Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
THE END


Alice memeluk Abian disofa dan mencoba menahan air matanya agar tidak tumpah didepan Abian. Alice tidak mau semakin membebani Abian dengan kejadian tadi siang saat dirinya dinyinyiri oleh temannya itu. Merasa ada yang berbeda dari sikap isterinya, Abian pun resah.


"Hei! Kamu kenapa? Cerita sama aku?" tanya Abian.


"Aku belum juga hamil hingga saat ini! Apa kelak kamu akan berselingkuh dariku?" tanya Alice.


Mendengar pertanyaan seperti itu, Abian tidak mampu berkata-kata dan lebih memilih mengalihkan pembicaraan!


"Sayang udah malem! Mending kita tidur sekarang, biar pikiran kamu fresh lagi besok!" ajak Abian.


Alice mengangguk. Namun jauh dalam benak Alice, dia sudah merasakan gelagat berbeda dari Abian akhir-akhir ini. Seringnya Abian pulang malam dua Minggu belakangan ini, Abian juga tidak pernah lagi menemani Alice berbelanja kebutuhan rumah, dan dia terkesan seperti kurang begitu mengutamakan Alice. Jauh berbeda dengan sikap Abian yang Alice kenal selama ini.


Tapi bukankah pondasi kokoh sebuah rumah tangga adalah sebuah kepercayaan? Maka dari itu, Alice menepis semua pikiran negatifnya terhadap sang suami.


Keesokan harinya Alexa berinisiatif berkunjung kembali ke rumah Alice, membawakan waffle coklat keju kesukaan Alice untuk menghibur kesedihannya.


Tokkkkkk, tokkk, tokkkkk.


Alice tak kunjung membukakan pintu! Dari luar rumah terendus bau gosong yang sangat menyengat. Alexa mencoba membuka pintu rumah Alice, ternyata tidak dikunci, dia mencoba mencari sumber darimana bau gosong ini, kepulan asap terlihat dari area dapur. Dan benar saja, panci sudah terlalap habis oleh api yang masih menyala dari kompor.


Alexa buru-buru mematikan api, dan membuka pakaiannya agar bisa dibasahi dan menutup sisa asap dari panci yang sudah gosong itu. Khawatir terjadi sesuatu dengan Alice, Alexa segera naik ke lantai atas untuk mencari Alice.


"Kak! Kakak!" panggil Alexa, namun tidak ada jawaban.


Alexa membuka pintu kamar Alice dan melihatnya tengah duduk dilantai, dengan kepala bersandar ke ranjangnya. Tatapan mata Alice seperti orang terkena hipnotis kosong dan menyedihkan.


"Astaga Kakak!" kata Alexa menghampiri Alice.


"Lexa! Kamu kok udah ada di sini aja si? Kamu pasti ketok-ketok pintu rumah ya? Kakak engga denger," kata Alice mencoba ceria.


"Udah deh Kak! Engga usah acting sok pura-pura baik-baik aja, sok pura-pura kuat. Tatapan mata Kakak tuh engga bisa bohong. Kenapa si? cerita dong sama aku!" kata Alexa.


Alice pun menangis tersedu-sedu, bersandar pada bahu Alexa.


Hikzzzzzz, hikzzzzzz, hikzzzzzz.


"Kakak engga tau harus apa dengan pernikahan ini Lexa! Kakak putus asa belum juga hamil! Ditambah Abian sepertinya sudah jenuh dengan pernikahan ini, Kakak takut!" kata Alice.


Melihat kakaknya menanggung beban pikiran sebanyak ini, membuat Alexa kesal bukan kepalang terhadap Abian. Bukannya hibur isteri yang lagi resah karena tak kunjung hamil! Ini malah bersikap acuh sama Alice. Alexa menenangkan Alice, mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja, dan Alice pasti akan secepatnya hamil, hanya tinggal menunggu sebentar saja.


Sudah hampir seharian Alexa menemani Alice. Saat ini Alice sudah bisa kembali mengontrol kesedihannya, dan mulai bisa tersenyum, Alexa pamit pulang pada Alice karena sudah sore. Sesudah meninggalkan kediaman Alice, bukannya pulang ke rumah, Alexa justru pergi ke resort mencari Abian.


