Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Sam berpamitan


Sam pergi menuju rumah sakit tempat Melodi dan Dokter Alex berada untuk berpamitan disana Meira, Susan, Adeline dan Neneng setia menemani Melodi dan bayinya diruangan nya.


Sam melihat dari kaca dipintu ruangan Melodi memandangi Meira yang saat ini tengah bercanda dengan yang lainnya dan tertawa lepas Sam pun masuk keruangan Melodi.


"Mel" sapa Sam sambil tersenyum.


"Sam kamu darimana saja sini Sam ya ampun kamu aku cariin sejak aku sadar tapi kamu pergi gak kesini-sini" ucap Melodi.


"Iya aku harus memberikan kesaksian atas kasus yang menimpa kamu kemaren Mel dan juga aku sudah urus perceraian aku dengan Kimmy" jawab Sam.


Mendengar Sam sudah menceraikan Kimmy sontak membuat yang lainnya kaget.


"Hah si sundel diceraikan Pak Sam?" tanya Neneng.


"Yang bener kamu Sam?" tanya Melodi lagi.


"Iya Mel aku sudah tidak sanggup lagi menjadi suami dari Wanita monster seperti Kimmy" jawab Sam sambil memberikan raut wajah merasa lega dengan keputusan nya.


"Sam kamu harus begitu memang Kimmy bukan wanita yang bisa berubah Sam dia benar-benar membawa pengaruh buruk untuk kamu, baguslah kamu menceraikan dia sekarang" ucap Melodi.


"Kamu sendiri gimana Mel apa masih sakit? dan Dokter Alex gimana Mel aku benar-benar minta maaf Mel aku sudah berusaha untuk mencegah semua nya terjadi" ucap Sam.


"Aku sudah dengar semuanya dari Meira katanya kamu waktu itu batal menceraikan Kimmy karena kamu tahu kan kelakuan Alex dan Kimmy dibelakang aku Sam? kamu benar-benar penyelamat buat aku Sam coba waktu itu kamu ga datang tepat waktu mungkin aku sudah.." jawab Melodi.


"Aku memang harus melindungi kamu, karena kamu sahabat aku dan juga Meira Mel" Sam pun melirik Meira yang sejak tadi hanya menyimak pembicaraan Sam dsn Melodi.


Meira pun tertunduk melihat Sam menatap nya seperti itu.


"Mei maafkan aku" ucap Sam.


"Aku sudah maafin kamu Sam sekarang apalagi kamu menyelamatkan nyawa dua tiga orang sekaligus kamu menyelamatkan Melodi, Dokter Alex dan juga bayi kecil ini" jawab Meira yang tengah menggendong bayi Melodi.


Sam pun menghampiri bayi itu dan tersenyum melihat bayi cantik itu yang lucu.


"Kamu mau gendong Sam?" tanya Meira.


Sam pun mengangguk ingin menggendong bayi mungil itu Susan, Neneng dan Adeline yang melihat Sam tersenyum bahagia setelah cerai dari Kimmy ikut merasakan kebahagiaan untuk Sam.


Sam pun menggendong bayi Melodi itu dengan sangat senang tak henti-hentinya Sam tersenyum pada bayi itu dalam benaknya juga sangat menginginkan bayi dan kebahagiaan menjadi seorang ayah namun apalah daya dirinya tak punya lagi harapan itu.


"Oh ya Mel bagaimana keadaan Dokter Alex aku belum menjenguk nya?" tanya Sam.


"Sam,,,, Sam jangankan kamu aku aja yang isterinya sama sekali belum menjenguk nya lagian dia masih harus disuntikkan obat penenang karena masih sering depresi dan halusinasi" jawab Melodi.


"Kamu pasti sangat kecewa ya Mel? wajar jika dia sampai depresi seperti itu karena Dokter Alex pun pasti sama menyesal nya seperti aku yang harus kehilangan wanita sebaik Meira" ucap Sam seraya menatap wajah Meira yang hanya tertunduk malu.


"Huh Pak Sam jangan gombalin terus Ci Mei nya donk kan Ci Mei sekarang sudah jadi istrinya Dokter Gewa" ucap Adeline.


"Iya nih Pak Sam baru nyadar ya Ci Mei itu cantik dan Wanita sempurna banget" celetuk Susan.


