
Happy Reading 🌹🌹
Putri mencoba memejamkan matanya selama perjalanan pulang ke kota, dia menepis semua prasangka buruk yang ada di dalam hatinya.
Sedangkan Sky hanya menatap wajah istrinya dalam diam, di dalam hatinya Sky menyesal karena melupakan resepsi pernikahannya. Seharusnua dengan cepat dia menyelenggarakan resepsi pernikahan mereka.
Bintang yang melihat Mamanya tengah mencari satu gaun pengantin mendekatinya, "Mah Bintang sudah memiliki gaun pengantin." Ucap Bintang pelan.
"Mama tahu sayang, bantu Mama untuk memilihkan gaun pernikahan juga untuk Putri. Kamu tahukan jika saudaramu belum melakukan resepsi pernikahan, Maman tidak ingin membedakan kalian sayang, tidak apa bukan jika resepsi nanti kalian berdua bersanding?" Ucap Bulan panjang lebar.
Bintang tersenyum dan mengangguk, "Tentu saja tidak apa Mah, Bintang justru senang. Kalau begitu ayo kita cari mah jangan yang sexy." Ucap Bintang dengan tangannya yang sudah sibuk mencari gaun.
"Kenapa Nak?" Tanya Ambar yang baru saja sampai butik.
"Eh Tante, Tante tau sendiri posesifnya Kak Sky bukan." Jawab Bintang dengan memutar bolanya malas.
"Ya kamu benar sayang, maka dari itu. Bantu Tante memilihkan gaun yang sexy untuk calon Mama muda." Jawab Ambar dengan kekehannya.
"Oh ya ampun!" Keluh Bintang dengan penepuk jidatnya.
Dengan semangat Bulan dan Ambar memilih gaun untuk Putri dan juga jas untuk Sky, karena ini adalah kejutan untuk Putri sehingga harus benar-benar special.
Sedangkan Jackson terlihat tengah serius mengobrol dengan seseorang di telfon, terlihat guratan amarah di wajahnya.
"Bagaimana bisa!" Seru Jack dengan tertahan.
"Maaf Jack, aku kecolongan karena terlalu mengandalkan orang-orang perusahaan kita." Jawab Rex penuh sesal.
"Sudah lupakan Rex, apa kamu sudah mengetahui keberadaannya?" Tanya Jackson dengan memijit pelipisnya.
"Belum Rex, kita hanya mendapat identitasnya saja. Untuk saat ini anggota mereka belum ada yang berbuat onar." Jelas Rex di sebrang telfon.
Sejenak keduanya diam, anggota Dark adalah mafia yang melakukan transaksi penjualan organ dalam manusia hingga narkotika.
Jika saat itu Jackson tidak merebut pelanggan yang meminta menjebak Bintang, jika saja Jackson tidak merebut joob itu hanya ada dua kemungkinan antara Bintang hidup dan mati.
"Segera bereskan semuanya Rex, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Bintang. Setelah acara pernikahanku aku akan segera kembali bersama istri dan anakku." Jelas Jackson tegas.
"Baik." Jawab Rex yang kemudian mematikan sambungan telfon mereka.
Jackson memasukkan HP kedalam saku celananya, dia menatap lurus ke arah depan. Apakah pernikahan mereka harus di teruskan, ini adalah tujuan Jackson kembali datang ke negara ini untuk mengatakan Bintang menjadi istrinya.
Di hati kecil Jackson merasa takut jika sampai tidak bisa melindungi Bintang dan juga anak mereka. Tetapi Jackson juga tidak ingin membuat Bintang berjuang sendiri.
Bintang yang melihat Jackson hanya menatap ke arah luar, dengan langkah pelan dia mendekatinya.
"Ada apa?" Tanya Bintang lembut.
Jackson segera kembali di alam sadarnya dan melihat calon istrinya sudah berdiri di samping dengan membawa sebuah gaun di tangannya.
"Tidak ada apa-apa Honey, kamu belum memutuskan gaun pernikahan kita?" Jackson menjawab sekaligus bertanya untuk mengalihkan topik.
"Sudah, ini adalah gaun milik Putri. Cantik bukan. Jawab Bintang yang menunjukkan gaun sexy tersebut.
Jackson tersedak ludahnya sendiri, terlihat gaun dengan bagian dada rendah dan juga bagian punggung yang terekspos nyata.
