
"Cihhh,,,, omong kosong dengan cinta yang kamu katakan itu aku bahkan sudah sejak lama tidak mencintai kamu aku bertahan dengan pernikahan busuk ini hanya untuk melindungi perasaan Alice" jawab Melodi dengan tegas.
"Apa ? aku benar-benar tidak menyangka kamu mengatakan ini sama aku Mah, coba, coba kamu pikirkan lagi nasib Alice kalau sampai kita bercerai Alice pasti yang paling menderita" Dokter Alex mencoba membujuk Melodi.
"Tapi Alice akan lebih menderita lagi kalau tau betapa be* jad Papahnya yang selama ini Alice banggakan itu semua tidak lebih hanya sekedar topeng untuk menutupi perselingkuhan kamu" Melodi membentak Dokter Alex.
"Cukup Mah berhenti memfitnah aku kalau sampai Alice dengar dia akan marah nanti sama kamu" jawab Dokter Alex.
"Fitnah? fitnah kamu bilang?" Melodi segera memutar video Dokter Alex yang tengah berci* n ta dengan gadis belia dari handphonenya.
Terdengar suara-suara erangan dari video itu .
"Itu,, darimana kamu dapatkan video itu?" Dokter Alex mulai panik.
"Engga usah panik ini hanya salah satu dari gadis belia yang sudah kamu tiduri kan selama ini? dasar fe* do *fil bahkan gadis yang ada dalam video ini seumuran dengan anak kamu sendiri, kamu menjijikkan Lex" ucap Melodi.
Dokter Alex akhirnya tidak bisa lagi membantah perselingkuhannya.
"Mah maafkan aku tapi aku benar-benar terpaksa seperti itu Mah, aku khilaf kamu selalu menolak ku sejak dulu dan aku butuh hanya sekedar pelam* piasan itu hanya iseng saja tolong berikan aku kesempatan sekali lagi Mah" Dokter Alex memasang wajah melas.
"Khilaf kamu bilang? kamu engga waras Lex" jawab Melodi.
"Jadi bagaimana ini Bu Mel?" pengacara kembali memastikan.
"Gimana apanya Pak? tentu saja segera masukan gugatan saya besok pagi dan sertakan bukti video perselingkuhan suami saya agar tidak perlu ada proses mediasi segala macamnya saya ingin secepatnya ketuk palu" jawab Melodi.
Pengacara pun pamit untuk pulang dari rumah Melodi sedangkan Dokter Alex masih terus merengek meminta Melodi membatalkan gugatannya.
"Mah kamu benar-benar wanita egois kamu tidak memikirkan psikis anak kita kedepannya seperti apa" ucap Dokter Alex.
Tak lama Alice muncul dihadapan Dokter Alex dan Melodi.
"Cukup Pah jangan lagu berlindung dibalik perasaan aku, Alice kecewa sama Papah Alice nyesel pernah menganggap Papah laki-laki terbaik yang selalu menyayangi Alice dan Mamah semua itu salah Alice benci Papah dan Alice juga benci Mamah kenapa Mamah menyakiti perasaan Mamah sendiri selama ini hanya untuk memberikan keutuhan palsu dalam rumah ini untuk Alice? kalian jahat" Alice menangis dan keluar dari rumah.
"Alice,,,, Alice tunggu nak" Melodi dan Dokter Alex mengejar Alice.
Alice yang sudah kesal dengan kedua orang tuanya itu langsung pergi membawa mobil milik Dokter Alex untuk menenangkan pikirannya.
Melodi langsung pergi ke rumah Meira untuk meminta tolong pada Abian agar mengejar Alice.
"Mei,,,, Meira" Melodi memanggil-manggil dari depan rumah Meira.
Tak lama Meira keluar rumah dan melihat kepanikan dari wajah Melodi.
"Ada apa Mel?" tanya Meira.
"Alice Mei,, Alice kabur dari rumah bawa mobil dia kan bel lancar benar bawa mobil itu" Melodi menjelaskan sambil terisak tangis.
"Ya ampun kok bisa si Mel, bentar aku panggil Bian dulu ya! Bian nak Bian..." Meira memanggil Abian.
Abian Yang baru selesai mandi langsung menghampiri Meira.
"Ya Ma" Abian melihat Meira dan Melodi panik.
"Nak kamu cepat susul Alice dia kabur dari rumah bawa mobil Papahnya Alice belum lancar menggunakan mobil Mama dan Tante Melodi takut Alice kenapa-kenapa" Meira menjelaskan pada Abian.
