Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Depresi berat


"Engga,,, engga engga jangan" teriak Dokter Alex.


"Dokter Alex sadarlah Dok bangun" ucap seorang suster yang berusaha membangunkan Dokter Alex yang masih terbaring ditempat tidur pasien.


"Melodi" teriak Dokter Alex.


Dokter Gewa dan Meira yang sedang berada diluar ruangan Dokter Alex pun segera masuk kedalam mengetahui Dokter Alex telah siuman.


"Lex kamu sudah sadar syukurlah" ucap Dokter Gewa.


"Melodi meninggal Ge ini semua salah aku ini semua salah aku" tangis Dokter Alex pecah.


"Apa maksud kamu Lex?" tanya Dokter Gewa yang kebingungan.


"Antar aku ke makam isteri ku Ge aku akan memohon ampun pada Melodi" ucap Dokter Alex.


"Dokter Alex tenang dulu tarik nafas dulu Dok" ucap seorang suster.


"Sebenarnya kenapa Dokter Alex jadi kaya gitu Ge?" tanya Meira.


Dokter rumah sakit pun datang untuk memeriksa keadaan Dokter Alex yang terus menangis histeris, setelah dilakukan pemeriksaan rupanya Dokter Alex mengalami depresi berat pasca kejadian kemarin jadi dirinya berhalusinasi yang tidak-tidak setelah disuntik obat penenang Dokter Alex tertidur kembali.


"Aneh banget Alex Ge, udah yu kita keruangan Melodi aja" ajak Meira.


"Iya sayang ayo" ajak Dokter Gewa.


Melodi dan Dokter Gewa pun menuju keruangan Melodi disana sudah ramai dengan tangisan bayi Adeline, Susan, Neneng saling bergantian menggendong bayi mungil yang cantik itu.


"Aduhh Duhhh duhh cantiknya ini princess aunty" ucap Adeline.


"Mirip pisan siga Neneng ini si cantik teh ya" ucap Neneng.


"Enak aja kamu Neng mirip aku lah mamah nya" jawab Melodi.


"Mel" sapa Meira.


"Mei kamu dari ruangan Alex? gimana dia udah sadar belum?" tanya Melodi.


"Belum Mel malah dia aneh banget tadi sempat sadar tapi si Alex malah minta dibawa ke makam kamu terus nangis histeris gitu" jawab Meira.


"Ih ketularan si sundel itu si Dokter Alex" celetuk Neneng.


"Kata Dokter si dia kayanya depresi berat Mel gara-gara merasa bersalah sama kamu jadi dia halusinasi yang enggak-enggak" ucap Dokter Gewa.


"Udah lah biarin aja dia begitu, dia emang pantas menyesali perbuatannya untung aja kan operasi Caesar aku lancar dan pendarahan aku bisa ditangani dengan cepat kalau engga aku udah beneran mati kali sesuai sama halu nya si Alex itu" celetuk Melodi.


"Terus kamu mau gimana Mel nantinya?" tanya Meira.


"Aku belum tau Mei masih aku pikirkan aku juga ga mungkin membuat anak aku kehilangan sosok ayah nya tapi kesalahan Alex benar-benar fatal" ucap Melodi.


"Oh ya itu teh si sundel bakalan dipenjara berapa tahun nya Neneng jadi penasaran pengen silaturahmi ke hotel prodeo" ucap Neneng.


"Urusan si sundel udah Adel bereskan tenang" ucap Adeline.


Adeline pun tertawa dan enggan memberitahukan apa yang sudah dia siapkan untuk Kimmy.


"Heh maneh ditanya malah cengar cengir ai kamu teh ketularan si Kimmy sama si sundel hugan nya?" tanya Neneng.


"Udah tenang aja Bu Neneng sama Mba Mel nanti kita tunggu pasti berita cepet menyebar kok, pokoknya apa yang dia perbuat ama Mba Mel harus dapet ganjaran yang setimpal" jawab Adeline.


"Kapan kamu udah bisa pulang Mel?" tanya Meira.


"Palingan juga besok udah boleh pulang kok Mei" jawab Melodi


"Terus Alex gimana Mel apa kamu akan menemui dia diruanganya?" tanya Dokter Gewa.


"Engga lah ngapain amat males banget biarin aja dia urus dirinya sendiri mendingan aku nemenin malaikat kecil aku yang lucu ini ya kan Puteri cantik" ucap Melodi sambil mengelus-elus pipi bayi nya.



"Nah iya tuh Mba Mel mending ulah Waka ketemu Dokter Alex dulu biar dia teh nyesel sampe ubun-ubun Tah.


"Duh jodohnya Gewa junior tantik anget ci" ucap Meira yang dibuat gemas oleh bayi Melodi.


Sementara itu didalam sel tahanan Kimmy mulai menerima perlakuan kasarnya dari para senior napi wanita disana.


"Eh anak baru gue pegel nih buru pijitin ga guna banget dari tadi cuma diem doang Lo" teriak napi yang berambut bondol itu.


Kimmy hanya terdiam tanpa mempedulikan omongan dari napi senior itu.


"Eh Lo budek ya? apa kuping Lo udah ketutupan pe* *** laki orang hah?" teriaknya lagi.


"Diam" teriak Kimmy.


Wah berani dia macem-macem hajar, ucap para napi lainnya, napi berambut bondol itu pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Kimmy lalu kepala Kimmy dipegang dan.


Duggggggggggg....


Kepala Kimmy di jedotkan ketembok sel membuat Kimmy melotot dan mendorong lemah napi berambut bondol itu.


Hahahahhahha negdorong apa nyentil tuh lemah amat terbaik napi lainnya.


"Mau lagi Lo gua hajar sombong amat Lo anak baru" ucap napi bondol itu.


Prakkkkkk......


Tamparan mendarat dipipi Kimmy dengan sangat keras membuat Kimmy seketika bangkit dan balas memukul kepala napi bondol itu.


Sialan dasar cewek ja* lang teriak napi bondol itu baku hantam antara Kimmy dan napi itu pun tak terhindarkan lagi tubuh Kimmy di tendang di tampar ditinju bagian hidung nya hingga berdarah.


Tak lama polisi datang untuk melerai keduanya membuat Kimmy yang sudah hamil lumayan besar itu seketika pingsan dan dibawa keklinik dikantor polisi tersebut.


Beruntung meski tangan dan wajahnya penuh memar serta hidungnya berdarah-darah tapi bayi dalam kandungannya tidak apa-apa.