"Iya aku juga ikut senang mendengar kesuksesan kamu dan juga kebahagiaan kamu Mei" ucap Sam sembari memberikan bayi nya ketangan Meira.


"Kamu juga harus mulai lembaran baru Sam carilah wanita yang baik" ucap Meira.


"Iya Sam kamu kan masih ganteng pasti masih laku lah sama cewek-cewek cantik" ucap Melodi.


"Aku ga berpikir akan menikah lagi Mei, aku hanya ingin hidup sendiri dan berusaha jadi pribadi yang lebih baik lagi Tuhan sudah begitu baik sama aku dengan memberikan aku kesempatan kedua untuk hidup" jawab Sam.


"Sam ini baru Sam yang dulu aku kenal waktu pertama kali pindahan kekota ini, akhirnya kamu jadi diri kamu yang dulu Sam" jawab Melodi.


"Iya Mel, aku kesini untuk berpamitan kepada kalian semua karena mulai besok aku sudah pindah kekota besar kemungkinan tidak akan kembali kesini lagi" ucap Sam.


Semua merasa sedih dengan keputusan Sam yang memutuskan untuk pindah kembali kekota besar, Sam yang sudah berubah menjadi sosok yang lebih baik lagi membuat yang lainnya berpikir tidak perlu Sam sampai pergi dari kota kecil ini.


Tapi keputusan Sam sudah bulat dan bertekad untuk melupakan semua peristiwa dikota kecil ini setelah selesai berpamitan Sam pun meninggalkan rumah sakit.


Keesokan harinya Melodi sudah bisa meninggalkan rumah sakit bersama bayinya sedangkan Dokter Alex masih memerlukan perawatan karena depresi berat dan halusinasi nya masih sering dia alami.


Meira dan Dokter Gewa menjemput Melodi dan mengantarkan nya kerumah Melodi setelah sampai Meira dan Dokter Gewa masuk kerumah Melodi untuk menemani nya.


"Mel itu si Alex kapan boleh keluar dari rumah sakit nya?" tanya Dokter Gewa.


"Mana aku tau Ge, aku juga bodo amat dia mau keluar dari rumah sakit kapan juga gak peduli" jawab Melodi.


"Mei itu temen kamu jangan-jangan belum pernah melihat suaminya lagi?" tanya Dokter Gewa.


"Iya memang belum Ge, sudahlah wajar jika Melodi masih bersikap begitu" jawab Meira.


"Tapi sayang Melodi harus liat Alex halusinasi nya makin sering loh malah dia anggap Melodi meninggal gara-gara dia, Dokter rumah sakit sampai setiap hari datangin psikiater untuk bantu pemulihan Alex" ucap Dokter Gewa.


"Aku si ga mau ya Ge nasehatin Melodi buat maafin Alex biarin aja Melodi cerai dari Alex" celetuk Meira.


"Nah itu Mei baru bener ngapain amat aku harus ngurusin Alex yang udah mengkhianati aku sampai bikin aku harus melahirkan lebih cepat untuk ini bayi cantik kuat banget ya nak ga nyusahin mama" ucap Melodi yang masih terus menciumi bayi mungilnya.


"Yasudah biar nanti aku yang sesekali mampir menjenguk nya Mel, Alex juga butuh dukungan dari kita Mel dia tertusuk pisau dapur lumayan dalem loh Mel demi nyelamatin kamu" ucap Dokter Gewa.


"Ih sayang kamu malah ngomong gitu si ke Melodi, ya wajar aja Alex kaya gitu kalau dia gak bermain api kejadian mengerikan itu ga akan terjadi" jawab Meira.


"Iya nih Gewa ngeselin banget mentang-mentang sama-sama laki-laki dibelain mulu" jawab Melodi.


"Engga belain Mel sumpah deh aku juga kesel lah sama kelakuan Alex cuma kalau kamu lihat keadaan nya sekarang kayanya dia benar-benar menyesal sampai depresi gitu" jawab Dokter Gewa.


"Udah ah males ngomongin Alex mulu, biarin aja Ge aku udah ga mau tau keadaan nya" ucap Melodi.


"Iya Mel ya udah kamu istirahat ya aku sama Gewa pulang dulu kepala ku agak pusing soalnya" ucap Meira.


"Iya ya udah makasih banyak ya Ge, Mei udah jemput aku" jawab Melodi.