Kini pikiran nakal Jackson berkeliaran dan membayangkan jika Bintang yang mengenakan gaun itu. Tidak! Bahkan Jackson tidak sabar Bintang menggunakan kain tipis seperti jaring tahu.
" Apa tidak terlalu sexy Honey? Sepertinya kamu akan tersaingi." Seloroh Jackson dengan kekehannya.
"TIDAK! Hanya aku yang boleh memandang tubuh indahmu Honey, jika kamu tetap memakainya akan aku bakar seluruh gaun sexy di negara ini." Jawab Jackson dengan tatapan tajamnya.
Bintang hanya tergelak, baru begitu saja sudah posesif. Bintang tidak dapat membayangkan reaksi Sky besok pasti akan ada drama yang menarik.
"Ingat, aku baru hamil. Aku tidak yakin kita dapat melakukan malam pertama kita." Kata Bintang dengan mengerlingkan sebelah matanya.
Oh si*al, kenapa dia imut sekali. Aku ingin mengungkungnya di bawahku dan mengeluarkan suara ero*tisnya.
"Kita serahkan kepada anak-anak kita dan dokter Nona," Jawab Jackson yang menggigit bibir bawahnya menggoda.
Bintang menepuk lengan calon suaminya kesal, ini semua karna hormon kehamilan dan juga keinginan baby twins. Bintang menjadi ingin liar di suatu ruangan bersama Jackson.
Dengan wajah di tekuk, Bintang meninggalkan Jackson seorang diri untuk menghampiri Tante Ambar dan juga Mamanya.
Sedangkan Jackson menatap kepergian Bintang dengan tersenyum, "Aku akan menjaga kalian dan tidak akan aku biarkan seseorang menyakiti kalian seujung rambutpun." Ucap Jackson didalam hati.
...**...
Sedangkan kini Putri dan Sky sudah sampai di mansion Wiratama, segera Sky mengajak istrinya untuk istirahat di kamar yang selalu mereka gunakan ketika menginap di sini.
Terlihat Putri sudah selesai mandi, terlihat Putri tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang ada di tangannya.
"Mas, segera mandi." Ucap Putri lembut kepada Sky.
Sky segera beranjak dari duduknya dan berjalan melewati Putri begitu saja tanpa berkata sepatah katapun.
Putri merasakan dejavu, ini seperti kejadian yang sudah berlalu. Tapi kenapa sekarang suaminya kembali menjadi dingin terhadap dirinya.
Seperti biasa, Putri menyiapkan pakaian Sky yang diletakkan di atas kasur mereka.
Sedangkan Sky yang sudah masuk di dalam kamar mandi menjadi cemas, dia mencoba menempelkan daun telinganya di pintu kamar mandi.
"Apakah dia menangis, oh Sky! Kamu akan di gantung hidup-hidup jika sampai membuat istrimu menangis." Gumamnya lirih.
"Apa aku batalkan saja drama ini, tetapi aku ingin dia juga merasakan jika tidak enak di diankan seseorang yang kita cintai. Arghhh... sudahlah aku akan mandi." Putus Sky yang menyirami kepalanya dengan air dingin.
Putri duduk di kursi meja riasnya, dia terus berfikir apa kesalahannya. Hingga sosok Sky sudah keluar dari kamar dan segera berganti pakaian.
Putri sedikit lega karena Sky masih ingin menggunakan baju yang sudah dia siapkan tidak mengambil baju sendiri.
Putri hanya dapat melihat aktivitas Sky lewat pantulan cermin di meja riasnya. Terlihat wajah Sky nampak datar tanpa emosi bahkan Sky sudah membaringkan tubuhnya di atas kasur tanpa mengajak dirinya.
Putri menunduk sesaat bahkan butiran kristan sudah jatuh dari mata indahnya. Sky yang melihat punggung istrinya sedikit bergetar mencoba menahan dirinya agar tidak mendekat.
Sky tetap menjalankan misi drama diamnya untuk memberikan kejutan esok hari kepada Putri, dalam hati paling dalam Sky ingin mencumbu istrinya seperti malam-malam panas mereka.
"Tahan Sky, malam pertama sudah menantimu." Ucap Sky untuk menyemangati dirinya sendiri.
...**...
MAS SKY MALAM PERTAMA MULU PERASAAN UDAH MALAM KE SERIBU.
JANGAN LUPA MAMPIR KISAH ABIYEKSA DAN ANINDI.