Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Extra Part


Setelah kejadian penolakan lamaran Gio terhadap Alexa itu, Melodi dan Sam secara khusus berbicara tentang masa lalu Gio dan Kimmy ibunya Alexa. Bagaimana dulu Gio tergila-gila dengan Kimmy sampai tindakannya sudah diluar batas dan diluar nalar karena ambisinya memiliki Kimmy.


Dari situ Alexa dan Alice paham sekarang kenapa Gio bisa senekat ini pada Alexa. Ambisinya yang belum tercapai dan Gio melihat Alexa seperti replika Kimmy sehingga bangkitnya kembali ambisi dia yang sempat terkubur.


"Lexa, pokoknya kamu kemana-mana harus sama kakak!" tegas Alice.


"Iya nak, kamu engga boleh pergi kemanapun sendirian, ada Papa, Tante Melodi, dan Alice yang bisa kamu mintai tolong kalau kamu mau pergi ke suatu tempat," kata Sam.


"Iya Kak, Papa juga engga usah terlalu khawatir. Lagipula kita kan sudah menolak lamaran Pak Gio, masa iya dia tetap nekat temuin aku lagi," kata Alexa.


Malam hari pukul 20.00 Alexa, Alice dan Abian tengah berada di resort untuk bekerja, namun karena kerjaan Alexa sudah beres dan dia sedikit bosan melihat Alice dan Abian masih serius memeriksa beberapa laporan keuangan resort dan restoran. Alexa pergi ke parkiran untuk pulang lebih dulu.


Tiba-tiba dari arah belakang seseorang menggunakan sapu tangannya membungkam mulut dan hidung Alexa, hingga akhirnya dia tidak sadarkan diri. Setelah beberapa saat Alexa tersadar dan melihat sekelilingnya, rupanya Alexa diikat dan dibekap mulutnya lalu dibawa dibagasi mobil untuk dibawa ke suatu tempat oleh orang tidak dikenal.


Alexa dengan susah payah berusaha mengeluarkan handphonenya dari saku belakang, handphone pun berhasil. Alexa membolak-balikkan tubuhnya dan agar bisa melihat layar handphonenya. Alexa meraba-raba layar handphonenya dan menekan panggilan darurat yang sudah dibuatkan oleh Abian pada handphonenya untuk berjaga-jaga.


Tak lama panggilan darurat itu berdering pada handphone Abian dan Alice.


"Alexa,,, kenapa dia menekan panggilan darurat? Dia kan masih di resort" kata Alice.


Alice berlarian begitu pun Abian yang juga mencari Alice untuk menanyakan kenapa Alexa menekan panggilan darurat.


"Alice, kenapa adik kamu menekan panggilan darurat?" tanya Abian.


"Kita harus cari Alexa Bian, perasaan aku tidak enak," kata Alice.


Alice menanyakan keberadaan Alexa pada karyawan-karyawan di resort, salah seorang ada yang melihat Alexa pergi ke parkiran sendirian. Abian dan Alice pun segera pergi ke parkiran dan benar saja, sepeda motor Alexa masih ada disana sedangkan kunci motornya terjatuh dilantai.


"Bian, laki-laki gila itu pasti menculik Alexa. Sama seperti yang dia lakukan pada Tante Kimmy dulu," kata Alice.


"Kamu tenang ya sayang, kita bisa melacak Alexa lewat handphonenya. Kita ke kantor polisi sekarang!" kata Abian.


Abian dan Alice buru-buru meminta bantuan pada polisi setempat dan menyerahkan bukti panggilan darurat itu, lalu menelpon Sam dan Melodi agar mereka ke kantor polisi sekarang!


Mobil si penculik yang memakai penutup wajah itu, sampai di suatu rumah yang lumayan besar namun sepi dan seperti tidak terurus atau telah lama ditinggalkan penghuninya.


Penculik membuka bagasi mobil dan melihat Alexa telah sadar namun Alexa tetap tenang tanpa berontak hanya menatap tajam penculik itu. Penculik itu membawa Alexa ke dalam rumah dan handphone Alexa tertinggal didalam bagasi itu, sedangkan Alexa tidak tau apakah dia sudah berhasil benar-benar menekan panggilan darurat itu atau tidak.


Alexa didudukkan disebuah kursi dengan tangan dan kaki yang masih terikat, serta mulut dilakban hitam. Penculik itu akhirnya melepaskan penutup wajahnya, dialah Gio yang benar-benar belum kapok dan tetap nekat ingin memiliki Alexa. Alexa tidak kaget sama sekali melihat penculik itu ternyata Gio. Gio membuka lakban pada mulut Alexa.


"Wah luar biasa, kamu memang gadis yang sangat pemberani. Kamu bisa setenang ini sekarang?" tanya Gio.


"Lalu? Kamu mau aku teriak-teriak, menangis dan memohon untuk dilepaskan oleh laki-laki lemah seperti kamu?" tanya Alexa sambil tersenyum sinis.


"Apa kamu tidak takut aku akan memperkosa mu, aku akan memiliki mu sekarang," bentak Gio.


