piring.


"Makanlah." Dokter Isam. menaruh piring berisi seblak di hadapan Celine.


Celine masih bergeming, dia hanya menatap kosong kearah seblak. Ya nafsu makan Celine tiba-tiba hilang dan digantikan dengan rasa lidah yang pahit.


Pahit bukan karena sakit, tetapi karena berfikir bagaimana cara menyampaikan berita bahagia ini kepada suaminya.


"Apa yang sedang kamu fikirkan?" Dokter Isam kembali melemparkan pertanyaan.


"Aku hamil." Lirih Celine yang hampir tidak terdengar.


Dokter Isam bangun dari duduknya dan menghampiri Celine, tangan Celine yang berada di bawah meja memegang benda panjang.


"Kamu hamil? Selamat Celine, kamu akan menjadi seorang Ibu." Ucap Dokter Isam beberapa saat kemudian.


Air mata Celine kembali luruh, tenggorokannya terasa tercekat. Celine menutup wajah dengan kedua tangannya dan menangis tergugu.


Dokter Isam yang masih berdiri di samping Celine menarik wanita rapuh itu agar bersandar pada dirinya. Celine memeluk perut Dokter Isam dan menangis kencang, Dokter Isam tidak merasa terganggu dengan suara Celine tetapi di telinga Dokter Isam bagaikan sayatan sembilu yang menghujam jantungnya.


Sedangkan Rex yang masih bersama Jackson mendapatkan beberapa foto dari pengawal bayangannya dengan perasaan marah.


Terlihat Celine begitu dekat dengan Dokter Isam, bahkan pria itu sering keluar masuk di ruangan kerja Celine tanpa beban.


Brak


Suara HP melayang di tembok dan hancur berserakan, pandangan Rex masih tajam menatap tembok tersebut dengan rahang mengetat dan tangan terkepal.


"Ingat Rex, kalian sedang di permainkan." Ucap Jackson mengingatkan asisten sekaligus sahabatnya.


Rex menyingkirkan semua benda yang ada di meja dan berteriak, nafas Rex memburu.


"Mari kita selesaikan." Ucap Rex yang kemudian berlalu dari hadapan Jackson.


Jackson menatap kepergian Rex dan kemudian menyuruh salah satu anak buahnya untuk mengawasi Celine meskipun ke lubang semut.


Sepertinya Jackson dan Rex melewatkan sesuatu, tetapi apa? Masalah ini semakin runyam jika sudah menyangkut wanita mereka.


**


"Honey kapan pulang?" Tanya Bintang di sebrang telfon.


"Mungkin malam Honey, apa kamu dan baby merindukanku?" Tanya Jackson dengan tersenyum lebar.


"Tidak, kami akan pergi ke Rumah Sakit untuk suntik vitamin pada Louis dan Mikayla." Jawab Bintang jujur.


Ya, akhirnya baby twins Jackson dan Bintang memiliki nama. Pemberian dari para readers. Nama yang indah, terima kasih 😘💕


"Hem... aku tidak bisa menemani kalian Honey, kalian akan di antarkan oleh para penjaga. Jangan pernah hilang dari hadapan mereka Honey." Perintah Jackson pada istrinya.


"Baiklah, I love you." Ucap Bintang kepada Jackson.


Jackson bahagia dan membalas ucapan cinta dari istrinya, segera Jackson menyusun rencana untuk menangkap Dark.


Kini Bintang dan kedua bayinya masuk kedalam. mobil dan di susul kedua baby sister yang selalu membantu Bintang.


Mobil Bintang berjalan dengan iring-iringan dari para pengawal suaminya, Bintang tidak pernah menolaknya karena dia sudah pernah merasakan dalam posisi bahaya.


"Nyonya kita sudah sampai." Jawab sopir pribadi.


"Terima kasih," Ucap Bintang yang kemudian turun dan mendorong stroler baby twins.


Kedua baby sister membawa tas yang berisi perlengkapan kedua bayi tersebut sedangkan beberapa pria berbadan kekar mengikuti langkah ketiganya.


Bintang langsung masuk kedalamnruangan dokter anak, yang sebelumnya Bintang sudah melakukan janji temu untuk memberikan vitamin kepada bayi kembarnya.


"Selamat sore Nyonya." Ucap dokter menyambut kedatangan Bintang dan orang-orangnya ramah.


"Sore dokter." Jawab Bintang tersenyum.


Perawat mengambil kedua bayi kembar untuk di tidurkan di atas kasur empuk yang selalu berada di dalam ruangan tersebut.


Dokter wanita itu menyuntikkan vitamin kepada masing-masing anak Bintang, "Wah Mikayla semakin sehat Nyonya." Ucap Dokter dengan menimangnya karena menangis setelah di suntik.


Sedangkan Bintang menenangkan Louis "Iya dokter, apakah Mikayla sudah bisa menaiki pesawat?" Tanya Bintang.


"Iya dok, kami berencana akan mengunjungi orangtuaku di negeri sebrang." Jawab Bintang dengan tersenyum.


Kini Bintang berjalan keluar setelah selesai memberikan vitamin kepada bayi kembarnya, "Bukankah itu Celine?" Ucap Bintang pelan.


