Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Kemenangan Meira


Tiba didepan rumah Meira, Kimmy langsung menggedor-gedor pintu rumah Meira.


Duggggg....dugggg...duggg..


Meira dan Dokter Gewa yang tengah meminum teh hangat sontak kaget, baru kali ini ada yang menggedor pintu rumahnya sampai kenceng begitu udah kaya depkolektor lagi nagih utang.


Dokter Gewa dan Meira pun menghampiri kedekat pintu lalu membuka pintu rumah, Meira dan Dokter Gewa pun kaget kenapa Kimmy sampai nekat datang kerumahnya sementara Meira memang sudah menduga Kimmy akan datang padanya ibarat ikan yang sudah ngasih umpan datang memakan umpan itu sesuai yang direncanakan.


"Dokter Gewa senang rasanya bertemu Dokter lagi" ucap Kimmy.


"Ada perlu apa kamu sampai menggedor pintu rumah kami sekencang itu?" tanya Dokter Gewa.


"Seharusnya Dokter bertanya pada wanit disamping Dokter itu, ngapain dia masih sering ketemuan dengan suami saya apakah isteri Dokter Gewa masih belum move on kah?" celetuk Kimmy.


"Jaga bicara kamu, saya ga kenal siapa kamu dan apa maksud kamu berbicara omong kosong seperti ini sama saya tapi yang jelas saya minta hentikan omongan ngawur kamu dan pergi dari rumah kami sekarang!" ucap Dokter Gewa dengan nada tinggi.


"Sabar Dokter ga usah terburu-buru mengusir aku, aku ga bohong kok justru wanita bodoh itu yang sudah berbohong pada Dokter, sekarang Dokter bisa lihat sendiri bukti pesan dihandphone suami saya dari isteri Dokter itu, dengan murahannya dia mengajak ketemu suami saya memalukan" jawab Kimmy.


Kimmy pun memberitahukan isi pesan yang ada dihandphone Sam nomor baru yang sebelum kejadian Sam pingsan meminta bertemu diujung jalan pantai tengah malem sekali, Dokter Gewa pun mengambil handphone itu dan melihat isi pesan yang bertuliskan.


"Sam aku ingin kita bertemu diujung jalan pantai aku merindukan mu dari yang masih mencintai mu" isi pesan itu.


Hahahhaha.. Dokter Gewa tertawa.


"Kenapa Dokter tertawa? apa yang lucu?" tanya Kimmy merasa keheranan kenapa Dokter Gewa tidak marah melihat isi pesan itu.


"Sudahlah lebih baik kamu pergi dari rumah kami sebelum kesabaran saya habis mendengar lelucon-lelucon kamu yang tidak jelas itu" ucap Dokter Gewa.


"Kenapa Dokter tidak percaya, apa Dokter tidak bisa baca? atau Dokter akan membiarkan isteri Dokter ini sebagai perusak rumah tangga orang?" celetuk Kimmy.


"Cukup! saya sudah hilang kesabaran terhadap kamu dengar saya bisa jebloskan kamu kedalam penjara detik ini juga paham" ucap Dokter Gewa.


"Dok, buka mata Dokter bukti sudah jelas" jawab Kimmy.


"Bukti kamu bilang, pertama itu bukan nomor telepon isteri saya kedua, apa disitu tertulis kalau itu dari Meira?" tanya Dokter Gewa.


"Dari siapa lagi Dok kalau bukan dari Meira, astaga buka mata Dokter" jawab Kimmy.


"Kimmy, Kimmy kamu itu lucu banget ya kamu tau kan itu bukan nomor telepon saya dan disitu tidak tertulis kalau itu dari saya, sepertinya kamu sudah lupa kalau suami kamu itu sejak dulu memang hobinya selingkuh, dan bisa saja dia melakukan hal yang sama terhadap kamu selingkuh dengan gadis yang lebih muda" ucap Meira.


"Dian kamu Meira, Dok kalau begitu Dokter ikut saya akan saya tunjukan kalau Meira bahkan sangat peduli sama Sam sampai-sampai dia mengadakan penggalangan dana untuk membantu biaya operasi Sam" ucap Kimmy.


"Kamu benar-benar gila, dan saya akan menjadi gila seperti kamu kalau saya percaya omongan gila kamu" jawab Dokter Gewa.


"Ih apaan si kamu" ucap ibu itu.


"Sini Bu, ibu harus bilang jujur sama Dokter Gewa benarkan Meira yang menarik dana dari para warga untu operasi Sam?" tanya Kimmy.


"Oh dana untuk operasi Sam, bukan Ci Mei tuh yang narikin dananya tapi Neneng sama Adeline kamu ngigo kali ya" jawab tetangga itu.


Mendengar ibu-ibu bicara bohong seketika Kimmy semakin merasa terpojokkan dan tidak mengerti kenapa malah jadi dia yang merasa seperti orang bodoh saat ini.


"Kamu masih mau disini Kimmy? apa perlu saya panggilkan polisi sekarang untuk menyeret kamu?" tanya Dokter Gewa.


Aaaaaaa....... brengs*k kamu Meira kamu wanita licik, teriak Kimmy.


Tak lama para tetangga yang mendengar keributan didepan rumah Meira pun berdatangan dan melihat Kimmy tengah menutup kedua telinganya sembari teriak-teriak seperti orang gila.


"Dok Dokter harus percaya sama saya Dok, Meira adalah wanita licik yang sudah menghancurkan hidup aku dan membohongi Dokter" teriak Kimmy.


Tetangga pun mulai geram dengan teriakan-teriakan Kimmy.


"Heh sundel kamu gila ya teriak-teriak begitu didepan rumah orang" celetuk tetangga.


"Kamu tuh engga ada bosen nya ya bikin ulah" ujar tetangga lainnya.


"Diam kalian semua, kalian semua yang gila sama seperti wanita yang bernama Meira itu" teriak Kimmy.


Kimmy pun lalu tertawa terbahak-bahak.


Hahahhahahahha.....


"Dokter Gewa kamu harus segera menceraikan wanita ****** itu Meira tidak pantas untuk kamu Dok, yang pantas menjadi isteri kamu itu cuma" teriak Kimmy sambil tertawa terbahak-bahak.


Sontak semua orang yang melihat sampai geleng-geleng kepala melihat sikap Kimmy yang sudah benar-benar gila saat ini, tak lama Ibunya Kimmy datang membawa tali yang dibelinya dari warung dekat situ Ibunya langsung menghampiri Kimmy dan langsung mengikat kedua tangan Kimmy kebelakang menggunakan tali itu.


"Apa-apaan ini, Mamah kenapa mamah mengikat aku kaya gini lepas Mah" ucap Kimmy.


"Diam dan ikut Mamah sudah cukup kamu membuat mamah malu dengan tingkah kamu Kim, Dokter Gewa dan Meira ibu benar-benar minta maaf secepatnya Ibu akan membawa Kimmy berobat ke psikiater kalau perlu Ibu sendiri yang akan memasukkannya ke rumah sakit jiwa" ucap Ibunya Kimmy.


"Iya Bu sebaiknya Kimmy segera diobati agar dia bisa sembuh" ucap Dokter Gewa.


"Aku engga gila Dok, aku mencintaimu Dok" teriak Kimmy sambil terus tertawa.


Ibunya pun menyeret Kimmy ikut bersamanya sembari kedua tangan Kimmy yang saat ini masih terikat tali.