"Cihhh,,, aku takut padamu? Mimpi kamu Pak Gio. Kamu tidak lebih hanya laki-laki banci!" kata Alexa sambil meludah.


Gio pun langsung emosi melihat bagaimana Alexa sama sekali tak takut padanya lalu memegangi wajah Alexa.


"Sebentar lagi aku akan membuat mu mengemis pengampunan pada ku, kita lihat apa kamu akan tetap bisa sombong seperti saat kamu menolak lamaran ku?" kata Gio.


Beberapa polisi sudah bergerak mengikuti sinyal yang terdeteksi dari handphone Alexa, disusul oleh Abian, Alice, Sam dan Melodi yang ikut melakukan pencarian.


"Ayo memohon lah pada ku Alexa, seperti saat dulu Ibu mu memohon pada ku tapi tetap aku nikmati tubuhnya," kata Gio.


"Apa kamu bilang banci?" bentak Gio.


"Bahkan hanya untuk menaklukkan wanita muda seperti aku saja, kamu harus menggunakan obat bius? Mengikat kedua tangan dan kakiku. Kenapa? Apa jika tangan ku tidak diikat kamu tidak bisa meniduri aku?" tanya Alexa yang tetap tenang menghadapi Gio.


"Kurang ajar, dasar anak ja*Lang. Aku bisa menikmati tubuh mu meskipun kamu tidak aku ikat. Jangan pernah kamu menyepelekan aku," bentak Gio.


"Kalau begitu buktikan! Taklukkan aku secara gentleman," tantang Alexa.


Gio yang tak terima dikatakan banci, akhirnya melepaskan kedua ikatan kaki dan tangan Alexa, hingga kini Alexa sudah tidak terikat tali lagi.


"Sekarang kita lihat apa kamu setelah ini akan segera merengek dan memohon untuk aku tidak memperkosa mu. Tapi aku tidak akan pernah menunda untuk menikmati tubuh mu itu Alexa," kata Gio.


Gio pun membuka seluruh pakaiannya, baju, celana, bahkan celana da*lamnya. Kini senjata Gio terpampang nyata dihadapan Alexa.


"Ayo teriaklah sayang!! Aku suka teriakan-teriakan sebelum aku melahap habis tubuhmu itu dengan senjata ku ini," kata Gio.


Alexa pun tersenyum dan malah mendekati Gio, dan tak lama tangan Alexa mencengkram senjata Gio hingga membuatnya kesakitan setengah mati.


Aaaaaaaaaaaaaaaa,,,, lepaskan! teriak Gio yang senjatanya sekuat tenaga dicengkeram oleh Alexa, lalu Alexa mendorong tubuh Gio dan mengangkat kursi yang tadinya ia duduki lalu memukulkan kursi itu dengan keras pada Gio.


Bughhhhtttttt......


Aaaaaaaaaaaa....... Gio kembali berteriak.


Alexa dengan sigap segera mengambil tali yang tadinya dipakai untuk mengikatnya kini dia ikatkan kekedua tangan dan kedua kaki Gio. Lalu Alexa menarik Gio untuk duduk dikursi yang tadinya dipakai untuk duduk Alexa.


"Sekarang teriaklah banci!!! Tapi aku tidak akan mengampuni mu sekarang," ledek Alexa.


"Kau!!!! Kau lebih gila dari ibu mu. Lepaskan aku Alexa!" bentak Gio.


"Kenapa? Apa kamu takut? Aku tidak hanya mencengkram anu mu yang kecil itu, tapi aku juga akan memotong-motong anu mu menjadi beberapa bagian, lalu akan aku berikan untuk pakan ikan-ikan di pantai setelah ini," ledek Alexa sambil tersenyum melihat wajah panik Gio.


"Tidak!!!!! Alexa jangan lakukan itu. Aku mohon, aku hanya bercanda pada mu, Alexa!" rengek Gio yang sudah ketakutan burungnya akan dipotong-potong oleh Alexa.


Tak lama bunyi sirine polisi terdengar, mobil polisi dan mobil Abian tiba didepan rumah kosong ini. Alexa keluar melenggang santai.


"Alexa,,!!" Alice langsung memeluk Alexa.


Polisi segera masuk kedalam untuk menangkap Gio.


"Kamu tidak apa-apa kan nak?" tanya Sam yang sudah khawatir.


"Ahh kalian tidak usah khawatir, seribu laki-laki seperti dia aku tidak takut. Kecil!!" kata Alexa dengan tersenyum.


"Alexa,, kamu benar-benar bikin Tante khawatir," kata Melodi.


"Heh adik ipar bisakah sekali saja kamu tidak berbuat onar. Merepotkan sekali!!" kesal Abian.


Alexa pun tersenyum mendengar umpatan Abian, tapi kini Alice, Sam dan Melodi sedikit lega karena Gio kembali ditangkap oleh polisi. Berharap kali ini Gio bisa dihukum dan dipenjara dengan kurun waktu yang sangat lama agar dia tidak berani lagi macam-macam dengan wanita.


SELESAI