Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Meninggal Dunia


Ibunya Kimmy dilarikan kerumah sakit terdekat rupanya beliau terkena serangan jantung setelah sampai dirumah sakit beliau segera ditangani oleh Dokter Kimmy dan Sam menunggu didepan ruangan pasien.


Ibunya Kimmy dipasangkan oksigen agar bisa bernafas dengan baik namun nyeri dibagian dadanya membuat Ibunya Kimmy merasa seperti sudah dekat dengan kematian nya.


Setelah Dokter meninggalkan ruangan pasien Sam dan Kimmy pun masuk menemui Ibunya Kimmy.


Ibunya Kimmy masih terbaring lemas dengan nafas yang berat.


"Sam" panggil Ibunya dengan pelan.


"Iya Mah ini Sam" Sam mendekat dan memegang erat tangan mertuanya itu.


"Tolong jaga Kimmy jangan pernah tinggalkan Kimmy dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi" ucap Ibunya dengan sisa-sisa tenaga.


Kimmy hanya mampu menangis melihat keadaan Ibunya yang seperti ini.


"Maaf Mah tapi keputusan Sam sudah bulat untuk menceraikan Kimmy" jawab Sam.


"Mamah tau Kimmy isteri yang tidak baik untuk kamu tapi bayi itu tidak memiliki dosa apapun terhadap kamu tolong rawat dan sayangi anak itu Sam" ucap Ibunya Kimmy.


Belum sempat Sam menjawab tiba-tiba Ibunya menutup mata setelah matanya melotot dan sudah tidak bergerak kembali detak jantungnya pun sudah tidak terdeteksi oleh patient monitor.


Sam dan Kimmy panik dan segera memanggil Dokter, setelah Dokter datang dan langsung memeriksanya ternyata sudah tidak ada detak jantung dan juga denyut nadi dari Ibunya dengan berat hati Dokter mengatakan pasien telah meninggal dunia.


Hari itu kota kecil dilanda hujan yang sangat deras seakan alam pun ikut menangisi kepergian dari seorang Ibu yang sudah sangat hebat selalu menasihati putrinya yang penuh dengan dosa.


Pengumuman pun sudah sampai kesetiap rumah Meira dan Dokter Gewa memutuskan untuk datang nyelawat kerumah Kimmy begitu juga Dokter Alex dan Melodi, Neneng, Adeline, Gio dan beberapa warga yang peduli dengan Ibunya Kimmy walaupun malas melihat wajah anaknya namun sebagian warga tetap ada yang datang.


Kimmy masih terus menangisi dan memeluk jenazah Ibunya, sementara Sam sudah sangat menjaga jarak dengan Kimmy dirinya sudah mantap setelah mengurus pemakaman mertuanya itu dia akan segera mentalak Kimmy dan meninggalkan nya.


Meira dan Dokter Gewa serta yang lainnya pun masuk kedalam rumah, Kimmy yang melihat Meira dan Dokter Gewa serta Melodi dan Dokter Alex mendadak berhenti menangis dan menatap tajam kearah mereka.


Hanya Sam yang menyambut ramah kedatangan Meira dan yang lainya.


"Dokter Gewa, Meira terimakasih sudah mau datang nyelawat kesini" ucap Sam.


"Iya Pak Sam yang tabah ya Pak" jawab Dokter Gewa sedangkan Meira hanya diam membalas tatapan tajam pada Kimmy.


"Mel, Dok terimakasih sudah menyempatkan untuk datang" ucap Sam.


"Iya Sam kamu kan masih sahabatku aku pasti datanglah, kamu yang tabah ya Sam" jawab Melodi.


Gio menatap kearah Kimmy yang hari ini begitu terlihat menyedihkan dan melihat Sam sama sekali tak merangkul Kimmy atau seperti acuh melihat Kimmy bersedih seperti itu batinya ingin sekali memeluk dan menenangkan Kimmy tapi apa daya Gio tak bisa berbuat apa-apa.


Setelah selesai dikebumikan para warga berangsur meninggalkan pemakaman begitu juga Meira dan yang lainya hanya tersisa Sam dan Kimmy serta Gio yang mengintip dari kejauhan.


"Jangan kamu pikir meninggalnya Mamah bisa menghentikan aku untuk menceraikan kamu Kim" ucap Sam didepan kuburan Ibunya Kimmy yang masih basah.


"Sam apa pantas kamu bicara seperti itu disaat Mamah baru saja dikebumikan, kamu lihat ini Sam lihat ini bahkan tanah liat ini belum kering" teriak Kimmy.


Gio yang mengintip mendengar Sam yang akan menceraikan Kimmy namun sebuah pertanyaan muncul dalam pikiran Gio kenapa Pak Sam tega untuk menceraikan Kimmy?


"Lalu menurut kamu perbuatan apa yang pantas hah? perbuatan hamil disaat vonis mandul aku iya?" teriak Sam.


Gio yang mendengar Pak Sam berkata Kimmy hamil sedangkan Pak Sam mandul itu artinya itu anak ku bayi yang Kimmy kandung pasti anakku ucap Gio dalam hatinya.


"Iya ini memang bukan anak kamu, puas kamu Sam" teriak Kimmy.


"Dasar wanita sam* Pah aku tidak percaya aku menikahi Pela* cut murahan seperti kamu, kamu dengar Kim kamu seujung kuku pun tak ada baiknya sama sekali dibandingkan Meira" teriak Sam.


"Badji* ngan kamu Sam apa maksud kamu membandingkan aku dengan Meira hah?" tanya Kimmy.


"Memang itu kenyataan nya aku tertipu dan aku bodoh sudah meninggalkan wanita sebaik Meira demi wanita ja* lang seperti kamu, wanita seperti kamu bisa aku temukan diwarung remang-remang hanya dengan uang lima ribuan" teriak Sam mengungkapkan segala isi hati dan penyesalannya.


"Pergi kamu Sam pergi" teriak Kimmy.


Sam pun pergi meninggalkan Kimmy yang masih bersandar dibatu nisan Ibunya itu setelah Sam pergi Gio menghampiri Kimmy.


"Kim" panggil Gio dengan pelan.


"Gio, sedang apa kamu disini aku tidak butuh belas kasihan dari kamu" jawab Kimmy.


"Apa benar yang aku dengar barusan, kamu hamil tapi Pak Sam mandul? apa itu anakku Kim?" tanya Gio.


"Apa kamu gila? ini bukan anak kamu" jawab Kimmy yang bangkit dari makam Ibunya hendak pergi meninggalkan Gio.


"Kim aku akan bertanggungjawab dan menikahi kamu, aku akan membuat kamu berubah menjadi lebih baik" ucap Gio.


"Berapa kali aku bilang ini bukan anak kamu" teriak Kimmy.


"Lalu anak siapa? apa anak laki-laki itu? siapa laki-laki itu Kim siapa?" tanya Gio.


Kimmy pun meninggalkan Gio yang masih bertanya-tanya tentang ayah dari bayi yang dikandung Kimmy apakah anaknya atau anak dari laki-laki itu.