Setelah menanyakan kepada salah satu karyawan di sana, Meski sempat tidak diberitahukan keberadaan Abian oleh karyawan itu, namun Alexa memelintir tangan karyawan itu dan memaksanya mengatakan dimana Abian berada saat ini. Alexa pergi menuju ruangan aula besar seperti yang ditunjukkan oleh karyawan tadi, di sana tempat Abian berada saat ini. Alexa pun membuka daun pintu besar dihadapannya.


"Apa ini?" tanya Alexa yang masih tercengang dengan apa yang dia lihat saat ini.


"Alexa tutup pintunya! Aku akan memberitahu semuanya," kata Abian.


Alexa pun masuk ke dalam ruangan aula itu dan menutup pintunya! Di sana Abian menceritakan semuanya pada Alexa. Setelah menerima penjelasan dari Abian, Alexa pun pulang ke rumahnya.


Beberapa hari kemudian, Alexa kembali ke resort dan menelpon Alice yang saat ini tengah berada di rumahnya.


📞"Hallo kak," sapa Alexa.


"Iya kenapa Lexa?" tanya Alice.


"Kakak ke resort sekarang! Pergi ke aula utama sekarang juga kak! Abian kak, dia sama perempuan lain dan mereka gandengan," kata Alexa.


Alice menjatuhkan handphone miliknya dan langsung menangis, Alice lantas berlari untuk segera menuju aula resort, dia menyetir mobil dalam keadaan menangis perasaannya kini campur aduk! Padahal jarak rumahnya ke resort hanya sekitar 5 menitan saja, tapi kalau sedang terburu-buru terasa lama sekali.


Alice sangat marah, kecewa dan hancur! Kecurigaannya selama ini menjadi kenyataan.


"Tega sekali kamu Bian! Kamu jahat, salah apa aku sama kamu, sampai hati kamu mengkhianati aku." Kata Alice menangis tersedu-sedu.


Alice tiba di resort, dia langsung pergi menuju aula tempat Abian bersama dengan perempuan lain. Sampai didepan pintu aula, Alice berusaha untuk mengontrol emosinya, dia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan! Setelah menyeka air matanya, dengan tangan gemetar Alice membuka kedua daun pintu itu.


Tettttttt, tettttttt, tettttttttt bunyi terompet nyaring terdengar.


Duarrrrrrrrrrr, duarrrtrrrr suara balon diletuskan, diiringi dengan musik selamat ulang tahun.


Meira, Dokter Gewa, Melodi, Alexa, dan Abian serta seluruh teman dan keluarga sudah berkumpul semua di aula untuk memberikan kejutan pada Alice. Saat Alexa waktu itu membuka aula pertama kali, Abian dan para karyawan tengah mendekor aula dengan tulisan happy birthday Alice isteriku tercinta yang sangat besar hingga membuat Alexa tercengang, dan akhirnya diminta oleh Abian untuk bekerja sama mengerjai Alice.


Belakangan ini Abian memang sengaja acuh pada Alice agar rencananya dan rencana Melodi ini tidak terendus oleh Alice. Bahkan Abian selalu pulang malam, itu karena dia numpang istirahat dulu di rumah Meira dan Dokter Gewa. Mereka semuanya bersekongkol untuk mengerjai Alice.


Alice sangat bahagia sekali sekaligus tidak menyangka dengan kejutan yang dipersiapkan oleh suami dan keluarganya dari jauh-jauh hari, sangat terniat sekali mereka mengerjainya habis-habisan. Abian juga memberikan kado terindah untuk Alice, yakni sebuah dokumen yang sudah dia tanda tangani untuk program bayi tabung di kota besar, sehingga Alice tidak perlu lagi dihina-hina oleh orang lain. Karena setelah mengikuti program bayi tabung yang super mahal itu, mereka akan segera memiliki momongan.


THE END!!!!!!!!!!!!


TERIMAKASIH SEMUA READERS YANG SUDAH MENGIKUTI NOVEL INI SAMPAI SEJAUH INI🙏


Setelah ini tidak akan ada lagi next part ya teman-teman karena sudah happy ending, kenapa baru up hari ini? Karena author lagi seneng banget novel terbaru author akhirnya tembus di 1 Ember juga🤗 banyak dari kalian yang bahkan ikut membaca novel terbaru aku itu🙏 sekali lagi terimakasih banyak ya semua.