Celine dan Rex langsung menengok Bintang setelah Rex selesai merawatnya tempo hari. Disana Celine dan Bintang akhirnya berteman bahkan beberapa kali mereka saling bertukar pesan singkat melalui hp.


"Celine!!" Seru Bintang yang melambaikan tangan.


Celine yang merasa namanya di panggil menoleh ke arah sumber suara, terlihat Bintang berjalan menghampiri ndirinya dengan mendorong stroler.


"Hay, Bintang." Sapa Celine memeluk istri dari sahabatnya.


"Bagaimana kabarmu Celine, kenapa tidak pernah menghubungiku." Cecar Bintang pada wanita cantik di depannya.


"Aku sedang sibuk saja, ayo kita minum kopi." Ajak Celine kepada Bintang.


Kini Celine dan Bintang tengah duduk berdua di meja yang berada paling pojok, sedangkan baby twins tengah bersama babysitter mereka di meja yang tidak jauh dari kedua wanita tersebut.


"Apa kamu habis menangis?" Tanya Bintang gamblang.


"Eh, tidak." Jawab Celine berbohong.


Bintang menyipitkan kedua matanya, terlihat wajah yang satu, kantung mata dan mata yang bengkak. Bahkan jejak air matanya yang sudah mengering masih terlihat jelas di sudut mata Celine.


"Cerita saja Celine, ada apa. Jangan memendamnya sendiri." Bujuk Bintang yang menggenggam erat tangan Celine.


Celine tertunduk dengan menggigit bibirnya agar tangisnya tidak pecah. Hati Celine tidak sekuat baru karang, Bintang yang melihat pundak Celine bergetar segera berpindah posisi duduknya dan memeluk wanita sahabat suaminya dari samping.


Celine masih berada pada posisinya, "Keluarkan semuanya Celine, setelah itu berjanjilah jangan menangis lagi." Ucap Bintang pelan.


Dengan terbata dan terisak bahkan ucapan Celine terkadang tidak jelas, Bintang mendengarkan cerita Celine dengan seksama dan penuh konsentrasi.


"Aku harus bagaimana Bintang, aku tidak kuat jika hubunganku dengan Rex terus seperi ini." Ucap Celine di akhir ceritanya.


Belum Bintang menjawab, HP Celine berbunyi menandakan pesan masuk.


Terlihat Rex tengah bersama wanita yang sama duduk di salah satu restoran, Rex bahkan terlihat tertawa di foto itu. Seperti pasangan yang sedang kasmaran di mata Celine.


Bintang mengambil HP dari tangan Celine karena hanya melihat wanita itu diam terpaku.


Celine segera berdiri dan mengambil hpnya, Bintang yang melihat kepergian Celine segera menyuruh babysitter kembali ke mansion terlebih dahulu dengan pengawalan ketat. Sedangkan Bintang berlari menyusul Celine yang sudah keluar dari Rumah Sakit menuju parkiran.


"Cel... Celine, tolong tetap waras." Ucap Bintang yang berpegangan erat karena Celine mengebut.


Celine tidak menggubris ucapan Bintang, di hatinya hanya ada amarah yang sudah siap meledak saat ini juga.


Disaat hubungan mereka sedingin kutub utara, tetapi suaminya tengah asik tertawa dengan wanita lain.


Ya, didalam pesan tadi terdapat alamat cafe yang tengah Rex dan Mawar sambangi dibuhi kata-kata yang menyulut emosi istri sah.


Sedangkan Rex menyetujui menemui Mawar karena akan mengikuti permainan Dark untuknya.


"Terima kasih Rex sudah mau memenuhi undanganku." Ucap Mawar dengan malu-malu.


"Hem" Jawab Rex seakan ingin muntah.


Bagaimana tidak mau muntah, wanita di depannya memakai baju yang membuat setiap lemaknya terlihat jelas. Bahkan kedua buah dadanya seakan tumpah karena wadahnya tidak muat. Belum lagi, dandanan yang menurut Rex sangat kampungan.


"Ah, kamu mau makan apa? Akun yang akan teraktir hari ini." Tanya Mawar dengan senyum terbaiknya.


"Kopi saja," Jawab Rex cuek.


Rex dan Mawar berbincang, bahkan Rex harus memaksakan bibirnya tertawa karena Mawar tengah bercerita yang lucu menurut wanita itu.


Dari kejauhan ada paparazi anak buah Dark dan mengirimkannya kepada Mawar hasil foto-foto saat itu juga.


"Kenapa kamu sibuk dengan HP mu" Ucap Rex datar.


"Maaf Rex, tadi aku membalas pesan dari Ayahku." Jawab Mawar bohong.


Mawar terus bercerita bahkan Rex tidak memperdulikannya, dari kejauhan terlihat mobil putih yang sangat dia kenal.


Rex menyunggingkan senyum tipis dengan meminum kopi miliknya, terlihat wanita yang begitu dia rindukan sekaligus membuat emosinya jungkir balik beberapa hari ini.


Terlihat juga Bintang yang menyusul Celine dengan berlari kecil, "show tome." Gumam Rex.