
Susan yang pikirannya sedikit terganggu oleh kata-kata Meira yang sama sekali dia tak mengerti apa maksud Meira berkata demikian, hanya bisa melamun dan menjadi pendiam.
Siang hari kedai bakmi ramai pembeli Sam yang dengan wajah tampan nya sangat cekatan mengantarkan pesanan bakmi kemeja meja pelanggan, disana pelajar SMA dari sekolahan Sam pun hadir untuk menyantap bakmi Meira di jam istirahat ini.
Tak lama masuklah Adeline dan teman-teman gengnya yang kegirangan ketika melihat guru tampan mereka yang cuti hari ini malah ada membantu isterinya melayani pembeli bakmi, Adeline mulai melancarkan aksi genitnya.
"Eh ada Pak Sam, aduh setengah hari ini Adel engga lihat Pak Sam dikelas berasa sesek dada Adel" goda Adeline.
Sam hanya tersenyum tipis digoda oleh Adeline dan tetap fokus meracik bakmi ke mangkuk.
"Eh Adel itu mah dada lu sesek bukan karena ga liat Pak Sam dikelas tapi karena anu lu nih yang makin gede sampe berontak dari dalem seragam" ucap salah satu temen cewek Adel.
Hahahahaha.
Anak-anak sekolah itu tertawa bersama.
Meira yang melihat Adeline menggoda suaminya malah tersenyum geleng-geleng kepala, bagi Meira Adeline, Kimmy, dan pelajar yang lain adalah mood booster nya bukan malah bikin cemburu Meira malahan bikin Meira ikut tertawa oleh tingkah Adeline.
"Kasian tuh Adel kalian ngetawain Adel sampe segitunya" ucap Meira.
"Iya ih sebel awas ya kalian gak gw traktir" ucap Adel.
"Yey iya sorry Del becanda" jawab temennya Adel.
"Mau pesan apa Del?" tanya Sam dengan wajah datarnya.
"OMG, denger suara Pak Sam bicara mau pesen apa Del? dihh bikin anu aja deh" jawab Adel tertawa.
"Hus Adel kamu masih kecil udah mesum aja ish" ucap Meira sembari ikut tertawa melihat tingkah genit Adel.
"Adel pesen bakmi nya 5 ya Ci Mei, sama minum nya es teh manis 5, biasa buat rakyat-rakyat Adel ini" ucap Adel sambil berlalu pergi.
Susan yang sedari tadi masih terdiam tak seceria biasanya hanya bisa menyimak becandaan orang-orang, Susan hanya fokus mengantar kan bakmi ke meja pelanggan tanpa mengobrol sama sekali.
Tak lama Kimmy dan Gio pun masuk ke kedai bakmi untuk makan siang bersama.
"Hai Pak Sam" sapa Kimmy.
"Hai Kim, Gi kalian mau pesan apa?" tanya Sam.
"Wah pasangan fenomenal sekolah SMA sini baru dateng nih abis mojok dulu ya?" canda Meira.
"Ci Mei tau-tauan aja" jawab Gio tersenyum.
"Iya donk kan Kimmy juga ingin seperti Ci Mei dan Pak Sam yang selalu kompak dan romantis" jawab Kimmy.
Mendengar Kimmy beranggapan bahwa rumah tangganya dengan Sam terlihat kompak dan romantis membuat Meira sedikit tersinggung, karena kenyataannya apa yang dilihat orang lain itu tak seperti kenyataan nya.
"San kamu antar ke meja Adeline dulu ya" suruh Meira.
"Iya Ci Mei" jawab Susan singkat.
Meira yang merasa Susan mendadak jadi pendiam merasa sedikit tidak enak, walaupun Meira sangat curiga dengan Susan tapi Meira kan tidak memiliki bukti kuat, rasanya sedikit tidak adil Meira berbicara seperti itu pada Susan tadi.
Setelah Susan selesai mengantarkan bakmi kemeja pelanggan Meira mengajak Susan bicara.
"San saya minta maaf ya kalo perkataan saya barusan menyakiti hati kamu" ucap Meira.
