
...Hallo,...
...Autor sebelumnya minta maaf, selama satu minggu hari lebaran hanya dapat up satu bab setiap harinya, tetapi jika ada waktu luang akan autor usahakan up bab seperti biasanya....
Happy Reading 🌹🌹
Di sebuah cafe tengah kota, telah duduk Bulan dan juga Rex tidak lupa pelaku utama Jackson.
Bulan menatap keduanya secara bergantian, setelah semalam Bulan membujuk suaminya tetapi tidak berhasil.
Langsung Bulan teringat dirinya memiliki nomor Rex, Bulan mengajak Rex untuk bertemu di hari esok.
Jackson yang merasa dirinya di tatap tajam hanya menundukkan kepala, padahal tatapan Bulan hanya biasa saja. Mungkin karena dirinya merasa pelaku utama sehingga nyalinya menciut di hadapan calon mertua yang selama ini dia sombongkan di depan Rex.
Bulan meletakkan cangkir tehnya dengan anggun, "Sudah berapa hari Anda di negara ini?" Tanya Bulan lembut.
"Tiga hari ini Nyonya," Jawab Rex sopan.
"Aku bertanya kepada atasanmu Tuan Rex." Jawab Bulan sembari tersenyum.
Rex yang melihat bosnya segera menyenggol lengan Jackson, "Jika kamu takut menghadapi Ibunya bagaimana dengan Ayahnya. Kau pasti hanya tinggal nama." Bisik Rex ditelinga Jackson.
Jackson yang mendengar ucapan Rex menelan ludahnya susah payah, tidak mungkin dia ketua mafia takut dengan warga sipil apalagi Jackson belum bertemu dengan baby twinsnya.
Jackson menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan, dia mengangkat kepalanya dan menegakkan duduknya layaknya dia selalu berhadapan dengan clien-clientnya.
"Maafkan saya Nyonya, saya secara sengaja dan sadar merusak putri Anda. Saya ingin bertanggung jawab dengan semua perbuatan saya." Ucap Jackson dengan jelas dan lugas.
Bulan hanya memandang wajah pria tampan itu dengan berkedip perlahan, sedetik kemudian Bulan tekekeh.
"Tidak perlu tegang Tuan, aku sudah memaafkanmu. Terima kasih sudah mengirimkan bunga setiap hari untuk anakku." Jawab Bulan pada Jackson.
Jackson dan Rex terpaku, bagaimana bisa mata-mata utusannya ketahuan oleh mereka.
"Ba... bagaimana Nyonya tau." Jawab Jackson terbata.
"Easy," Jawab Bulan singkat.
"Baiklah aku akan langsung pada intinya, meminta maaflah dengan benar di hadapan suami dan anakku. Nikahi Bintang secara sah agama dan negara jangan sakiti anakku lagi, jika sampai aku melihatmu membuat Bintang menangis. Maka, aku sendiri yang akan mengubahmu hidup-hidup." Jawab Bulan tegas.
Jackson masih terpaku, apakah dirinya direstui oleh Ibu dari Bintang.
"Apakah Nyonya memaafkanku dan merestui hubungan kami?" Tanya Jackson memastikan
"Apa kalian memiliki hubungan? Bukankah sudah berakhir setelah kamu pergi meninggalkan Bintang?" Jawab Bulan.
Jackson merasa dibuat skak mat oleh wanita paruh baya yang di depannya saat ini.
"Lalu dengan cara apa aku harus meminta maaf kepada Bintang dan juga suami Anda?" Tanya Jackson.
"Coba fikirkan sendiri, Anda yang berbuat ulah... Anda juga yang harus mencari jalan keluarnya." Jawab Bulan enteng.
Bulan yang melihat Jackson tengah berfikir hanya menghela nafasnya panjang, "Sekarang temui Bintang, dia tengah berbelanja dengan Putri dan juga Sky di mall." Ucap Bulan memberikan bocoran informasi.
Jackson yang mendengarnya tersenyum cerah, segera dia menganggukkan kepala dan berdiri untuk segera berangkat ke mall.
"Eih... apa bosmu tahu di mall mana?" Tanya Bulan pada Rex yang masih duduk.
"Tidak Nyonya, bahkan kunci mobil masih di tangan saya." Jawab Rex dengan memperlihatkan kunci mobil kepada Bulan.
Bulan tergelak melihat kekonyolan Jackson, "Sepertinya orang jatuh cinta membuat bodoh Tuan," Jawab Bulan dengan menggelengkan kepalanya.