Abian tancap gas dengan ngebut ciri khas dari motor sport knalpot yang bising semakin kencang Abian membawa motornya semakin bunyi knalpotnya makin nyaring, Abian sangat panik bila sampai terjadi sesuatu pada Alice.
Melodi duduk di ruang tamu rumah Meira dan tertunduk lesu.
"Mei apa keputusan aku salah Mei? Alice sepertinya sangat kecewa dan tidak bisa menerima kenyataan ini dia anak yang lemah Mei aku tau saat ini Alice benar-benar sedih" Melodi menangis khawatir pada anaknya.
"Sabar ya Mel awalnya memang sulit tapi aku percaya ini keputusan terbaik kamu demi kamu Dan juga Alice, ini sudah benar hanya butuh waktu untuk Alice menerima semuanya kamu yang sabar ya" Meira memeluk Melodi.
Sementara Dokter Alex terlihat biasa-biasa saja sebenarnya hendak bercerai dengan Melodi karena Dokter Alex pun sudah tidak tertarik lagi dengan Melodi sejak lama, dia bahkan sudah kecanduan dengan daun muda yang bisa dikencaninya setiap waktu.
"Yasudahlah biarkan saja Melodi dan aku bercerai, lagi pula aku sudah tidak berselera lagi dengannya sejak dulu hanya demi Alice saja aku rela menghabiskan waktu aku dengan wanita tua itu padahal aku bisa mendapatkan wanita muda yang lebih layak untuk menjadi Ibu baru bagi Alice" ucap Dokter Alex yang kini pasrah menerima gugatan cerai dari Melodi.
Sementara itu dijalanan motor sport Abian memepet mobil yang dibawa Alice, Abian berteriak-riak agar Alice mau minggir dan menghentikan laju mobilnya namun Alice enggan menggubris Abian tiba-tiba motor Abian kehilangan keseimbangan dan terjatuh di aspal.
Alice yang melihat Abian terjatuh dari motornya segera menghentikan mobilnya dan keluar dari mobil berlari menghampiri Abian yang masih tiduran di aspal.
"Abian,,, kamu engga apa-apa kan?" Alice membuka helmet Abian menutup kedua matanya.
"Ya ampun Bian gimana nih? apa mungkin Abian sudah me,,,, Abian bangun jangan tinggalin aku kalau kamu mati aku nikah sama siapa" Alice memeluk kepala Abian.
"Aa kenapa suara tangisan kamu jelek sekali si" celetuk Abian yang membuka matanya.
"Ih kamu pura-pura mati?" Alice sedikit kesal.
"Sudahlah tidak usah banyak bicara" Abian berjalan menuju mobil Alice dan memarkirkan mobilnya dipinggir jalan lalu mengantongi kunci mobilnya.
"Heh kembalikan kunci mobil aku Bian" Alice mencari-cari kunci mobilnya.
"Kamu mau menunggu di mobil yang terkunci ini atau ikut bersama aku naik motor ini" tanya Abian.
"Aku engga mau pulang ke rumah, kamu engga tau kan apa yang aku alami saat ini kamu engga akan ngerti apa yang aku rasain karena kamu punya orang tua yang saling mencintai" Alice menangis tersedu-sedu.
"Aku tidak bilang kita akan pulang ke rumah, cepatlah naik disini terlalu gelap" ucap Abian.
Alice pun menurut dan naik ke motor Abian tanpa berpegangan pada Abian lalu Abian mengarahkan kedua tangan Alice memeluk pinggangnya membuat jantung Abian dan Alice saat ini berdetak tak karuan.
"Tetaplah berpegangan padaku kalau tidak ingin jatuh" ucap Abian.
"Aku kira menyuruhku memeluk karena memang kamu ingin aku peluk taunya hanya agar aku tidak terjatuh" celetuk Alice.
Abian tidak menggubris ocehan Alice dia mulai menjalankan motornya untuk beberapa saat Alice tersenyum memeluk Abian tapi tiba-tiba Abian berhenti di pinggir jalan dan melepaskan pelukan tangan Alice lalu membuka jaket miliknya dan memberikannya pada Alice.
"Pakai ini" sinisnya.
"Tidak kamu saja aku tidak mau" jawab Alice.
"Kalau begitu buang saja jaket itu" kesal Abian.
"Ish, iya iya aku pakai jaketnya" Alice segera memakai jaket Abian.
Mereka berdua pun menyusuri jalanan kota kecil ini Alice memeluk erat Abian dengan beratapkan langit berhiaskan bintang-bintang serta dinginnya angin malam yang menyapa keduanya menjadi pelengkap keromantisan antara keduanya.