"Susan sama sekali gak sakit hati kok Ci Mei, hanya saja Susan bingung dan tidak mengerti apa maksud dari kata-kata Ci Mei itu?" jawab Susan.
"Baiklah saya akan jujur sama kamu" ucap Meira.
"Sebenarnya sudah hampir 2 tahun ini pernikahan saya dan Sam seperti ada sesuatu yang tidak beres San" ucap Meira.
"Iya Dan apalagi satu bulan belakangan ini, sangat terlihat jelas sekali kalau ada yang tidak beres dengan Sam" jawab Meira.
"Tapi Ci Mei, Pak Sam itu sangat pendiam banget kan Ci Mei lihat sendiri dia digodain Adeline, teh Neneng atau cewek-cewek lain juga ga pernah sedikitpun direspon sama Pak Sam" jawab Susan.
"Tapi insting seorang isteri itu kuat San" ucap Meira.
"Lantas kenapa Ci Mei curiga hanya kepada Susan, apa salah Susan?" tanya Susan.
"Kemarin ketika saya mencari bukti-bukti tentang perselingkuhan Sam, saya menemukan puisi-puisi yang ada tanda Love nya seperti puisi punya kamu San" jawab Meira.
"Astaga Ci Mei, itukan semua anak SMA juga bikin puisi begitu saat SMA karena ada tugasnya, lagian itu saya bikin kan sudah sangat lama pas saya masih sekolah" jawab Susan.
"Entahlah San yang jelas saya juga masih menyelidikinya, tapi saya akuin memang saya ada Kecurigaan sama kamu San" ucap Meira.
"Mei" panggil Sam.
"Iya Sam ada apa?" Meira menghampiri Sam
"Kamu lagi ngobrol apa sama Susan serius banget?" tanya Sam.
"Eng engga kok cuma obrolan cewek aja" jawab Meira gugup.
Tak berselang lama Neneng janda kembang muncul ke kedai bakmi Meira dengan sejuta kehebohan nya.
"Eh eh eh, udah jam berapa ini kalian belum pada balik kesekolah malah nongkrong dikedai Ci Mei, kenapa belum balik kesekolah Adeline?" tanya Neneng dengan Tegas.
"Bu Neng gimana Adeline mau balik kesekolah kalau apa yang Adeline butuhkan ada disini" jawab Adeline dengan so imutnya.
"Memang apa yang kamu butuhkan Adel?" jawab Neneng.
"Ih ya Bu Neng ya sebagai manusia Adel kan butuh Vitamin, Nutrisi, Zat besi, Protein dan lain-lain makanya Adel mau disini aja sampai kedai nya tutup" jawab Adeline.
"Emangnya didalam bakmi itu udah ada semua yang kamu butuhin?" tanya Neneng.
"Ih Bu Neng apaan si emangnya siapa yang bilang kalau Vitamin Adel ada didalam bakmi?" jawab Adeline.
"Ya terus?" tanya Neneng.
"Tuh guru tampan ku, gairahku" jawab Adeline sambil menunjuk kearah Sam.
Wah cocok nih buat judul novel ke-3 aku "Guru tampan ku gairahku" hahhahahah.
Lanjuttt.
Neneng yang melihat Sam sedang berada dimeja kasir seketika yang tadinya galak merubah penampilannya dan juga gayanya menjadi feminim, centil-centil manja gitu deh.
Neneng menghampiri Sam yang tengah duduk anteng menghitung uang dilaci.
"Aduhh ganteng riview gantengnya dong" genit Neneng.
Sam hanya tersenyum tipis.
"Ish tatap mata Neneng dong Pak Sam" pinta Neneng dengan manja.
"Neng, kamu kaya gitu malah bikin Sam takut tau" Meira ikut nimbrung.
"Ish abis gemes deh sama Pak Sam dia itu diem-diem bikin linu" ucap Neneng.
"Ah kamu Neng, berondong-berondong kemaren juga bilangnya gitu" jawab Meira seolah tak masalah suaminya digoda Neneng.