"Benar Nyonya, panggil saja saya Rex." Ucapnya sopan.
"Baiklah Rex, sepertinya bosmu akan kembali masuk ke cafe." Jawab Bulan yang melihat Jackson tergopoh-gopoh kembali masuk ke cafe.
"Iya Nyonya, begitulah atasan saya selalu bertindak bodoh." Jawab Rex membenarkan.
...**...
Malam sebelum pertemuan.
"Rex, katakan sebenarnya." Tuntut Jackson.
"Mamanya Bintang meminta nomorku, karena dia sudah curiga dengan gerak-gerikku yang tidak sengaja menabrak Bintang." Jelas Rex pada Jackson sembari meminum soda.
Belum Jackson membuka suara, HP Rex berdering terlihat nomor Bulan yang tertera di layar benda tipis itu.
"Lihat, calon mertuamu menghubungiku. Mungkinkah dia menginginkan aku menjadi menantunya?" Goda Rex pada sahabatnya.
Jackson mendelik tajam, "Cepat angkat dan loudspeaker." Ucap Jack pada Rex
Segera Rex melakukan apa yang di inginkan oleh Jack.
"Hallo, selamat malam Nyonya."
"Selamat malam Tuan Rex, apakah ada waktu sebentar."
"Ya Nyonya, ada apa?"
"Aku ingin bertemu denganmu besok di cafe X jam sepuluh siang, apakah bisa?"
Rex dan Jackson saling berpandangan, terlihat Jackson menganggukkan kepalanya.
"Baik Nyonya,"
"Ajak rekanmu juga, baiklah aku tutup."
...**...
Di pusat perbelanjaan terbesar di kota tersebut, tengah sibuk kedua calon Mama muda memilih dan memilah barang-barang imut tersebut.
"Sayang, jangan membeli banyak-banyak. Masih lama jagoanku akan keluar." Keluh Sky yang melihat keranjang belanjaannya penuh.
"Mas, ini bukan untuk anak kita. Tapi keponakan kita." Jawab Putri yang menoleh ke arah suaminya.
"Bintang, bukankah kemarin kamu sudah belanja dengan Mama. Apalagi yang ingin kamu beli." Ucap Sky yang sudah lelah mengikuti langkah bumil tersebut.
"Aku hanya ingin belanja saja, karena barang-barang ini lucu. Rasanya ingin memborong satu tokonya." Ucap Bintang gemas.
Pembicaraan ketiga orang tersebut terdengar oleh Jackson dan Rex, tanpa berfikir panjang Jackson menghampiri pelayan untuk bertemu dengan pemilik toko.
Jackson langsung memborong seluruh isi toko dan dintujukan ke alamat Bintang, bahkan kini Bintang di buat kesal karena barang pilihannya juga Putri tidak bisa di beli.
"Kenapa tidak boleh, kami sudah memilihnya lebih dahulu!" Kekeh Bintang pada kasir.
"Maaf Nyonya, ada seseorang yang memborong seluruh isi toko termasuk yang di dalam keranjang milik Anda." Jawab kasir sopan.
"Apa! Dasar gila, cepat katakan siapa yang memborongnya. Aka aku pecahkan kepalanya." Bintang terlihat sangat kesal dengan kekonyolan orang tersebut.
Jackson yang melihat Bintang marah-marah hanya terkekeh geli, "Lihat Rex, dia sangat imut." Ucap Jackson.
"Jack sudah saatnya bertemu dengan Bintang." Ucap Rex pada Jackson.
Telihat gadis muda dengan perut besar tengah berjalan susah payah untuk bertemu dengan pemborong toko tersebut, setiap langkahnya hanya sumpah serapah yang keluar dari mulutnya.
Sedangkan Sky menahan Putri di sebuah restoran, Sky yang mendapatkan pesan singkat dari Mama mertuanya paham situasi tersebut.
Dengan kasar Bintang membuka ruangan manager toko tersebut, "Ya! Mana orang gila yang memborong belanjaanku!" Seru Bintang kepada kepala manager yang berdiri tegap.
Kepala manager tersebut hanya menunduk dan berlaku dari ruangannya.
"Kenapa kau lari hey! Aku belum selesai bicara!" Teriak Bintang pada kepala manager toko itu.
"Kenapa teriak-teriak Baby.?
Deg
Jantung Bintang merasa berdenyut nyeri mendengar suara yang sangat dia kenal tersebut.
...**...